{"id":8738,"date":"2012-11-14T04:56:37","date_gmt":"2012-11-13T21:56:37","guid":{"rendered":"https:\/\/syariahnew.uin-malang.ac.id\/vbcvb\/"},"modified":"2012-11-14T04:56:37","modified_gmt":"2012-11-13T21:56:37","slug":"vbcvb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/vbcvb\/","title":{"rendered":"Term of Reference (TOR)   Seminar Nasional  \u201cIslam, Negara dan Pancasila\u201d  Fakultas Syariah UIN MALIKI Malang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>SEMINAR NASIONAL \u201cISLAM, NEGARA DAN PANCASILA\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A. Dasar Pemikiran\u00a0<\/strong> <br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Diskursus tentang relasi agama dan negara dalam Islam adalah wacana yang sangat krusial, dan telah lama memancing debat dan sengketa intelektual, baik dalam pemikiran keislaman klasik maupun dalam kajian politik Islam kontemporer. Di sejumlah negara yang mayoritas muslim, perdebatan ini tidak saja mengundang konflik antarumat Islam, melainkan juga menjadi prahara bagi Negara tersebut. Konteks relasi agama dan negara di Indonesia telah melewati aneka masa, beragam generasi, bermacam langgam rezim politik negara; mulai dari masa pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan di era penjajahan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi. <br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Hasil akhir dan keputusan final dari perdebatan panjang di antara para founding fathers negeri ini adalah disepakatinya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan pertimbangan pluralitas agama, ras etnis dan kultur yang dibingkai dalam \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d. NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara, telah menjadi pemandu bagi sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia, dalam proses sosial, ekonomi, agama, budaya, dan politik. <br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia, telah muncul berbagai gerakan yang berupaya untuk mengganti bentuk dan dasar negara, yang dipandang tidak islami. Upaya-upaya yang dilakukan oleh gerakan lokal yang dimotori DI\/TII dengan ideolog NII dan kelompok-kelompok lainnya, berupaya untuk mengubah negara ini menjadi Negara Islam. Berbagai kasus kekerasan terhadap kelompok minoritas, kasus bom buku dan\u00a0 penemuan bom di berbagai tempat, aksi bom bunuh diri dan pengeboman sejumlah tempat ibadah, juga menunjukkan bahwa eksistensi NKRI hingga kini terus menghadapi tantangan dan ancaman. Bahkan dalam dua dasawarsa terakhir, muncul sejumlah gerakan transnasional yang secara ideologis maupun politis dapat mengancam eksistensi NKRI, karena ingin menjadikan negara ini sebagai bagian dari konsepsi sistem kekhilafahan universal. Referensi historis berupa Piagam Madinah selama ini digunakan sebagai legitimasi bagi dasar pendirian Negara Islam, padahal Piagam Madinah merupakan nota kesepahaman antara nabi SAW dengan para penduduk Madinah untuk hidup berdampingan secara damai. Demikian juga sistem kekhilafahan (yang sebenarnya adalah dinasti) dalam sejarah politik Islam pasca khalifah rasyidah, juga menjadi referensi bagi kelompok ini untuk mewujudkan kembali sistem tersebut.<\/p>\n<p>  <!--more-->  <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Tidak hanya bentuk negara, Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, juga \u201cdigugat\u201d banyak kalangan sebagai tidak islami. Pancasila sesungguhnya telah mencakup dan mengakomodir nilai-nilai universal yang diperjuangkan Islam. Di tengah ambisi kuat kalangan modernis dan transnasionalis memimpikan &#8216;negara Islam&#8217;, &#8216;daulah Islamiyah&#8217; atau &#8216;khilafah Islamiyah&#8217; tersebut, maka diperlukan upaya-upaya yang dapat mengokohkan jati diri kita sebagai bagian tak terpisahkan dari negara bangsa Indonesia dalam wadah NKRI. Nasionalisme, Pancasila dan NKRI adalah pilihan politik cerdas yang final dan tidak bisa ditawar dengan kompensasi apapun. Karena itu, segala upaya yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan nasional serta eksistensi negara ini, juga harus \u201cdilawan\u201d secara bersama-sama.<\/p>\n<p><strong>B. Tujuan<\/strong><br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Seminar Nasional \u201cIslam, Negara dan Pancasila\u201d ini bertujuan:<br \/>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Memahami\u00a0 secara proporsional posisi dan relasi agama dan negara perspektif Islam dalam konteks NKRI <br \/>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Merespon dan menyikapi isu-isu kontemporer tentang upaya-upaya gerakan nasional dan transnasional yang dapat mengancam NKRI <br \/>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Meneguhkan identitas nasionalisme sebagai jati diri bangsa Indonesia <br \/>\u00a0<br \/><strong>C. Sasaran<\/strong> <br \/>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Output\/ keluaran: terlaksananya kegiatan seminar nasional dengan tema \u201cIslam, Negara dan Pancasila\u201d\u00a0 <br \/>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Outcome\/hasil: meningkatnya kualitas pemahaman peserta tentang posisi dan relasi \u201cIslam, Negara dan Pancasila\u201d dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p><strong>D.\u00a0 Pelaksanaan<\/strong><br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 29 Nopember 2012 2012 di auditorium Gedung Ir. Soekarno, Rektorat LT.V UIN Maliki Malang<\/p>\n<p><strong>E.\u00a0\u00a0 Penyelenggara<\/strong><br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia penyelenggara yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang.<\/p>\n<p><strong>F.\u00a0\u00a0 Nara Sumber<\/strong> <br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Nara sumber seminar nasional ini terdiri dari dua jenis, yakni nara sumber Pleno dan nara sumber paralel:<br \/>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Dr. KH. Hasyim Muzadi<br \/>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Prof. Dr. H. Mahfudh MD (Mahkamah Konstitusi)<br \/>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Para Dosen dan Peneliti yang terpilih melalui call for papers<\/p>\n<p><strong>G.\u00a0 Peserta<\/strong> <br \/>\u00a0 Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan undangan yang terdiri dari:<br \/>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Pimpinan Fakultas Syariah UIN, IAIN, STAIN dan PTAIS se-Indonesia<br \/>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Pimpinan Partai Politik dan Organisasi keagamaan<br \/>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Para Peneliti Hukum Islam <br \/>4.\u00a0\u00a0\u00a0 Dosen Fakultas Syari&#8217;ah UIN Maliki Malang\u00a0 <br \/>5.\u00a0\u00a0\u00a0 Mahasiswa Fakultas Syariah dan Pascasarjana Prodi Hukum Islam UIN Maliki Malang <br \/>6.\u00a0\u00a0\u00a0 Mahasiswa asing di UIN Maliki Malang<br \/>\u00a0\u00a0 Akomodasi peserta di tanggung oleh peserta masing-masing<br \/><strong>H. Call for papers<\/strong><br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Seminar ini mengundang peserta untuk mengirimkan call for papers sesuai dengan tema seminar melalui ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Penerimaan naskah\/makalah beserta abstrak berbahasa Arab dan Inggris (300-350 kata)\u00a0 dalam bentuk softcopy\u00a0 paling lambat tanggal 23 Nopember 2012 dikirimkan melalui email: syariah@uin-malang.ac.id<\/li>\n<li>Review dan seleksi makalah tanggal 24-25 November 2012<\/li>\n<li>Pengumuman Hasil seleksi tanggal 26 November 2012\u00a0<\/li>\n<li>Panjang naskah maksimal 5000 kata (di luar supporting documents)<\/li>\n<li>Font 12pts (Times New Roman), spasi 1,5<\/li>\n<li>Penulisan Referensi menggunakan footnote<\/li>\n<li>Melampirkan short curriculum vitae dan foto elektronik<\/li>\n<li>Tulisan yang terpilih akan dikenakan biaya sebesar Rp. 150.000 untuk mencetak prosiding kegiatan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>I. Tema-tema Call For Papers<\/strong><br \/>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemerintahan Islam Perspektif Sosio-Historis<br \/>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Relasi Negara dan Hukum Islam <br \/>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Politik Islam dan Tantangan Demokrasi di Indonesia<\/p>\n<p><strong>J. Penutup<\/strong><br \/>\u00a0\u00a0\u00a0 Demikian Term of Reference (TOR) pelaksanaan Seminar Nasional. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi Dr. Zaenul Mahmudi, MA (0816736919), Ahmad Izzuddin, M.HI (08155130764) dan Jamilah, MA (081586183074) atau mengakses Website: http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id.\u00a0 <\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMINAR NASIONAL \u201cISLAM, NEGARA DAN PANCASILA\u201d A. Dasar Pemikiran\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Diskursus tentang relasi agama dan negara dalam Islam adalah wacana yang sangat krusial, dan telah lama memancing debat dan sengketa intelektual, baik dalam pemikiran keislaman klasik maupun dalam kajian politik Islam kontemporer. Di sejumlah negara yang mayoritas muslim, perdebatan ini tidak saja mengundang konflik antarumat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-8738","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8738"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8738\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}