Mahasiswa ICP Fakultas Syariah UIN Malang Pelajari Kerukunan Antaragama di Singapura

MALANG POSCO MEDIA, SINGAPURA – Sebanyak 19 mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan akademik internasional di Singapura pada Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan ini didampingi oleh dosen Fakultas Syariah, Erik Sabti Rahmawati, M.Ag. dan ketua ICP Risma Nur Arifah, M.H.
Dalam kegiatan studi lapangan tersebut, para mahasiswa mengunjungi Harmony in Diversity Gallery (HDG) dan Center of Dialogue Singapore untuk mempelajari praktik kerukunan antarumat beragama di negara multikultural tersebut.

Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana inter-religious harmony atau harmoni antaragama dipelihara di Singapura melalui berbagai pusat dialog, kebijakan sosial, serta inisiatif masyarakat yang bertujuan memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman keyakinan.

”Singapura memberikan perlindungan terhadap sepuluh agama utama yang hidup berdampingan secara harmonis, yaitu Buddha, Islam, Hindu, Kristen, Taoisme, Sikh, Yahudi, Jain, Baha’i, dan Zoroaster,” jelas Direktur Center of Dialogue Singapore, Muhammad Imran Taib.

Ia juga memaparkan profil demografi agama di Singapura. Penganut Buddha mencapai 31,1 persen dan mayoritas dianut etnis Tionghoa. Penduduk yang tidak beragama mencapai 20 persen, terutama dari kalangan generasi muda dan profesional. Kristen dianut sekitar 18,9 persen masyarakat, mencakup Katolik, Protestan, dan Ortodoks. Islam dianut 15,6 persen penduduk, mayoritas berasal dari etnis Melayu dan sebagian etnis India. Taoisme mencapai 8,8 persen, sedangkan Hindu dianut sekitar 5 persen masyarakat. Adapun agama lain seperti Sikh, Yahudi, Jain, dan Baha’i mencapai 0,6 persen.

Melalui Harmony in Diversity Gallery, mahasiswa diajak memahami kehidupan keberagaman di Singapura secara lebih mendalam. Galeri ini dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura bersama mitra komunitas dan menghadirkan potret interaksi antaragama di ruang publik.

Beberapa hal yang dipelajari mahasiswa antara lain representasi sepuluh agama di Singapura, pencarian titik temu nilai-nilai universal antaragama seperti bersuci, berpuasa, dan bersedekah, hingga pembelajaran dari sejarah konflik agama sebagai pengingat pentingnya menjaga keharmonisan sosial.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep ruang publik bersama yang mendorong interaksi lintas budaya dan agama, seperti kedai kopi lokal dan ruang komunitas. Berbagai fitur interaktif, artefak, permainan berbasis skenario, serta teknologi digital di galeri tersebut turut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kohesi sosial dalam masyarakat multikultural.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Malang dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa terkait hukum, toleransi, dan kehidupan antarumat beragama di tengah masyarakat global yang majemuk.

Bagi mahasiswa Fakultas Syariah, kunjungan ini juga memberikan wawasan mengenai penerapan fiqh al-ta’āyush atau fikih koeksistensi, yakni konsep hidup berdampingan secara damai dalam konteks negara sekular yang multikultural. (*/bua)

Sumber : malangposcomefis.id

____________________

Email: syariah@uin-malang.ac.id
Web: syariah.uin-malang.ac.id
Youtube: syariahuinmlg
Instagram: syariahuinmalang
Whatsapp: 0895403661331

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait