MIU Login

Seminar “Creatpreneur” Dorong Mahasiswa Bangun Personal Branding Lewat Kreativitas

Reporter : Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah dan Baiq Auliya Maharani Putri
Editor: Rizka Amaliah

SYARIAH — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah menggelar Seminar Sekolah Editing bertema “Creatpreneur: Membangun Personal Branding Melalui Kreativitas dan Inovasi untuk Melahirkan Entrepreneur Muda yang Inspiratif dan Kompetitif” pada 16 November 2025. Acara ini menghadirkan dua pemateri hebat, yaitu Rizki Pratama (Sohib UIN) dan Dewangga yang keduanya merupakan seorang konten kreator.

Dipandu oleh Jenny Karmila Santi sebagai moderator, acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda berlanjut dengan sambutan ketua pelaksana dan wakil ketua HMPS Hukum Ekonomi Syariah.

Dalam sesi penyampaian materi, Rizki Pratama menjelaskan perjalanan membangun personal brandingnya sejak 2019. Ia memulai dari ketertarikannya pada dunia game hingga beralih menjadi konten kreator digital. Seiring berjalannya waktu, personal branding yang ia bangun membawanya pada peningkatan jumlah pengikut dan kemandirian finansial. Menurutnya, personal branding merupakan upaya mengenalkan nilai dan potensi diri kepada publik dan tidak dapat dibangun secara instan.

Rizki menekankan pentingnya mengenali potensi, menentukan jalur yang ingin ditempuh, serta menjaga konsistensi dalam berkarya. Ia menyebut bahwa banyak kesempatan dan relasi baru yang ia dapatkan melalui personal branding. Ia menilai bahwa memulai tanpa terlalu memikirkan kesempurnaan konten dapat membantu seseorang lebih berani memulai.

“Yang penting mulai dulu, jangan terlalu berharap konten pertama langsung sempurna,” ujarnya.

Sementara itu, Dewangga membagikan pengalamannya membangun personal branding melalui stand up comedy sejak 2016. Ia menjelaskan bahwa personal branding memiliki dua bentuk, yaitu yang muncul secara natural dan yang memang dirancang. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis penting untuk mempertajam sudut pandang kreator.

Ia menambahkan bahwa seseorang yang ingin terjun menjadi konten kreator harus menentukan tujuan terlebih dahulu, apakah ingin terlihat keren atau ingin laku?

“Kalau saya, ya, saya milih laku,” ungkapnya sambil tertawa.

Ia menekankan pentingnya mencari keunikan yang tidak dimiliki orang lain, terutama jika di daerah tersebut sudah banyak konten kreator serupa.

Dewangga juga mendorong peserta untuk memanfaatkan latar belakang diri sebagai tema konten karena dianggap lebih mudah dan memiliki nilai keunikan tersendiri. Ia mengingatkan bahwa proses berkarya akan selalu berhadapan dengan pujian maupun kritik.

“Keduanya adalah satu paket yang pasti ditemui, tinggal bagaimana kita menyikapinya,” ujarnya.

Melalui seminar ini, kedua pemateri menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan mengenali potensi diri menjadi kunci dalam membangun personal branding yang kuat dan kompetitif, terutama bagi generasi muda yang ingin memasuki industri konten kreator.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait