Perjuangan Muhammad bin Nasran, Mahasiswa Asing Prodi ILHA UIN Malang Tembus Juara Taekwondo Jatim

SYARIAH – Di balik setiap prestasi, selalu tersimpan proses panjang yang kerap luput dari perhatian. Hal itulah yang dialami Muhammad bin Nasran, mahasiswa asing semester dua asal Malaysia dari Program Studi Ilmu Hadits Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berhasil menorehkan prestasi juara dua dalam kejuaraan taekwondo antar klub tingkat Jawa Timur.

Kejuaraan yang digelar pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dan diselenggarakan oleh pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur tersebut menjadi ajang pembuktian atas kerja keras dan latihan yang selama ini ia jalani. Nasran mengungkapkan, persiapan menuju kompetisi bukanlah hal yang mudah.

Selama kurang lebih satu bulan menjelang pertandingan, ia menjalani latihan intensif hingga lima sampai enam kali dalam sepekan. Rutinitas tersebut harus dijalani di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa yang juga menetap di ma’had.

“Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara ma’had, perkuliahan, dan latihan. Selain itu, rasa malas juga sering menjadi hambatan,” ungkap Nasran.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menerapkan prinsip sederhana dalam mengatur waktu, yakni mendahulukan hal yang paling penting. Saat ada tugas kuliah, ia memilih menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum berlatih. Kedisiplinan inilah yang membuatnya tetap konsisten.

Perjalanan Nasran di dunia taekwondo sendiri terbilang baru. Ia mulai menekuni olahraga ini sejak semester pertama di UIN Malang. Ketertarikannya muncul karena ia menilai taekwondo sebagai olahraga yang dapat diikuti siapa saja.

“Taekwondo bisa diikuti siapa saja. Yang penting kemauan untuk berlatih,” ujarnya.
Meski belum meraih posisi juara pertama, Nasran tetap merasa bangga atas pencapaiannya. Baginya, proses, usaha, dan keberanian untuk terus mencoba jauh lebih penting dibandingkan sekadar hasil akhir.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ia mampu menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet. Ketekunan dan disiplin pun menjadi kunci utama dalam meraih hasil terbaik.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi capaian yang diraih mahasiswa asing tersebut. Ia menyatakan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Harapannya, prestasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menginspirasi mahasiswa lain agar berani berkompetisi serta mengharumkan nama kampus di berbagai ajang,” ujarnya.

Keberhasilan Muhammad bin Nasran ini tidak hanya menjadi catatan prestasi pribadi, tetapi juga mempertegas bahwa keterbatasan waktu dan peran bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian. Dengan semangat, disiplin, dan konsistensi, mahasiswa mampu membuktikan diri serta membawa nama baik kampus di tingkat yang lebih luas.

Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

____________________

Email: syariah@uin-malang.ac.id
Web: syariah.uin-malang.ac.id
Youtube: syariahuinmlg
Instagram: syariahuinmalang
Whatsapp: 0895403661331

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait