MIU Login

Dua Mahasiswa Fakultas Syariah Lolos Program Pembibitan Calon Dai Muda Kemenag RI

Reporter: Wardah Naila Rahmatika
Editor: Rizka Amaliah

SYARIAH – Dua mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Milhatussakhoya dan Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah, berhasil lolos sebagai peserta program Pembibitan Calon Dai Muda (PCDM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan dilanjutkan dengan magang lapangan pada 9–13 Agustus 2025 di lima pesantren yang berlokasi di Jawa Barat. Dari total 634 pendaftar, hanya 200 peserta yang berhasil lolos seleksi tingkat nasional.

Program PCDM dirancang untuk membekali para dai muda dengan keterampilan dakwah dan keterampilan sosial agar mampu terjun langsung ke masyarakat. Milha dan Mawa merupakan dua di antara peserta yang baru memulai langkah di bidang dakwah. Keduanya berasal dari program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Dalam tahap magang, Milha ditempatkan di Pondok Cipulus, Purwakarta, sedangkan Mawa menjalani magang di salah satu pondok pesantren di Bekasi.

“Awalnya saya mendaftar karena gabut saat liburan, tidak menyangka bisa lolos seleksi nasional. Keluarga, terutama ayah, sangat excited ketika tahu hasilnya,” ujar Milha. Sementara itu, Mawa mengaku mendaftar di H-1 penutupan karena terinspirasi oleh Milha.

“Saya buat video pendaftaran seadanya di ruangan sederhana, tanpa ekspektasi bakal lolos. Awalnya ragu berangkat karena belum dapat izin dan sempat khawatir soal transportasi, tapi Alhamdulillah Allah memudahkan semuanya”, tuturnya.

Selama masa magang, keduanya tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman dakwah, tetapi juga terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif di pondok pesantren tempat mereka ditempatkan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir, para peserta dai muda ditugaskan melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Kemenag di daerah masing-masing sebagai tindak lanjut pelatihan untuk aksi nyata di masyarakat.

Baik Milha maupun Mawa berharap pengalaman dari program ini dapat dikembangkan di lingkungan kampus. “Kami ingin kegiatan pelatihan dakwah seperti ini bisa dikembangkan di UIN Malang, misalnya dengan adanya podcast di lingkup Fakultas Syariah,” kata Milha.

Pelatihan dai muda diharapkan dapat mencetak generasi dai dan daiyah yang tidak hanya berdakwah dari mimbar ke mimbar, tetapi juga aktif di ruang digital melalui tulisan, konten, dan karya yang menggerakkan hati serta membawa perubahan.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait