MIU Login

Fakultas Syariah Gelar Pesantren Virtual dan Stadium General

Sebagian masyarakat memahami Fikih sebagai sebuah dogma yang kaku dan menjadi norma yang mengikat secara ketat. Sebagian lainnya memandang Fikih sebagai objek yang dinamis dan dapat secara fleksibel namun rasional mengalami perubahan sesuai dengan konteks zaman. Kedua hal tersebut kerap menimbulkan polemik sebab berakar dari landasan pikir yang berbeda.

Untuk menjawab pertanyaan problematis tentang perkembangan Fikih mutakhir, Fakultas Syariah menggelar Stadium General bertajuk “Kitab Fikih antara Normativitas dan Dinamisitas”. Dalam kegiatan ini, tiga pemateri kunci diundang untuk menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai perkembangan Fikih mutakhir dan relevansinya dengan substansi dalam turas (kitab Fikih klasik). Ketiganya adalah Dr. (HC) K.H. Afifuddin Muhajir, M.Ag. (Rais Syuriah PBNU dan Ketua Komisi Fatwa MUI), K.H. Abdul Ghofur (Wakil Katib Syuriah PBNU dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar), serta Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag., (Guru Besar Ushul Fiqh Fakultas Syariah UIN Maliki Malang). Ketiganya membahas substansi Fikih yang bersifat syariat mutlak (harga mati) dan dinamis. Keduanya ada dan perlu dipahami sebagai hal yang berbeda. Dengan demikian, nalar ijtihad bisa dilakukan terhadap aturan-aturan yang bersifat adaptif dengan perkembangan dan perubahan zaman.

Acara virtual ini diselenggarakan pada Rabu, 10 November 2021, mulai pukul 08.30—12.30 WIB. Dibuka oleh Dr. Zaenul Mahmudi, M.A. (Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Maliki Malang), kegiatan ini berlangsung hangat. Para peserta di ruang zoom yang berjumlah 320 orang sangat antusias dan aktif mengikuti kegiatan hingga akhir. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru dengan pertanyaan-pertanyaan substansial dan menarik dari para partisipan.

Dalam gelaran ini juga dilaksanakan launching Pesantren Virtual yang menjadi salah satu icon branding Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Program pesantren virtual yang dimotori unit turas memberikan kesempatan bagi sivitas akademika UIN maliki Malang untuk dapat menggali dan mengembangkan substansi keilmuan syariah melalui jalur telaah kitab klasik. Meski digagas spesial untuk akademisi Fakultas Syariah, program ini juga sangat terbuka untuk berbagai kalangan yang ingin mengembangkan wawasan, sebab aktivitas ini akan ajek dilaksanakan secara virtual melalui ruang zoom.

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Prof. Dr. Ummi Sumbulah (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang). Beliau berharap, kehadiran pesantren virtual dapat menambah khazanah pengetahuan mahasiswa ke depannya dan meminimalisasi gap antara para akademisi dan masyarakat umum dalam konteks pemahaman turas.

K.H. Abdul Ghofur sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beliau bangga karena Fakultas Syariah memiliki terobosan untuk menghidupkan khazanah turas di perguruan tinggi negeri. K.H. Afif (sapaan akrab salah satu pemateri) melayangkan pendapat yang sama. Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah ini juga memiliki ekspektasi yang besar terhadap penyelenggaraan pesantren virtual. “Semoga kegiatan Pesantren Virtual ini bisa menjadi wadah pembentukan kader fuqaha yang mumpuni,” tandas beliau.

Berita Terkait