Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Malang Ukir Pengalaman Baru pada Musabaqah Syarhil Qur’an

SYARIAH – Keberanian untuk mencoba hal baru menjadi langkah awal bagi Muhammad Daffa Maheswara dalam mengikuti cabang Musabaqah Syarhil Qur’an. Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah semester 2 ini dipercaya sebagai saritilawah dalam tim MSQ yang mewakili UPKM JDFI UIN Malang pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Internal Pembinaan V UKM ASC 2026 yang diselenggarakan oleh UKM ASC Universitas Negeri Malang pada 17 Mei 2026 di Masjid Al Hikmah UM.

Bagi Daffa, MSQ bukanlah bidang yang sejak lama ia tekuni. Sebelumnya, ia lebih familiar dengan cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an. Namun, keinginan untuk berkembang dan menembus batas diri membuatnya berani mengambil tantangan baru.

“Ini pertama kali saya ikut MSQ. Awalnya benar-benar mulai dari nol, tapi saya ingin mencoba dan belajar lebih jauh,” ungkapnya.

Bersama tim yang terdiri dari Yuga Dwi Saputra sebagai pensyarah dan Maulana Ikhsan sebagai qori, Daffa menjalani proses latihan intensif selama kurang lebih satu minggu. Meski tidak memiliki jadwal latihan yang kaku, mereka menanamkan komitmen dan inisiatif tinggi demi memberikan penampilan terbaik.

Menurutnya, kekompakan menjadi kunci utama keberhasilan tim. Latihan rutin, komunikasi yang baik, serta chemistry antaranggota membuat proses persiapan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

“Kalau ingin hasil maksimal, maka persiapannya juga harus lebih maksimal dan dilakukan jauh-jauh hari,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan usaha pribadi, Daffa juga mengaku mendapat dukungan besar dari keluarga, teman-teman, serta para pelatih dan pembimbing yang terus mendampingi sejak awal latihan hingga perlombaan berlangsung.

Dalam penampilannya, tim mereka mengangkat tema “Akhlakul Karimah sebagai Cermin Keberdayaan Mahasantri.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk ajakan kepada generasi muda agar menjadikan akhlak mulia sebagai identitas dan kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat penampilan tersebut, tim MSQ UPKM JDFI UIN Malang berhasil meraih Juara 2 cabang Musabaqah Syarhil Qur’an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Internal Pembinaan V UKM ASC 2026.

Setelah tampil di panggung, Daffa merasa lebih percaya diri karena telah mempersiapkan diri secara maksimal. Meski begitu, ia menyadari masih banyak hal yang perlu dievaluasi mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya di cabang MSQ.

Baginya, kemenangan bukanlah tujuan utama. Pesan dari Kyai Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. menjadi pegangan penting selama mengikuti perlombaan.

“Niatkan ikut lomba ini untuk belajar, karena menang itu hanyalah bonus,” pesan Kyai yang juga menjabat sebagai Mudir Ma’had UIN Maliki tersebut.

Dari pengalaman tersebut, Daffa mendapatkan banyak pelajaran berharga, mulai dari pentingnya kekompakan, keberanian mencoba hal baru, hingga kesempatan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui syiar dakwah.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak menjauh dari Al-Qur’an.

“Yang butuh Al-Qur’an itu kita, bukan Al-Qur’an yang butuh kita. Kita tidak bisa mengubah Al-Qur’an, tapi Al-Qur’an bisa mengubah hidup kita,” pungkasnya.

Reporter : Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

____________________

Email: syariah@uin-malang.ac.id
Web: syariah.uin-malang.ac.id
Youtube: syariahuinmlg
Instagram: syariahuinmalang
Whatsapp: 0895403661331

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait