Reporter: Muhammad Fathir Najib
Ahmad Mihad Fadhli Robby
Editor: Rizka Amaliah
SYARIAH – Festival Islamic Family Law (FISFALA) IX resmi menutup rangkaian lomba tahun 2025 melalui penyelenggaraan Festival Al Banjari pada Sabtu (15/11/2025). Acara yang digelar di halaman samping Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi puncak dari tiga cabang lomba sebelumnya, yaitu Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Lomba Infografis. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMPS HKI), Fakultas Syariah.
Festival tingkat umum ini menarik peserta sebanyak 40 grup al banjari dari Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, hingga Kota Batu, dengan mengusung tema “Samara Berlomba: Wujudkan Talenta Madani, Bangun Generasi Islami.”

Ketua Pelaksana FISFALA IX, Muhammad Wildan Maulana Azizi, menegaskan bahwa Festival Al Banjari merupakan wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni Islami.
“Festival ini adalah wadah bagi generasi muda untuk menggali dan mengasah talenta dalam seni Islam, khususnya shalawat Al Banjari. Melalui tema ini kami ingin mendorong peserta untuk berkompetisi dalam kebaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa panitia berharap peserta menjaga etika dan sportivitas.
“Setiap ketukan rebana adalah dzikir, setiap lantunan shalawat adalah doa. Kami ingin festival ini menjadi sarana silaturahmi dan ta’aruf antarpeserta,” tuturnya.
Salah satu peserta memberikan apresiasi positif terhadap acara yang berlangsung meriah dan tertib.
“Semoga tahun ke depannya semakin sukses untuk Festival Al Banjari FISFALA dan semoga lebih meriah lagi. Kesannya adalah senang,” ujarnya.

Komentar tersebut mencerminkan antusiasme peserta terhadap penyelenggaraan festival serta harapan agar FISFALA terus berkembang di tahun-tahun berikutnya.
Festival Al Banjari FISFALA IX turut menghadirkan tiga juri yang berpengalaman dalam bidangnya masing-masing, yaitu: Ustad Fathur Rohman – Penilaian alat (rebana); Ustad Fachrur Rozi – Penilaian vokal; dan Ustad M. Dawud Zahirudin – Penilaian adab. Ketiganya menilai peserta berdasarkan aspek teknik permainan, harmonisasi, kekompakan, serta adab dalam membawakan shalawat.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan para pemenang (a) Terbaik 1: Grup Al Banjari SANTRI NT; (b) Terbaik 2: Grup Al Banjari JDFI Sirojul Munir; (c) Terbaik 3: Grup Al Banjari UFUQIL ULA – Pasuruan; (d) Terbaik 4: Grup Al Banjari AISAMAL; (e) Best Vocal: Grup Al Banjari AL KHIFQON – Malang; dan (f) Best Jingle: Grup Al Banjari JDFI 24 – Malang.





