{"id":15037,"date":"2021-05-27T12:32:04","date_gmt":"2021-05-27T05:32:04","guid":{"rendered":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/?p=15037"},"modified":"2021-05-27T12:32:04","modified_gmt":"2021-05-27T05:32:04","slug":"perempuan-dan-keluargaradikalisasi-dan-kontra-radikalisme-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/perempuan-dan-keluargaradikalisasi-dan-kontra-radikalisme-di-indonesia\/","title":{"rendered":"PEREMPUAN DAN KELUARGA: Radikalisasi dan Kontra Radikalisme di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Kekerasan berbasis agama, etnis dan gender merupakan tontonan yang bisa disaksikan setiap hari melalui berbagai<br>media. Intoleransi, radikalisme dan terorisme atas nama agama sering kali menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai korban. Perempuan dan radikalisme memiliki sisi paradoksal, di satu sisi merupakan korban dan sasaran radikalisme namun di sisi lain perempuan (dan anak) juga ada yang direkrut dan terlibat menjadi pelaku radikalisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Download Artikel <a href=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Orasi-Ilmiah-Umi-Sumbulah-fix2.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14514\" style=\"width: 150px;\" src=\"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Icon-Klik-Disini-2.png\" alt=\"\"><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekerasan berbasis agama, etnis dan gender merupakan tontonan yang bisa disaksikan setiap hari melalui berbagaimedia. Intoleransi, radikalisme dan terorisme atas nama agama sering kali menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai korban. Perempuan dan radikalisme memiliki sisi paradoksal, di satu sisi merupakan korban dan sasaran radikalisme namun di sisi lain perempuan (dan anak) juga ada yang direkrut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15039,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-15037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15037\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}