SYARIAH – Sorak kemenangan menggema di Gedung G Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025). Delegasi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Indonesian Tax Dispute Moot Court Competition (IMTAX) 2025, ajang bergengsi tingkat nasional yang diikuti kampus-kampus ternama di Indonesia.
Kompetisi yang berlangsung sejak Agustus 2025 ini menyeleksi 26 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Setelah melalui tahap seleksi ketat, enam tim terbaik melaju ke babak final, yakni UIN Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, President University, dan UIN Jakarta.
Dalam babak pamungkas di kampus PKN STAN, kontingen UIN Malang tampil dominan. Tim mahasiswa dari Law Student Moot Court (Lasmoot) Fakultas Syariah UIN Malang berhasil menyabet berbagai penghargaan sekaligus, antara lain Juara 1 Kategori Banding, Hakim Terbaik, Terbanding Terbaik, Saksi Terbaik, dan Ahli Terbaik. Torehan ini mengukuhkan UIN Malang sebagai Juara Umum IMTAX 2025, menyingkirkan kampus besar seperti UGM, UNDIP, dan UNS.

Wakil Direktur PKN STAN, Dr. Agus Bandiyono, S.E., M.Si., M.Ak., mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai universitas ternama. “Kegiatan seperti ini rencananya akan kami jadikan agenda tahunan kampus dan ada Piala Juara Umum bergilir,” ujarnya dalam sambutan penutupan lomba.
PKN STAN adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan pendidikan program studi diploma di bidang keuangan negara.
Keberhasilan mahasiswa UIN Malang ini tak lepas dari pembinaan intensif para dosen pendamping Fakultas Syariah UIN Malang, di antaranya Iffaty Nasyiah, M.H., Aditya Prastian Supriyadi, M.H., Nur Jannani, M.H., dan Teguh Setyobudi, M.H.
“Alhamdulillah, torehan yang luar biasa ini sangat membahagiakan dan membanggakan. Saya menyaksikan langsung bagaimana mahasiswa kami bertarung argumen dengan berani melawan peserta dari PTN dan PTKIN ternama di Indonesia dengan penuh percaya diri,” ungkap Teguh Setyobudi, M.H., salah satu pembina Lasmoot yang turut mendampingi tim selama kompetisi.
Sementara itu, Ajun Alwi Akbarudin, salah satu peserta tim, turut mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pembina yang telah mendampingi dan membantu persiapan delegasi. Semoga bapak ibu pembina tetap selalu mendampingi kami dalam perlombaan berikutnya,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas capaian spektakuler ini.
“Saya ucapkan selamat dan sukses untuk tim Tax Dispute Moot Court Competition di STAN yang telah mendapatkan juara umum. Saya kira ini capaian yang luar biasa dan karena itu pembinaan mahasiswa, pembinaan minat bakat mahasiswa harus terus-menerus digenjot, harus terus-menerus difasilitasi, baik itu untuk mahasiswa maupun juga apresiasi terhadap mahasiswa,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Tidak saja untuk mereka ketika masih berstatus mahasiswa, tetapi sangat banyak manfaatnya nanti untuk menambah kompetensi ketika mereka harus S2, studi lanjut, atau ketika mereka harus memasuki dunia kerja.
“Saya kira para pimpinan, Dekanat, Sekprodi, kemudian unit-unit penunjang akademik, dan juga mahasiswa kalau akan terus bersinergi, insyaallah Fakultas Syariah kita akan semakin melejit, hebat, melesat, dan unggul, serta impactful, baik secara akademik maupun non-akademik, untuk dunia pendidikan maupun untuk masyarakat secara luas. Sekali lagi, selamat dan sukses. Saya sebagai Dekan sangat berterima kasih dan appreciate yang setinggi-tingginya atas capaian yang luar biasa ini. Terus berprestasi, terus bangun mercusuar Fakultas Syariah yang nanti akan berimpact pada pengakuan terhadap lulusan dan juga Fakultas itu sendiri,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN Malang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga piawai dalam mengasah kemampuan hukum dan berargumentasi di tingkat nasional. (adv/bua)





