SYARIAH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah, mahasiswi semester 4 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), berhasil menjadi salah satu penulis terbaik dalam Festival Menulis Kisah Inspiratif Nasional 2026.
Festival yang diselenggarakan secara daring pada 26 April hingga 21 Juni 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Yayasan Rumah Indonesia Menulis dan SIP Publishing. Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta mendapatkan pembekalan kepenulisan dari tokoh literasi nasional, Gol A Gong.
Kompetisi ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, akademisi, guru, hingga penulis profesional. Dari ribuan naskah yang masuk, dewan kurator hanya memilih 200 karya terbaik untuk diterbitkan dalam buku antologi 15 jilid bertajuk Akar yang Menolak Tumbang. Karya Mawa berhasil lolos seleksi dan dimuat pada jilid ke-8.
Mawa mengaku tidak pernah membayangkan dirinya dapat menjadi salah satu penulis terpilih di tengah ketatnya persaingan. Awalnya, ia mengikuti festival tersebut semata-mata untuk mengembangkan kemampuan menulis.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa menjadi salah satu dari 200 penulis terpilih. Awalnya saya hanya iseng mencoba mendaftar karena ingin mengasah kemampuan menulis. Melihat jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.500 orang, ditambah banyak di antaranya sudah berprofesi sebagai guru maupun penulis berpengalaman, rasanya hampir mustahil bagi saya untuk bisa lolos,” ujar Mawa.
Baginya, pencapaian ini menjadi pengalaman pertama menerbitkan karya dalam buku antologi berskala nasional. Momen tersebut sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkarya.
“Saat nama saya diumumkan sebagai salah satu penulis terpilih, saya benar-benar tidak menyangka. Ini menjadi pengalaman pertama karya saya diterbitkan dalam sebuah buku antologi nasional. Ada rasa bangga karena kisah yang saya tulis kini dapat dibaca bersama karya-karya orang hebat lainnya,” tambahnya.
Dalam festival tersebut, Mawa mengirimkan tulisan berjudul “Menembus Final dengan Selembar Koran”. Naskah tersebut diangkat dari kisah nyata perjuangannya saat mengikuti lomba baca puisi ketika duduk di kelas XI Madrasah Aliyah pada 2022. Cerita itu mengisahkan proses pendaftaran hingga pengumuman juara yang kala itu masih mengharuskan peserta membeli koran cetak untuk memperoleh informasi.
Menurut Mawa, kisah tersebut dipilih karena mengandung pesan tentang pentingnya kegigihan dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Ia berharap pencapaian ini menjadi langkah awal untuk terus melahirkan karya-karya inspiratif, termasuk mewujudkan impiannya menerbitkan buku tunggal.
“Saya berharap pencapaian ini menjadi jembatan awal bagi saya untuk terus menghasilkan karya-karya inspiratif lainnya. Saya memiliki impian suatu hari nanti dapat menerbitkan sebuah buku yang berisi kisah-kisah perjalanan hidup saya,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr.H.Miftahul Huda, M.H mengapresiasi capaian yang diraih Mawa. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi melalui karya literasi di tingkat nasional.
“Kami mengucapkan selamat kepada Mawa atas prestasi yang telah diraih. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki potensi besar untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk dunia literasi. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mengikuti kompetisi, dan membawa nama baik fakultas maupun universitas di tingkat nasional,” ujar Miftahul Huda.
Prestasi Mawa diharapkan semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan Fakultas Syariah sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi melalui karya-karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Reporter: Ariella Azizah




