Daftar Artikel

Ketika Cinta Diuji: Hikmah Idul Adha dari Keluarga Nabi Ibrahim AS

SYARIAH – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat rangkaian ibadah dan peristiwa besar, terutama ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha. Pada sepuluh hari pertama bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah

Memaknai Kebangkitan Nasional dari Jendela Keluarga: Menenun Ketahanan dan Menumbuhkan Karakter di Era Digital

SYARIAH – 20 Mei 2026 yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional ke-118 mengambil tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema yang dirilis oleh Kemenkomdigi ini menekankan pentingnya peran strategis generasi muda sebagai penerus bangsa sehingga menjadi pilar penting dalam mengawal dan menjaga kedaulatan NKRI. Hari bersejarah ini tidak saja

Antara Spiritualitas dan Komersialisasi Haji

SYARIAH – Haji, sebagai rukun Islam kelima, merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan menjadi dambaan setiap Muslim. Setiap musim haji, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Makkah dan Madinah, digerakkan oleh iman, pengabdian, serta kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dalam idealitasnya, haji adalah ruang pemurnian

Revitalisasi Spirit Kartini: Perempuan sebagai Pilar Ketahanan Keluarga dan Bangsa

Ditulis oleh Prof.Dr.Hj. Umi Sumbulah, Dosen Fakultas Syariah UIN Malang. SYARIAH – April kerap menghadirkan perayaan Hari Kartini yang sarat simbol yakni kebaya, sanggul, lomba busana, hingga berbagai seremoni meriah. Namun di balik itu, ada pertanyaan yang patut diajukan yaitu sejauh mana spirit Raden Ajeng Kartini benar-benar hidup dalam keseharian

Keluarga di Persimpangan Zaman: Mendesak Pemberdayaan dan Perlindungan

SYARIAH – Di tengah derasnya arus perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, keluarga Indonesia sedang berada di persimpangan. Di satu sisi, keluarga tetap menjadi fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Namun di sisi lain, tekanan zaman kian menggerus fungsi-fungsi dasarnya. Fenomena ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan privat semata, melainkan isu

Transformasi Budaya Kerja di Era Digital: WFH di Kampus dan ASN

Ditulis oleh: Dr. H. Miftahul Huda, SHI.,M.H., Dosen Fakultas Syariah UIN Malang. SYARIAH – Perubahan besar dalam dunia kerja dan pendidikan terjadi sejak pandemi COVID-19. Salah satu bentuk adaptasi paling signifikan adalah penerapan Work From Home (WFH), yaitu sistem kerja yang dilakukan dari rumah dengan bantuan teknologi digital. Kini, WFH

Fenomena ‘Nikah Siri’ Sesama Perempuan: Cermin Lemahnya Literasi Relasi dan Kepercayaan

SYARIAH – Peristiwa “nikah siri sesama perempuan” yang sempat ramai diperbincangkan di Kota Malang bukan sekadar sensasi yang lewat begitu saja. Kasus ini tidak berdiri di ruang hampa, melainkan mencerminkan persoalan yang lebih mendasar: rapuhnya literasi relasi dan cara kita membangun kepercayaan dalam kehidupan nyata. Kasus ini bermula dari hubungan

Ditjen Pesantren: Dari Pengakuan Menuju Penguatan Nyata

SYARIAH – Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada 2 April 2026 menjadi penanda penting dalam relasi negara dan pesantren. Jika pada masa Presiden Joko Widodo pengakuan negara terhadap pesantren lebih banyak hadir dalam bentuk simbolik—seperti penetapan Hari Santri—kini arah kebijakan bergerak lebih

WFH Terbaru: Efisiensi atau Sekadar Ilusi Produktivitas?

SYARIAH – Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) diterapkan setiap Jumat mulai 1 April 2026, publik kembali dihadapkan pada narasi yang terdengar logis: efisiensi energi di tengah ketidakpastian global, terutama terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah mendorong WFH tidak hanya untuk ASN, tetapi juga

Halalbihalal: Investasi Sosial Murah dengan Dampak Psikologis yang Mewah

SYARIAH – Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kita sering terjebak pada satu asumsi: sesuatu yang bernilai tinggi pasti membutuhkan biaya besar. Logika ini masuk akal dalam banyak hal, tetapi tidak selalu berlaku dalam relasi antarmanusia. Justru, dalam banyak kasus, hal-hal sederhana mampu menghadirkan dampak yang jauh lebih dalam