Dari Interpretasi ke Performa, Dosen Fakultas Syariah UIN Malang Bahas Seni Membaca Puisi

SYARIAH– Dosen Bahasa Indonesia Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rizka Amaliah, M.Pd., menjadi pemateri dalam agenda diskusi “Seni Membaca Puisi” yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia (UKM IPRI) Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 18.30–20.00 WIB dan diikuti 11 peserta dari beragam latar belakang program studi.

Diskusi tersebut menjadi ruang belajar yang tidak hanya membahas pembacaan puisi secara konseptual, tetapi juga mengajak peserta melakukan interpretasi dan praktik secara langsung. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu hal menarik dalam kegiatan ini. Peserta tidak hanya berasal dari bidang sastra, tetapi juga dari program studi Kimia, Teknik, dan sejumlah bidang keilmuan lainnya.

Dalam sesi diskusi, Rizka mengajak peserta memahami bahwa pembacaan puisi merupakan proses menyampaikan makna teks kepada penyimak. Oleh karena itu, kemampuan teknis vokal perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap isi dan interpretasi puisi.

Puisi “Muara” karya Sapardi Djoko Damono yang terdapat dalam kumpulan Hujan Bulan Juni dipilih sebagai bahan praktik. Peserta terlebih dahulu melakukan interpretasi terhadap puisi tersebut sebelum mempraktikkan pembacaannya secara bergiliran.

Melalui praktik tersebut, setiap peserta menunjukkan karakter pembacaan yang berbeda, baik dari aspek penghayatan, artikulasi, intonasi, tempo, maupun dinamika suara. Perbedaan teknik tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama untuk melihat sejauh mana teknik pembacaan mampu mendukung penyampaian makna puisi.

Saat mengevaluasi salah satu peserta yang menggunakan teknik stakato dalam pembacaan, Rizka menekankan pentingnya menempatkan teknik vokal sebagai sarana, bukan tujuan utama.

“Puisi tidak hanya tentang keindahan bunyi, tetapi tentang penyampaian pesan terhadap penyimaknya. Ada banyak pembaca puisi yang gagal dalam performansinya karena terlalu fokus pada teknik vokal, bukan pada isi dan upaya untuk mentransfernya kepada audiens,” ulas Rizka.

Menurutnya, pembaca perlu terlebih dahulu memahami puisi yang akan dibawakan agar pilihan teknik vokal, tempo, jeda, tekanan, dan ekspresi memiliki alasan interpretatif. Dengan demikian, pembacaan puisi tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan bunyi yang indah, tetapi mampu menghadirkan pengalaman estetik sekaligus menyampaikan gagasan kepada audiens.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa apresiasi dan praktik sastra dapat menjadi ruang pertemuan lintas disiplin. Peserta dari berbagai program studi berkesempatan mengenali puisi melalui proses membaca, menafsirkan, dan mengomunikasikan maknanya secara langsung.

____________________

Email: syariah@uin-malang.ac.id
Web: syariah.uin-malang.ac.id
Youtube: syariahuinmlg
Instagram: syariahuinmalang
Whatsapp: 0895403661331

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait