MIU Login

Ratusan ASN Fakultas Syariah Ikuti Agenda Pembinaan Menag dan Launching Program Pendampingan Pesantren

SYARIAH – Rabu, 15 Oktober 2025, ratusan ASN Fakultas Syariah berkumpul di Aula Gedung Ir. Soekarno, UIN Maliki Malang. Bersama ribuan ASN dari berbagai fakultas dan lembaga, para ASN Fakultas Syariah khidmat mengikuti agenda Pembinaan dan Launching Program Pendampingan Pesantren UIN Maliki Malang yang dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, agenda dilanjutkan dengan opening speech oleh Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., Rektor UIN Maliki Malang. Beliau mengawali opening speech-nya dengan mengajak segenap sivitas akademika UIN Maliki untuk menyambut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama Republik Indonesia.

“Kita patut menobatkan Menteri Agama sebagai Bapak Ekoteologi,” selorohnya sembari menyapa Menag yang memang fokus pada isu-isu ekoteologi dan menjadikannya sebagai panggilan iman dan cara menjaga lingkungan hidup.

Dalam pidatonya, rektor memperkenalkan UIN Maliki Malang dan segenap prestasinya di kancah nasional maupun internasional. Rektor juga memperkenalkan ma’had dan antusiasme masyarakat yang dibuktikan dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2025. Sebagai kulminasi, rektor memperkenalkan Program Pendampingan Pesantren yang berfokus pada agenda Pesantren Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ekopesantren.

Usai menutup pidato sambutan, rektor bersama Menag dan segenap pimpinan yang hadir melakukan seremonial peluncuran Program Pendampingan Pesantren UIN Maliki Malang oleh Menag. Secara simbolis, Prof. Ilfi dan Prof. Nasaruddin menyentuh layar digital untuk menandai launching program strategis tersebut.

Agenda berikutnya adalah pengarahan dan pembinaan ASN oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Sebagai sivitas akademika di lingkungan PTKIN, Menag menyampaikan bahwa mahasiswa di bawah naungan Kemenag bukan mahasiswa biasa. Ada distingsi yang membuat mereka spesial dibandingkan perguruan tinggi lainnya.

“Kita harus punya nilai plus. Tidak hanya sebagai akademisi tapi juga mubaligh. Mahasiswa kita bukan mahasiswa biasa. Di sini kita punya distingsi. Tujuan kita tidak hanya mencetak akademisi seperti di tempat lain. Ilmuwan menguasai disiplin ilmu, tetapi tidak ada kaitan dengan orangnya. Sementara kita punya misi besar melahirkan generasi yang tidak hanya bisa diterima ucapannya, tapi juga dilihat siapa yang mengucapkan. Mengaktualisasikan ilmu melalui perilaku, kepribadian melalui tampilan keilmuannya, inilah intelektual. Menguasai, mengamalkan ilmu, dan berdampak di masyarakat. Inilah yang akan kita wujudkan di kampus UIN,” tuturnya dengan lembut.

“Kapasitas dosen, Guru Besar, bukan hanya sebagai pengajar tapi pendidik, sekaligus Syeikh. Pengajar mentransfer ilmu, melibatkan rasio. Pendidik menjadi teladan (contoh) melibatkan rasa dan rasio. Syeikh atau guru dalam bahasa Sanskerta berarti obor yang mengusir kegelapan. Jadi, kalau kita belum bisa menjadi obor bagi mahasiswa, berarti kita belum berhasil,” tambahnya.

Kegiatan berikutnya adalah penandatanganan MoU kerja sama Program Pendampingan Pesantren antara UIN Maliki Malang dan Kanwil Kemenag Jawa Timur. Agenda ini disaksikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. mengapresiasi penuh agenda progresif demi kemajuan UIN Maliki ini.

“Alhamdulillah, seluruh ASN Fakultas Syariah mengikuti secara khidmat tausiah dan pidato menteri agama sekaligus Launching Pendampingan Pesantren oleh UIN Maliki. Semoga pembinaan ASN hari ini bermanfaat untuk menumbuhkan komitmen kita semua sebagai ASN Kemenag, khususnya Fakultas Syariah dan UIN Maliki semakin berdampak untuk melakukan transformasi dan agen perubahan,” tutur Prof. Umi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait