Reporter : Marsela Rosiana Putri
SYARIAH – Keseruan “Sekolah Enterpreneur & Mentoring Bisnis“ yang diselenggarakan oleh Unit Pengabdian Fakultas Syariah terpancar melalui antusiasme para peserta. 30 partisipan (didominasi mahasiswa semester 1) hadir secara langsung dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Meeting Fakultas Syariah, Sabtu, 27 November 2021.
Sekolah Enterpeneur & Mentoring Bisnis merupakan usaha Unit Pengabdian Syariah dalam rangka mengoptimalkan kualitas keilmuan mahasiswa dalam berwirausaha. Mengundang narasumber yang merupakan praktisi bisnis sekaligus alumni Fakultas Syariah UIN Maliki membuat suasana mentoring bisnis mengalir begitu seru dan kondusif. Beliau adalah Ema Ferdiana, M.HI, owner Gamis Katun Malang, yang usahanya sudah tidak diragukan lagi sejak 2016 silam. Acara ini dipandu oleh Abdul Aziz, M.HI (CEO Darmala Group) yang juga merupakan dosen di Fakultas Syariah UIN Maliki. Dengan ramah, wirausahawan muda tersebut mengawal acara sehingga para peserta menikmati setiap sesi yang diagendakan.

Layaknya mentoring bisnis pada umumnya, narasumber menjelaskan awal mula bisnis yang ditekuni mulai awal hingga kesuksesan yang telah didapatkan saat ini. Bukan hanya itu, inspirasi dalam membangun sebuah usaha menjadi titik awal yang sangat penting juga digambarkan oleh narasumber.
“Nak! Kalau kamu jualan, coba jualan gamis katun. Karena ibu waktu belanja susah sekali mencari gamis katun,“ tutur Narasumber menirukan pernyataan sang ibu.
Inspirasi usaha Gamis Katun rupanya didapatkan dari kesulitan ibu narasumber dalam mencari pakaian yang nyaman. Hal tersebutlah yang kemudian ditekuni oleh Bu Ema hingga bisnisnya bisa berkembang pesat. Selain menceritakan perjalanan usahanya, Bu Ema juga menyampaikan tips marketing dan pengelolaan keuangan secara detail.

“Saya membuat tim untuk berjualan. Jadi, saya tidak berjalan sendiri. Jualan bareng-bareng, rezeki bareng-bareng “, jelas narasumber.
Tim dalam sebuah usaha sangat ditekankan. Dengan fokus kepada produk yang benar-benar menjadi passion dan hobi, pekerjaan akan berjalan seperti hobi yang menyenangkan begitu pula dengan tim. Mengikuti tren pasar adalah kunci untuk tetap bertahan di tengah perkembangan bisnis. Hal ini di perkuat dengan pernyataan narasumber “Jualan itu bukan apa yang kita inginkan, tetapi kita harus melihat kemauan pasar “.
Di tutup dengan sesi mentoring, setiap peserta saling menyampaikan rencana usahanya dan langsung dibimbing oleh narasumber. Mereka saling bertanya akan solusi dari kendala-kendala yang tengah dihadapi maupun tips agar usaha tetap berkembang selagi mahasiswa menjalankan perkuliahan. Pemberian doorprize menjadi akhir manis acara sekolah enterpreneur & mentoring bisnis. Bingkisan yang menjadi oleh-oleh diberikan narasumber untuk menyemangati para peserta.
“Kesimpulannya, bahwa suatu usaha harus diawali dengan restu kedua orang tua dan diperkuat dengan doa sedini mungkin, insya Allah kita semua bisa sukses. Amin.. “ ungkap host menutup acara ini.





