MIU Login

Fakultas Syariah dan Langkah Terakota: Jejak Sulam Harapan dan Kesehatan Jiwa

SYARIAH (Feature) – Tempias matahari menghujani halaman rektorat UIN Maliki Malang dengan cahaya pagi yang menyegarkan. Aktivitas tak biasa tengah digelar pada 10 Oktober 2025. Ratusan sivitas akademika menyebar menikmati lantunan musik dan gema selawat yang disajikan dengan syahdu sebagai pembuka agenda Dies Maulidiyah UIN Maliki yang diawali dengan Kick Off Promosi Kesehatan Mental dan Long March.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, yang juga memimpin penanaman pohon sebagai simbol harapan baru sekaligus pelepasan 64 balon yang menandai awal perjalanan long march. Balon-balon itu melayang ke udara, membawa harapan agar seluruh sivitas akademika sehat secara mental dan melahirkan energi positif.

Tim Fakultas Syariah melangkah penuh semangat dengan mengenakan seragam terakota khas yang dipadupadankan dengan warna ivory. Mereka bukan sekadar berjalan, melainkan membawa misi besar: menggelorakan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di tengah peringatan Dies Maulidiyah ke-64.

Di barisan depan long march, tampak Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang memimpin pasukan srikandi Fakultas Syariah. Dengan penuh semangat, mereka melintasi rute kampus yang sudah dihafal betul — dari Gedung Rektorat, Fakultas Humaniora, hingga berakhir kembali di titik awal. Di sepanjang jalan, sorak-sorai mereka membahana dengan seruan “Fakultas Syariah, Hebat, Melesat, Unggul, Impactfull,” sebuah tagline yang menjadi nyawa semangat mereka.

Poster-poster berisi pesan-pesan penting tentang kesehatan mental dan Family Corner ikut mereka bawa, bukan hanya sebagai dekorasi, tapi sebagai bentuk nyata ajakan untuk peduli dan saling mendukung antar anggota kampus. Langkah mereka bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi sebuah perjalanan yang sarat makna.

“Terima kasih kepada teman-teman Fakultas Syariah yang sudah mendedikasikan waktunya dan effort yang luar biasa untuk memeriahkan acara hari ini. Kick Off dan Long March Dies Maulidiyah hari ini adalah sebuah momentum yang menandai bahwa kita semua harus sehat secara mental untuk menciptakan kebahagiaan kepada diri, keluarga, kampus, fakultas, dan semua warga kita,” ungkap Prof. Umi Sumbulah dengan penuh rasa optimisme saat long march berlangsung.

Selain menggerakkan langkah, tim Fakultas Syariah juga membagikan ratusan pembatas buku berisi infografis tentang kesehatan mental kepada para peserta dan sivitas akademika. Upaya edukasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kesadaran dan memperluas pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa di tengah dinamika kehidupan kampus.

Siti Zulaicha, salah satu dosen peserta long march yang merupakan tim Family Corner Fakultas Syariah memegang erat poster bertuliskan “In Family Corner, Rediscover Your Joy”. Baginya, agenda ini bukan hanya wujud eksistensi, tetapi juga langkah nyata upaya memperkenalkan Family Corner sebagai ruang bersandar bagi sivitas akademika, terutama mahasiswa.

“Banyak mahasiswa yang ruang-ruang berceritanya terpangkas karena jauh dari keluarga. Perubahan atmosfer akademik dari ranah sekolah menengah atas ke bangku kuliah terkadang menjadi problematika adaptasi yang sulit diatasi. Apa pun itu, Family Corner selalu siap menjadi telinga dan bahu untuk mereka. Karena sebenarnya, seringkali yang dibutuhkan oleh para konseli bukanlah solusi, tetapi ruang kecil untuk mendengarkan cerita-cerita mereka yang selama ini terpendam,” tutur Siti Zulaicha yang lebih akrab disapa Bu Icha.

Dies Maulidiyah ke-64 kali ini bukan hanya perayaan biasa, tapi sebuah panggilan bagi seluruh sivitas akademika UIN Maliki untuk menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas utama. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Fakultas Syariah membuktikan bahwa merayakan hari jadi institusi bisa beriringan dengan membangun kualitas hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait