{"id":19028,"date":"2025-10-28T03:59:29","date_gmt":"2025-10-28T03:59:29","guid":{"rendered":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/?p=19028"},"modified":"2026-04-17T09:08:33","modified_gmt":"2026-04-17T09:08:33","slug":"fakultas-syariah-uin-malang-gelar-pelatihan-digitalisasi-hadis-integrasikan-ilmu-keislaman-dan-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/fakultas-syariah-uin-malang-gelar-pelatihan-digitalisasi-hadis-integrasikan-ilmu-keislaman-dan-teknologi\/","title":{"rendered":"Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Pelatihan Digitalisasi Hadis, Integrasikan Ilmu Keislaman dan Teknologi"},"content":{"rendered":"<p><strong>SYARIAH &#8211;<\/strong> Dunia dakwah kini menuntut cara baru. Di era serbadigital, penyebaran hadis bukan lagi hanya lewat mimbar, tetapi juga lewat layar. Menyadari hal itu, Fakultas Syariah Program Studi Ilmu Hadis dan Al-Qur\u2019an (ILHA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan bertajuk \u201cHadis di Era Digital: Integrasi Ilmu Hadis dan Teknologi Informasi\u201d, Selasa (28\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan yang berlangsung di Auditorium lantai 3 Gedung D itu diikuti ratusan mahasiswa dan dosen. Dua pemateri dihadirkan, yakni Alfiansyah, S.Si. dengan materi \u201cDesain untuk Dakwah Digital: Hadis di Media Sosial\u201d dan Abdurrahman, S.Ag. dengan tema \u201cVideo Editing: Pengenalan Hadis Melalui Konten Digital.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"566\" src=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfrfgre-1024x566-1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-19528\" srcset=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfrfgre-1024x566-1.webp 1024w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfrfgre-1024x566-1-300x166.webp 300w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfrfgre-1024x566-1-768x425.webp 768w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfrfgre-1024x566-1-18x10.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lewat pelatihan ini, para mahasiswa dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dalam mempelajari, menyebarkan, sekaligus menjaga otentisitas hadis. Acara dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian di tengah derasnya arus informasi keagamaan di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPelatihan digitalisasi hadis ini sangat bermanfaat. Di era serbadigital ini, penyebaran hadis terjadi begitu cepat dan mudah, sering kali tanpa verifikasi mendalam mengenai sumber atau sanadnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengingatkan, kemudahan digital di satu sisi membantu masyarakat belajar sunnah, namun di sisi lain menyimpan ancaman. \u201cFenomena ini menimbulkan tantangan serius terhadap otentisitas, validitas, dan akurasi periwayatan hadis, meskipun di sisi lain digitalisasi juga membuka gerbang kemudahan bagi masyarakat untuk mempelajari sunah Nabi,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak berhenti di situ, Miftah juga menyoroti risiko penyebaran hadis palsu. \u201cTantangannya dikhawatirkan akan munculnya hadis palsu dan misinformasi yang menyebar cepat di platform digital. Kolaborasi antara pendidik, ulama dan pengembang teknologi menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pembelajaran hadis yang aman, inklusif, dan ilmiah,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu, Miftah turut memotivasi para peserta agar aktif mengembangkan diri. \u201cMahasiswa harus melakukan manajemen waktu yang baik, proaktif dalam kegiatan dan juga menjaga kesehatan fisik dan mental,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Alfiansyah dalam pemaparan materinya menyoroti fenomena maraknya konten keagamaan yang menyesatkan di media sosial. Termasuk tersebarnya berita-berita hoax tentang hadis di media sosial begitu menghawatirkan. Menurutnya, masyarakat awan yang tidak paham ilmu hadis, akan menganggap apapun yang menarik (dari segi visual) sebagai kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"622\" src=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfsge-1024x622-1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-19530\" srcset=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfsge-1024x622-1.webp 1024w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfsge-1024x622-1-300x182.webp 300w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfsge-1024x622-1-768x467.webp 768w, https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/asfsge-1024x622-1-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cMaka, materi ini penting disampaikan agar mahasiswa ilmu hadis mampu menerapkan ilmu-ilmu hadis yang sudah dipelajari dan ikut serta menyebarkan hadis-hadis yang kredibel di sosial media, agar hadis yang benar bisa mendominasi dan terus eksis di era digital ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Kaprodi ILHA, Prof. Dr. H. Nasrullah, mengingatkan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar mahasiswa masa kini. \u201cDi masa lalu, buta huruf berarti tidak bisa membaca dan menulis. Saat ini, di era modern era society 5.0 ketidakmampuan untuk menggunakan komputer atau teknologi digital lainnya dapat dianggap sebagai bentuk baru dari \u2018buta huruf\u2019 karena dapat menjadi hambatan besar dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan akses informasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prof. Nasrullah, kemampuan digital menjadi bagian penting untuk bertahan di dunia modern. \u201cSemuanya sudah dikendalikan digital, siapa yang menguasai dunia maya kuasai digital, pengen eksis maka narsis yang positif,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTransformasi digital telah mengubah cara umat Islam mengakses, memahami, dan menyebarkan ilmu keislaman, termasuk dalam studi hadits. Saya minta semuanya mengikuti kegiatan ini sampai selesai,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini, UIN Malang berkomitmen melahirkan generasi ilmuwan muda yang mampu menjembatani ilmu agama dengan kemajuan teknologi, agar pesan-pesan keislaman tetap otentik dan relevan di tengah arus digitalisasi yang kian cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/malangposcomedia.id\/fakultas-syariah-uin-malang-gelar-pelatihan-digitalisasi-hadis-integrasikan-ilmu-keislaman-dan-teknologi\/\">malangposcomedia.id<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SYARIAH &#8211; Dunia dakwah kini menuntut cara baru. Di era serbadigital, penyebaran hadis bukan lagi hanya lewat mimbar, tetapi juga lewat layar. Menyadari hal itu, Fakultas Syariah Program Studi Ilmu Hadis dan Al-Qur\u2019an (ILHA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan bertajuk \u201cHadis di Era Digital: Integrasi Ilmu Hadis dan Teknologi Informasi\u201d, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19031,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-19028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19028"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19531,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19028\/revisions\/19531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}