Think Clearly, Speak Confidently: Fakultas Syariah Asah Kemampuan Public Speaking 117 Mahasiswa

SYARIAH – Fakultas Syariah menggelar Pelatihan Public Speaking bertajuk “Think Clearly Speak Confidently: Menata Gagasan, Membangun Argumentasi, dan Tampil Memukau di Depan Publik” pada Selasa (15/09) di Aula Gedung C UIN Malang. Kegiatan yang diikuti 117 peserta ini merupakan agenda tahunan. Kali ini, agenda digelar dengan menggandeng Paguyuban Duta Fakultas Syariah.

Acara dimulai pukul 08.15 WIB hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran dekanat Fakultas Syariah yang terdiri atas Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. dan Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. Miftahul Huda, S.HI., M.H. Tak hanya itu, agenda juga melibatkan perwakilan SEMA, DEMA, dan HMPS Prodi Hukum Tata Negara, Hukum Ekonomi Syariah, serta Hukum Keluarga Islam.  

Ketua Panitia Rizka Amaliah mengatakan pelatihan public speaking merupakan agenda rutin Fakultas Syariah yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi di ruang publik. Ia berharap peserta dapat mengembangkan kemampuan tersebut hingga mampu menjadi pembicara profesional di organisasi maupun lembaga masing-masing.

“Saya berharap semoga dengan adanya acara ini teman-teman semua yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi pembicara profesional di organisasi atau lembaganya masing-masing nantinya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Syariah Prof. Umi Sumbulah juga menekankan pentingnya kemampuan menyampaikan gagasan bagi mahasiswa. Menurutnya, penguasaan ilmu perlu diikuti kemampuan mengomunikasikan ilmu tersebut agar dapat dipahami dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jangan hanya jadi orang yang mempunyai ilmu, tapi jadilah orang yang bisa membuat ilmu itu dipahami orang lain. Kita perlu belajar how to speak with knowledge, ethic, and impact. Bagaimana berbicara dengan pengetahuan, adab, dan kebijaksanaan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan berbicara diperlukan dalam berbagai aktivitas akademik dan organisasi, seperti diskusi, rapat, seminar, maupun forum lainnya. Selain itu, mahasiswa didorong untuk menjadi kreator digital yang mampu memproduksi dan menyampaikan informasi secara etis serta kritis.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Mahbub Ainur Rofiq. Sebelum memasuki sesi materi, Dekan Fakultas Syariah menyerahkan sertifikat kepada dua pemateri, Meisy Fajarani, S.H., M.H. dan Norma Hasanatul M., S.Psi., M.Psi. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ice breaking yang diikuti seluruh peserta.

Materi pertama disampaikan Meisy Fajarani, alumnus Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Malang, dengan tema Cara Mengelola Rasa Gugup KetikaBerbicara di Depan Publik. Ia menjelaskan bahwa rasa gugup dapat muncul ketika seseorang menghadapi ancaman sosial atau situasi yang membuat dirinya merasa tertekan saat harus tampil di depan orang lain.

“Gugup yang sehat biasanya muncul sebelum seseorang tampil dan berangsur menghilang ketika mulai berbicara. Sementara itu, gugup yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi hingga menyebabkan seseorang mengalami blank ketika menyampaikan materi,” tegasnya.

Untuk mengelola rasa gugup, peserta diajak memperhatikan postur tubuh dan gestur ketika berbicara. Meisy juga memberikan sejumlah teknik latihan, seperti berbicara di depan cermin, merekam penampilan diri, berlatih di depan teman, hingga menggunakan podium kecil sebagai sarana simulasi.

Materi kedua disampaikan Norma Hasanatul M., alumnus Program Studi Psikologi UIN Malang, dengan tema Think Clearly Speak Confidently. Norma menekankan bahwa pembicara perlu memiliki fokus ketika tampil karena dalam situasi public speaking, pembicara menjadi pihak yang memimpin perhatian audiens di dalam ruangan. Ia menyebutkan bahwa nervous justru menjadi salah satu hal penting untuk membangun fokus dan kepercayaan diri.

“Nervous merupakan reaksi manusiawi yang dapat muncul akibat peningkatan adrenalin. Kepercayaan diri justru ditunjukkan melalui kemampuan seseorang untuk tetap tampil dengan baik meskipun merasakan nervous,” ungkapnya.

Norma turut membahas unsur komunikasi verbal dan nonverbal, termasuk aspek visual, vokal, dan verbal. Ia menekankan pentingnya penggunaan intonasi, kontrol suara, presence, storytelling, serta kemampuan membangun koneksi dengan audiens dan menyesuaikan penyampaian dengan kondisi ruangan.

Norma menutup sesi dengan menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan tentang kesempurnaan, melainkan keberanian untuk menyampaikan gagasan yang diyakini kepada orang lain dengan cara yang mampu menarik perhatian audiens.

Sebagai tindak lanjut, panitia menyiapkan Public Speaking Batch II bagi 20 peserta terbaik berdasarkan hasil penilaian penugasan. Program yang akan dilaksanakan pada 23 September 2026 tersebut menjadi bagian dari pembinaan lanjutan mahasiswa untuk dipersiapkan mewakili Unit Minat Bakat Fakultas Syariah.

Reporter: Najma Fadiyah & Wardah Naila Rahmatika

____________________

Email: syariah@uin-malang.ac.id
Web: syariah.uin-malang.ac.id
Youtube: syariahuinmlg
Instagram: syariahuinmalang
Whatsapp: 0895403661331

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait