Mahasiswa Fakultas Syariah Siap PKL Taat Prokes Covid-19

Jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 saat ini kembali meningkat. Namun, setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegaiatan akademik—yang bersifat praktik—tetap harus dilangsungkan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Fakultas Syariah juga tetap menyelenggarakan kegiatan kegiatan PKL dengan berbagai perubahan kebijakan teknis sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan PKL, Selasa, 29 Juni 2021, Fakultas Syariah mengadakan pembekalan untuk dosen pendamping dan mahasiswa secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Saiful menyebutkan bahwa kegiatan PKL kedua semenjak pandemi ini memang penuh dengan tantangan. Meski ada kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi, kegiatan ini dinilai tetap perlu dilaksanakan karena menjadi bekal pengalaman praktis bagi mahasiswa, sekaligus sebagai ajang telaah permasalahan bidang hukum secara empiris untuk kepentingan penelitian. Oleh karena itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada kegiatan ini memiliki tugas ganda, yakni evaluasi akademik dan pengawas penyelenggaraan prokes oleh mahasiswa.

Jumlah mahasiswa PKL tahun ini adalah 535 orang dari empat prodi. Mahasiswa-mahasiswa tersebut tersebar di berbagai lembaga di seluruh Indonesia. Pada masa nonpandemi, lokasi PKL memang diatur oleh Fakultas, agar pemantauan lebih mudah dilakukan. Namun, pada masa pandemi, mahasiswa diberi kesempatan memilih lokasi PKL secara mandiri dengan mempertimbangkan letak dan keamanan lokasi (terkait zona penyebaran Covid-19). Proses monitoring dan evaluasi daring/online juga lebih ditekankan untuk dilakukan. Dalam hal ini, Dekan optimistis bahwa mahasiswa mampu menerapkan prokes secara ketat, karena pada PKL tahun lalu tidak ada kendala berarti yang terkait dengan penyebaran Covid-19.