SYARIAH – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seleksi wawancara bagi calon Dosen Luar Biasa (LB) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 14 peserta mengikuti tahapan seleksi yang berlangsung di Ruang Meeting Utama Gedung Fakultas Syariah, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan mutu akademik.
Rekrutmen dosen LB juga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan tenaga pendidik yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Sebelum tes wawancara dimulai, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi ini tidak hanya bertujuan memastikan calon dosen memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, sikap profesional, dan komitmen untuk mengabdi di lingkungan Fakultas Syariah.
“Kami memanggil para pelamar untuk melihat kompetensinya, sekaligus menilai attitude dan komitmennya dalam mengabdi di Fakultas Syariah. Menjadi dosen luar biasa (LB) bukan semata-mata untuk mencari penghasilan, tetapi merupakan bentuk pengabdian. Karena itu, sejak awal saya sampaikan, kalau orientasinya mencari uang, jangan menjadi dosen LB. Namun jika ingin mengabdi dan berkontribusi dalam dunia akademik, inilah tempatnya,” ujar Prof. Umi.
Menurutnya, kebutuhan dosen LB di Fakultas Syariah didorong oleh meningkatnya beban mengajar dosen tetap. Saat ini, sebagian dosen telah mengampu beban mengajar hingga lebih dari 24 SKS per semester sehingga ruang untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi terbatas.
“Banyak dosen kami yang sudah mengampu 16 SKS, 20 SKS, bahkan ada yang mencapai 24 hingga 26 SKS. Dengan beban mengajar yang sangat tinggi, mereka tentu tidak dapat menjalankan dua pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya secara optimal, yakni penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, adanya tambahan jumlah mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027 membuat Fakultas Syariah membutuhkan tambahan tenaga pengajar,” jelasnya.
Prof. Umi menambahkan, dosen yang dinyatakan lolos seleksi tidak akan langsung mengajar secara mandiri. Mereka terlebih dahulu akan menjalani masa pendampingan sebagai asisten dosen senior agar memahami budaya akademik, sistem pembelajaran, serta standar mutu yang diterapkan di Fakultas Syariah.
“Mereka akan kami magangkan sebagai asisten dosen senior. Mereka mengikuti proses perkuliahan, mempelajari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), buku induk, serta referensi yang digunakan dosen senior. Dengan cara itu mereka memperoleh pengalaman, wawasan, dan keterampilan agar siap menjadi dosen yang profesional,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap budaya akademik di lingkungan Fakultas Syariah.
“Mereka harus mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Fakultas Syariah UIN Malang. Mengajar harus tepat waktu, disiplin, dan terbuka terhadap mahasiswa. Bersama-sama kita akan membentuk kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional mereka agar menjadi dosen yang berkualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Fakultas Syariah, Sunik Ami, S.Ag., menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi administrasi sebelum mengikuti wawancara.
Berkas yang diverifikasi meliputi surat lamaran, ijazah untuk memastikan linieritas dengan program studi yang dilamar, biodata, serta curriculum vitae (CV).
“Seleksi administrasi dilakukan untuk memastikan setiap pelamar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, terutama terkait kelengkapan dokumen dan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan kebutuhan program studi,” ujar Sunik.
Pada tahap wawancara, tim penguji menggali berbagai aspek penting dari setiap kandidat, mulai dari motivasi menjadi dosen, kompetensi akademik dan pedagogik, rencana pengembangan karier serta kontribusi bagi Fakultas Syariah, hingga kemampuan beradaptasi dan bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas sebagai dosen (resiliensi).
Melalui rangkaian seleksi tersebut, Fakultas Syariah berharap dapat memperoleh dosen-dosen yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dedikasi, integritas, dan komitmen tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.(MFT)
Sumber: jatimsatunews.com




