MIU Login

Mahasiswi Fakultas Syariah Sabet Podium 2 Lomba Menulis Puisi Nasional

SYARIAH – 15 September 2025, berita gembira datang dari mahasiswi Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Mutia Mustaqilla berhasil menyabet juara 2 kompetisi menulis puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya.

Proses penyisihan yang dimulai pada 22 Agustus ini dilaksanakan secara online dan terbuka untuk masyarakat di seluruh penjuru nusantara. Berbekal pengalaman menulis puisi yang telah dimiliki, Mutia kemudian mengirimkan naskah sesuai dengan tema pada juknis, yakni “Kemerdekaan”.

Mutia mengaku, ia merasa sangat terhubung dengan tema yang ditentukan. Ia pun berusaha menuangkan gagasan berdasarkan pengalamannya ke dalam format puisi.

“Saya menulis puisi dengan sepenuh hati, tanpa berpikir soal menang atau kalah. Setiap baitnya adalah cerminan dari apa yang selama ini saya rasakan tentang perjalanan hidup, tentang rasa ragu, dan tentang semangat kecil yang harus menyala meski kadang nyaris pada. Setelah mengirimkan karya, saya tidak terlalu memikirkannya lagi,” tutur dara jelita ini dalam sesi wawancara.

“Mengikuti lomba puisi ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya belajar bahwa karya yang jujur dari hati memiliki kekuatan tersendiri. Rasanya menakjubkan bisa melihat kata-kata yang dulu hanya tersimpan di kepala, kini diapresiasi oleh orang lain,” tambahnya.

Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. memberikan apresiasi positif untuk Mutia.

“Selamat untuk Mutia Mustaqila. Ini adalah prestasi yang luar biasa untuk Fakultas Syariah. Semoga terus muncul juara-juara nasional yang lain dan ini menjadi iklim yang luar biasa dalam meningkatkan prestasi mahasiswa,” Ujar Prof Umi.

Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI, M.H. turut bangga atas prestasi yang diraih Mutia.

“Ini capaian yang luar biasa. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater,” tuturnya.

Dalam ajang ini, Mutia berhasil mengalahkan peserta lain yang berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, ada pula peserta yang background pendidikannya magister atau lulusan S2. Puisi Mutia kemudian dibukukan dalam sebuah antologi berjudul “Sehelai Bendera, Seribu Harapan”.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait