{"id":9055,"date":"2013-11-15T04:05:26","date_gmt":"2013-11-14T21:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/syariahnew.uin-malang.ac.id\/motivasi-praktek-kawin-gundik-studi-di-desa-cibadak-kecamatan-sukaresmi-kabupaten-cianjur\/"},"modified":"2013-11-15T04:05:26","modified_gmt":"2013-11-14T21:05:26","slug":"motivasi-praktek-kawin-gundik-studi-di-desa-cibadak-kecamatan-sukaresmi-kabupaten-cianjur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/motivasi-praktek-kawin-gundik-studi-di-desa-cibadak-kecamatan-sukaresmi-kabupaten-cianjur\/","title":{"rendered":"MOTIVASI PRAKTEK KAWIN GUNDIK (Studi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur)"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">MOTIVASI PRAKTEK KAWIN GUNDIK<\/span><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">(Studi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur)<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Dirga Septia Nugraha<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang<\/span><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Jl. Gajayana 50 Malang<\/span><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Email : <\/span><\/i><i><\/i><i><a href=\"mailto:Santriberprestasi@yahoo.com\"><span style=\"color: #000000;\">Santriberprestasi@yahoo.com<\/span><\/a><\/i><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;<\/span><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Abstrak<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">The discussion in this study is about motivation Mating Practices actors and how the practice of mating Mistress mistresses do. Polygamous marriage marry mistress is done by tourists who come from the middle east with indigenous women, indigenous women&#8217;s status mistress. This study used a qualitative approach to the type of empirical research ( field ), sociological paradigm used is phenomenological . economic motivation for women is a major factor willingness to perform marriage contract mistress, because the background olek weak economic condition of the family, breaking Atua elementary education at junior high school, as well as the desire to live independently and all-sufficient. While the psychological motivation in meeting the needs of the biological relationship is a major factor for male actors, because wanted to avoid adultery. Actor-behavior desire to marry mistress in the background background no participation by wives who were married in the country when a visit or vacation to Indonesia. mistress groove mating practices, initiated by the offer made by the brokers as tourist hook, if the tourists want the broker to find a woman from the countryside who want to be a mistress, then confronted the woman with the man, if there is an agreement then the reception marriage ceremony held at the mistresses who have been in the rental place.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang motivasi pelaku Praktek Kawin Gundik dan bagaiman praktek kawin gundik dilakukan. Kawin gundik adalah perkawinan poligami yang dilakukan oleh turis yang berasal dari timur tengah dengan wanita pribumi, wanita pribumi berstatus istri simpanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris (lapangan), paradigma yang digunakan adalah sosiologis fenomenologis. bagi perempuan motivasi ekonomis merupakan faktor utama kerelaan untuk melakukan akad kawin gundik, karena dilatar belakangi olek kondisi lemahnya perekonomian keluarga, terputusnya pendidikan pada jenjang SD atua SMP, serta keinginan hidup mandiri dan serba berkecukupan. Sedangkan motivasi psikologis dalam pemenuhan kebutuhan hubungan biologis merupakan faktor utama bagi pelaku laki-laki, dikarenakan ingin menghindari perzinahan. Keinginan pelaku-laku untuk melakukan kawin gundik di latar belakangi oleh tidak ikut sertanya istri yang telah dinikahi di negaranya ketika kunjungan atau liburan ke Indonesia. alur praktek kawin gundik, diawali oleh penawaran yang dilakukan oleh calo sebagai gaet turis tersebut, jika turis tersebut menghendaki maka calo mencarikan seorang perempuan dari pedesaan yang mau untuk menjadi istri simpanannya, kemudian dipertemukan wanita tersebut dengan pihak laki-laki, jika terjadi kesepakatan maka resepsi akad kawin gundik dilaksanakan di tempat yang telah di sewa.<br style=\"page-break-before: always;\" clear=\"all\"><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>A.<\/b><b>Latar Belakang<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Indonesia merupakan salah satu wilayah atau negara yang berada pada garis <i>zamrud katulistiwa<\/i>, negara yang kaya sumber daya alam, bahkan alam Indonesia dapat dijadikan sebagai objek pariwisata. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kunjungan para turis lokal maupun dari berbagai manca negara, turut andil dalam menyumbangkan pemasukan kas devisa negara. Pada tahun 2009, pemasukan devisa negara dari bidang pariwisata menempati urutan ketiga setelah minyak dan gas bumi serta kelapa sawit.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[1]<\/span><\/span><\/a><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> Kedatangan para turis dari berbagai manca negara ke Indonesia tidak semata-mata terfokus hanya pada sektor perekonomian dalam hal pemasukan devisa negara, namun jauh lebih penting, kita perlu mengamati bersama gesekan dan pertukaran budaya, salah satu diantaranya adalah perkawinan.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Praktek perkawinan yang ada di Indonesia sangat berfarian, karena Indonesia kaya akan budaya dan keyakinan. Praktek kawin gundik yang terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur adalah salah satu dari gesekan dan pertukaran budaya para turis yang datang ke Indonesia terutama bagi negara-negara yang berasal dari timur tengah, seperti Iran, Yaman, Mesir, Saudi Arabia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Bapak Rohmat menyatakan bahwa, <i>secara historis<\/i> kawin gundik yang terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. merupakan pergeseran pemahaman dari praktik kawin kontrak yang berada di Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn2\" name=\"_ftnref2\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[2]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kawin gundik teh ayana ku sabab razia terus-terusan ku pihak kapolisian ti kawasan puncak, daerah pakampungan urang sarena salah sahiji wilayah nu rada caket sareng perbatasan kanggo palumpatan jeung deih ngeserna pamahaman jelma nu sok milampah kawin kontrak kana kawin gundik tina masalah waktos, ari kawin kontrakmah samentara ari kawin gundikmah salilana sapertos umumna kernyiasatan tina razia polisi..<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn3\" name=\"_ftnref3\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[3]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Kawin Gundik terjadi karena adanya razia terus menerus yang dilakukan oleh polisi di kawasan puncak (Cisarua-Bogor), daerah perkampungan kita merupakan salah satu daerah yang dekat dengan perbatasan yang dijadikan tempat pelarian. Dan terjadinya pergeseran pemahaman (pelaku) kawin kontrak pada kawin gundik dari waktu perkawinannya. Jika kawin kontrak hanya sebatas jangka waktu tertentu, sedangkan kawin gundik selamanya seperti pernikahan pada umumnya, sebagai siasat ketika terjadi razia. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Secara psiko sosiologis, seseorang memiliki dorongan atau motivasi dalam melakukan perkawinan termasuk praktek kawin gundik. Dadang Hawari, mengutarakan bahwa perkawinan dibangun atas dua prinsip, yang memotivasi seseorang untuk memenuhinya, yaitu; aspek biologis terutama diarahkan pada hubungan suami dan istri, dan aspek afeksional agar manusia merasa tenang dan tentram berdasarkan kasih sayang (<i>security feeling<\/i>).<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn4\" name=\"_ftnref4\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[4]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Setelah peneliti, melakukan observasi pada <i>pra-reaserch<\/i> dan wawancara dengan berbagai latar belakang informan terkait praktek kawin gundik, maka peneliti terterik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap MOTIVASI PRAKTEK KAWIN GUNDIK (Studi Di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur).<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>B.<\/b><b>Tujuan Penelitian<\/b><\/span>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>1.Untuk mendeskripsikan motivasi pelaku dalam melakukan kawin gundik yang terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur ?<\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">2.<\/span><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Untuk mendeskripsikan praktek kawin gundik yang terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur ?<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><b>C.<\/b><b>Definisi Perkawinan<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Mendefinisikan makna perkawinan atau nikah merupakan <i>wasilah<\/i> (perantara) untuk memaknai dan memahami maksud dari pernikahan secara <i>kaffah <\/i>(sempurna). Secara bahasa atau etimologis, perkawinan atau nikah bermakna : berkumpul, bersenggama, setubuh.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn5\" name=\"_ftnref5\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[5]<\/span><\/span><\/a><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> Dalam Kitab <i>Lisan al Arab, Al\u2019Asya\u2019<\/i> dan didukung oleh <i>al-Azhary<\/i>, berpendapat bahwa, kata nikah (<\/span><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u0646\u0643\u0627\u062d<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">) sepadan maknanya dengan <i>Tazawwaj<\/i> (<\/span><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u062a\u0632\u0648\u0651\u062c<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">) atau mengawini atau menikahi atau melaksanakan akad. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur\u2019an surat An-Nur (24) ayat 3 : <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic'; color: #000000;\">\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0644\u0627<span style=\"text-decoration: underline;\"> \u064a\u064e\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f<\/span> \u0625\u0644\u0627 \u0632\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u0644\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0627 \u0632\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064c \u0648\u064e\u062d\u064f\u0631\u0650\u0651\u0645\u064e \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Artinya&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : <i>Laki-laki yang berzina tidak <span style=\"text-decoration: underline;\">mengawini<\/span> melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (Qs. An-Nisa\u2019 (24) :3)<\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;Ibn Qasim Al-Ghaza, dalam kitabnya <i>Al-Bajuri<\/i> mengemukakan bahwa nikah menurut bahasa adalah :<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u0627\u0644\u0646\u0643\u0627\u062d \u064a\u0637\u0644\u0642 \u0644\u063a\u0629 : \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0636\u0645 \u0648 \u0627\u0644\u0648\u0637\u0621 \u0648 \u0627\u0644\u0639\u0642\u062f<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Artinya &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :<i>\u201cNikah menurut bahasa ialah berhimpun, wath\u2019i dan akad.\u201d<\/i><\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn6\" name=\"_ftnref6\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[6]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Berdasarkan pada definisi yang telah dipaparkan, kita dapat memaknai nikah pada tiga pokok utama, yaitu (1) \u2018akad, karena sejatinya seseorang dapat dinyatakan sah sebagai pasangan suami dan istri adalah ketika akad (ijab dan qabul) di langsungkan. (2) bersenggama, pada dasarnya salah satu motivasi seseorang melaksanakan pernikahan adalah dorongan biologis. (3) berkumpul, bermakna teman hidup yang di dalamnya terkandung makna hak dan kewajiban, dengan pertemana yang di dasari rasa kasih dan sayang diharapkan dapat menghadirkan rasa keamanan, kenyamana, kebahagiaan.&nbsp;&nbsp; <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Kemudian secara istilah <i>(syara\u2019)<\/i> nikah dapat didefenisikan sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Jalaluddin al-Mahalli dalam kitabnya&nbsp;<i>al-Mahalli<\/i>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u0648\u0634\u0631\u0639\u0627 : \u0639\u0642\u062f \u064a\u062a\u0636\u0645\u0646 \u0627\u0628\u0627\u062d\u0629 \u0648\u0637\u0626 \u0628\u0644\u0641\u0638 \u0627\u0646\u0643\u0627\u062d \u0627\u0648 \u062a\u0632\u0648\u064a\u062c<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Artinya &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <i>:\u201cNikah menurut syara\u2019 (istilah) ialah suatu akad yang membolehkan wath\u2019i (hubungan seksual) dengan menggunakan lafaz inkah atau tazwij.\u201d<\/i><\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn7\" name=\"_ftnref7\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[7]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Berdasarkan uraian diatas, jelaslah terlihat bahwa pengertian nikah menurut istilah (syara\u2019) bermuara pada satu konteks akad yang menghalalkan hubungan biologis. Hal ini mengingat yang menyebabkan laki-laki dan perempuan tertarik untuk menjalin hubungan adalah salah satunya karena adanya dorongan-dorongan yang bersifat biologis dan akad sebagai gerbang awal dalam melakukan perkawinan atau nikah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Sedangkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, memaknai perkawinan atau nikah itu ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>D.<\/b><b>Tujuan Perkawinan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Perkawinan merupakan syari\u2019at yang telah ditetapkan Allah SWT. Agar hubungan suami istri dikalangan manusia menjadi sah dan tidak dianggap zina. Dalam ajaran islam perzinahan merupakan perbuatan yang temasuk dosa besar. Selain itu, perkawinan dapat menyebabkan hubungan diantara sesama manusia menjadi teratur. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Dalam menjalani hidupnya seseorang pasti memiliki sebuah tolak ukur yang menjadi tujuan hidupnya, dengan adanya motivasi seseorang dapat melakukan segala sesuatu, terhadapa apa yang dia ingin dicapai. Pencapaian terhadapa tujuan perkawinan sebagai naluri insaniah akan hidup berpasangan ketika pertumbuhan usia, fisik dan psikis mendukung selain itu kematangan fisik dan prikis serta bertambahnya usia akan membuat pola pikir yang lebih dewasa seperti halnya hidup mandiri, dan hidup berkecukupan tanpa membebankan diri pada orang tua.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn8\" name=\"_ftnref8\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[8]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Ny. Soemijati, SH. Menerangkan bahwa islam memotivasi seseorang untuk melangsungkan pernikahan dengan maksud dan tujuan untuk memenuhi tuntutan hajat tabiat kemanusiaan, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan suatu keluarga yang bahagia dengan dasar cinta dan kasih sayang, untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh syari\u2019ah.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn9\" name=\"_ftnref9\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[9]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Seorang filosof Islam, Imam Ghazali menjabarkan ada lima dorongan seseorang melangsungkan akad nikah, seperti berikut;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">1.<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">memperoleh keturunan yang sah, yang akan melahirkan keturunan serta memperkembangkan suku-suku bangsa manusia.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">Keterangan Imam ghazali di atas di sandarkan pada pemahaman surat an-Nisa ayat 1;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062b\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0623\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">Artinya: <i>Wahai manusia, bertakwalah kepada tuhan yang menciptakan kalian dari tubuh yang satu dan darinya Allah menciptakan pasangannya<\/i><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">2.Memenuhi tuntutan naluriah hidup kemanusiaan.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">3.Memelihara manusia dari kejahatan dan kerusakan. Disandarkan pada hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Mas\u2019ud;<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%; font-family: 'Traditional Arabic';\">\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650 \u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0639\u064f\u0648\u062f\u064d &#8211; \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 &#8211; \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 &#8211; \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 &#8211; \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0634\u064e\u0631\u064e \u0627\u064e\u0644\u0634\u0651\u064e\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650! \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u0652 , \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u063a\u064e\u0636\u0651\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u0650 , \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650 , \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 ; \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u0650\u062c\u064e\u0627\u0621\u064c&#8221;. &#8211; \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0641\u064e\u0642\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">Artinya<i>: dari \u2018abdullah bin ibn mas\u2019ud ra, telah bersabda Rasulullah saw kepada kami : wahai segenap pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu (lahir maupun batin) untuk menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya dengan menikah itu akan lebih menjaga pandanga, dan lebih memelihara kemauan. Dan barang siapa yang belum sanggup untuk menikah, maka berpuasalah kalian, karena sesunggungnya dengan puasa tersebut benteng bagimu. (HR. Mutafaq \u2018alaih)<a title=\"\" href=\"#_ftn10\" name=\"_ftnref10\"><span style=\"color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">[10]<\/span><\/b><\/span><\/a><\/i><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">4.Membentuk dan ngatur rumah tangga yang menjadi basis peertama dari masyarakat yang besar diatas dasar kecintaan dan kasih sayang<a title=\"\" href=\"#_ftn11\" name=\"_ftnref11\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[11]<\/span><\/a><\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">5.Menumbuhkan kesungguhan berusaha mencari rizki penghidupan yang halal dan memperbesar rasa tanggung jawab. <a title=\"\" href=\"#_ftn12\" name=\"_ftnref12\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[12]<\/span><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada dasarnya, ketiga paparan tujuan melaksanakan perkawinan adalah bagaimana membentuk sebuah keluarga yang sah, <i>sakinnah, mawaddah<\/i> dan <i>rahmah<\/i> sehingga memiliki legitimasi hukum yang jelas yang berdampak pada akibat dari perkawinan itu sendiri, misalnya; kenyamanan, kemanan, dan kebahagiaan pada kelurga.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>E.<\/b><b>Motivasi Pemenuhan Kebutuhan Hidup Menurut Maslow<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tebutuhan sebagai makhuk rasional yang akan mengalami proses kognitif sebelum terjadi respons. Perilaku manusia dikuasai oleh <i>actualizing tendency<\/i>, yaitu kecenderungan <i>in heren<\/i> manusia untuk mengembangkan diri. Maslow, menyusun teori kebutuhan dalam motivasi diri seseorang di urutkan dari terendah hingga kebutuhan tertinggi. Kebutuhan fisiologis atau rasa aman maslow menjadikan urutan terendah dari kebutuhan manusia, sedangkan kebutuhan sosiologis menjadi urutan teratas dari kebutuhan. Kebutuhan yang telah terpuaskan menjadi motivator utama pada prilaku.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn13\" name=\"_ftnref13\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[13]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut maslow, pada dasarnya motivasi terbentuk atas 5 kebutuhan ;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">1)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan Fisiologis (<i>Phisicological needs<\/i>)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan manusia yang paling dasar adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidup dengan pemenuhan kebutuhan konsumtif seperti makan, minum dan kebutuhan biogenetis seperti kebutuhan seksual sebagai perantara untuk memperoleh keturunan sebagai estavet kehidupan.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn14\" name=\"_ftnref14\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[14]<\/span><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">2)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan akan rasa aman (<i>sataty and security needs<\/i>)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Kebutuhan akan rasa aman merupakan kebutuhan untuk memperoleh perlindungan dari rasa takut dan ancaman kehidupan, Misalnya : Pertemanan dan tidak dapat hidup sendiri seperti kehadirannya suami bagi istri yang di harapkan sebagai pelindung dan memberikan rasa aman agar memperoleh kenyamanan dan ketenangan <\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">3)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan sosial (<i>Social needs<\/i>)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Manusia sebagai makhuk sosial, atau <i>zone politicon<\/i>, yang tidak dapat hidup sendiri yang selalu membutuhkan kehadiran yang lain, karena sejatinya kehidupan adalah interaksi dan komunikasi sosial di tengah-tengah masyarakat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">4)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan harga diri (<i>Esteem Needs<\/i>)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Kebutuhan dimana seseorang memerlukan penghargaan sebagai apresiasi dari apa yang dia lakukan. Karena penghargaan atas harga diri seseorang merupakan pengakuan sosial dari kehadiran akan seseorang itu atas dirinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">5)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kebutuhan aktualisasi diri <i>(self actualization needs<\/i>)<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Proses dimana seseorang diberikan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Ketika seseorang dapat berkembang dengan fasilitas diberikan sesungguhnya dia akan mengeluarkan <i>the power of needs, <\/i>potensi yang sebenar-benarnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>F.<\/b><b>Metode Penelitian<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Lokasi penelitian bertempat di Desa. Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, <\/span> <span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Jawa Barat. <b>Jenis Penelitian<\/b><i> <\/i>dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (empiris) dengan menggunakan <b><i>Paradigma Penelitian<\/i><\/b> alamiah (<i>naturalistic paradigm<\/i>).<a title=\"\" href=\"#_ftn15\" name=\"_ftnref15\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[15]<\/span><\/a> <b>Pendekatan penelitian <\/b>yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ku<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">a<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">litatif merupakan serangkaian prosedur penelitian <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">yang<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> menghasilkan data deskriptif melalui kajian <i>sosiologis fenomenologis<\/i> terhadap pelaku praktek kawin gundik, <b>Metode Pengumpulan Data<\/b><i> (a) <\/i>Observasi : Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data, dimana peneliti mengadakan <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">pengamatan<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> secara langsung (tanpa alat atau perantara)<\/span> <span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">terhadap gejala <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">atau gambaran perilaku<\/span> <span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">objek penelitian<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">.<a title=\"\" href=\"#_ftn16\" name=\"_ftnref16\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[16]<\/span><\/a> (b) Wawancara atau <i>interview<\/i> adalah suatu percakapan atau <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">t<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">anya jawab yang diarahkan pa<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">d<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">a suatu permasalahan tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (orang yang mengajukan pertanyaan) dan yang diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara)<a title=\"\" href=\"#_ftn17\" name=\"_ftnref17\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[17]<\/span><\/a><\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">.<\/span> <b><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Sumber Data<\/span><\/b><b><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> dan Jenis Data<\/span><\/b><i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">: <\/span><\/i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">(a) <i>Sumber data primer<\/i> <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">adalah sumber data <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">yang diperoleh langsung dari <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">hasil pengumpulan data melalui observasi<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> dan wawancara, dari pelaku kawin Gundik, yaitu; <i>Pertama<\/i> dari Pasangan NH dan AU<\/span> <span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">dan Pasangan IF dan MY<\/span> <span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> (D<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">ari pelaku kawin gundik jenis data yang di peroleh berupa motivasi yang melatar belakangi seperti, dorongan ekonomi yang meliputi jaminan material (Mahar, Tempat tinggal, Biaya hidup), sedangkan motivasi dorongan psikologis seseorang (pengaruh praktek perkawinan kawin gundik<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> terhadap interaksi sosial di tengah-tengah masyarakat<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">)<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> dan dorongan biologis (pemenuhan dan penyaluran hasrat berhubungan seksual) <i>Kedua<\/i>, dari tokoh masyarakat data berasal dari Kepala Desa Cibadak dan Kepala KUA Kecamatan Sukaresmi Jenis Data Dari tokoh masyarakat jenis data yang di peroleh berupa (respon terhadap praktek kawin gundik, perlakuan masyarakat terhadap para pelaku kawin gundik) <i>Ketiga,<\/i> dari Orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan pelaku kawin gundik; Perantara atau calo: AW Dari perantara atau calo jenis data yang di peroleh adalah motivasi politis dan ekonomis dari usaha sebagai penghubung praktek kawin gundik. (b) Sumber data sekunder ; data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulan oleh peneliti. Sumber data sekunder meliputi data-data yang diperoleh oleh peneliti dengan melakukan kajian pustaka seperti buku ilmiah hasil penelitian dan lain-lain. (c) Sumber data tersier; sumber data yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, antara lain kamus, ensiklopedi, Indeks kumulatif, majalah dan jurnal hukum maupun artikel. <b>Pengolahan Data<\/b><b><i>: (a) <\/i><\/b><i>Edit data<\/i>; proses pemeriksaan kembali semua data yang diperoleh terutama dari kelengkapannya, kejelasan makna, kesesuaian serta relevansinya dengan kelompok data yang lain. Dalam proses edit data ini, pertama-tam<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">a<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> yang harus dilakukan oleh peneliti adalah meneliti kembali catatan-catatan data atau bahan-bahan baik dari hasil wawancara maupun dokumen yang telah diperoleh untuk mengetahui apakah catatan-catatan itu meunjang peneliti untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan dan atau dapat segera dis<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">esuaikan<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> untuk keperluan pada proses <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">analisis data <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">berikutnya. (b) <i>Klasifikasi data;<\/i> mereduksi data yang ada dengan cara menyusun dan mengklasifikasikan data yang diperoleh ke dalam pola tertentu atau permasalahan tertentu untuk mempermudah pembahasanya. Dalam proses ini peneliti mengklasifikasikan data sesuai rumusan masalah yakni terkait motivasi baik dari pelaku perempuan maupun pelaku laki-laki. (c) <i>Ve<\/i><\/span><i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">rifikasi data<\/span><\/i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">; langkah dan kegiatan yang dilakukan pada penelitian ini untuk memperoleh data dan informan dari lapangan harus di <i>crossc<\/i><\/span><i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">e<\/span><\/i><i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">k<\/span><\/i><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> kembali agar validitasinya dapat diakui oleh pembaca. <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Dalam penelitian ini akan dilaksanakan verifikasi data kembali kepada sumber data primer yakni pelaku kawin gundik dan wali nikah dari pihak perempuan pelaku kawin gundik, serta kepada sumber data sekunder yakni tokoh masyarakat maupun calo subjek penelitian. Proses verifikasi data<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> dapat membantu <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">peneliti untuk mendapatkan<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> keterangan <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">dan data <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">yang ob<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">j<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">ektif, selain sebagai <i>crosscek<\/i> <\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">daripada proses pengumpulan data yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\"> ob<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">j<\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">ek penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>G.<\/b><b>Motivasi Praktek Kawin Gundik<\/b><\/span>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><b>1.<\/b><b>Deskripsi Praktek Kawin Gundik<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; S<span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">ejak kedatangan para turis dari berbagai manca negara terutama timur tengah sejak awal tahun 1990an ke Indonesia di kawasan Puncak, Cisarua-Bogor. boleh dikataan memperoleh dampak yang cukup baik dan signifikan dibidang pariwisata dan pembangunan ekonomi masyarakat. Pasca simposium Jusuf Kalla pada tahun 2006 kunjungan turis dari timur tengah semakin meningkat. Namun disisi lain, gesekan dan pertukaran budaya pada masalah perkawinan juga menjadi sorotan penting untuk dapat kita sama sama teliti dan analisis. Pergeseran kawin kontrak yang terjadi di kawasan puncak, Cisarua-Bogor, menjadi praktek kawin gundik di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur merupakan bukti terjadinya gesekan dan pertukaran budaya. <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; K<em>awin gundik berasal dari dua frase kata, yakni kawin dan gundik. Secara bahasa kawin bermakna al-wath\u2019u (hubungan seksual), al-jam\u2019u (Kumpul), al-dhummu (menghimpun),<\/em><\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn18\" name=\"_ftnref18\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[18]<\/span><\/span><\/a><em><span style=\"line-height: 200%;\"> sedangkan gundik dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah <\/span><\/em><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">selir, istri gelap atau perkawinan tidak sah.<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn19\" name=\"_ftnref19\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[19]<\/span><\/span><\/a> <em><span style=\"line-height: 200%;\"> Sedangkan <\/span><\/em><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">definisi kawin gundik yang difahami oleh masyarakat Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur &#8211; Jawa Barat adalah pernikahan antara laki-laki timur tengah dan wanita pribumi. Wanita pribumi merupakan istri yang dipoligami dengan pernikahan yang tidak sah secara perundang-undang yang berlaku di Indonesia dan <i>fasid<\/i> secara hukum islam dalam hal pemenuhan syarat dan rukun perkawinan yang adil. <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada <i>pra-research<\/i>, peneliti mendapatkan keterangan-keterangan dari informan yang mengetahui dan atau memiliki keterkaitan dengan praktek kawin gundik, diantaranya : Bapak Rohmat S.Ag selaku Kepala Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Bapak Rohmat pernah menjadi seorang <i>muddin<\/i> KUA Kecamatan Sukaresmi sebelum menjabat Kepala Desa Cibadak, beliau mengatakan bahwa;<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Ari kawin gundik t\u00e9h, kawin poligami nu di pilampah ku orang arab ngan pasanganna aw\u00e9w\u00e9 wargi urang sar\u00e9a. Kawin (akad) nag\u00e9 susumputan ti tempat nu geus di sewa ku orang arab sapertos villa atanapi hotel, teu aya hukum nu ngalindunganna, pan teu sesuai jeung hukum undang-undang perkawinan nu di anut ku nagara urang sar\u00e9a, sapertos teu di catetken. Jadi aw\u00e9w\u00e9 nu jadi pamajikanna moal tiasa nuntut lamun aya piparaseaen atanapi masalah kaluarga rumah tanggga na.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn20\" name=\"_ftnref20\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[20]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">(Kalau Kawin Gundik itu, perkawinan poligami yang dilaksanakan oleh orang arab, akan tetapi pasangan perempuan berasal dari warga kita. Perkawinannya (akad) di laksanakan secara sembunyi-sembunyi dan diam-diam di tempat yang sudah di sewa oleh pihak laki-laki seperti villa atau hotel. Perkawinan Gundik tidak ada hukum yang melindunginya, karena tidak sesuai dengan hukum perundang-undangan perkawinan yang dianut oleh negara kita, seperti tidak dicatatkan. Jadi perempuan yang menjadi istrinya (kawin gundik) tidak akan bisa menuntut apapun jika terjadi perselisihan atau permasalahn keluarga (rumah tangga)nya.)<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Seperti keterangan yang kami dapatkan dari informan lain, yaitu salah seorang pejabat KUA yang menyatakan bahwa:<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Perkawinan nu diakui ku nagara nyaeta perkawinan nu sesuai sareng undang-undang perkawinan. ari masalah adat istiadat tina palaksanaan nana etamah sesuai kayakinan pasangan tersebut. tapi lamun kawin gundik mah, etamah lebet kana macam-macam praktek perkawinan. tinggal we nyalira lamun kawinna sapertos nu diisyaratken ku hukum perkawinan berarti sah sareng di akui, tapi nu kudu di garisan mah nu milampahna kawin gundik teh oknum tertentu nu teu bertanggung jawab.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn21\" name=\"_ftnref21\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[21]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i> <\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">(Perkawinan yang diakui oleh negara adalah perkawinan yang sesuai dengan hukum perundang-undangan perkawinan. kalau masalah adat istiadat dalam pelaksanaannya itu disesuaikan dengan keyakinan pasangan tersebut. tetapi kawin gundik termasuk pada macam-macam praktek perkawinan. dapat dilihat dan diperhatikan sendiri jika praktek perkawinannya sesuai dengan hukum perkawinan yang berlaku maka perkawinannya sah dan diakui (mendapatkan perlindungan hukum), tetapi yang perlu di garis bawahi adalah pelaku kawin gundik adalah oknum yang tidak dapat mempertanggung jawabkan perkawinannya.)<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Keterangan selanjutnya peneliti dapatkan dari informan ketiga, yaitu Bapak Basuki: <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Bedana kawin gundik sareng kawin kontrak teh tina masalah waktos, ari kawin kontrakmah pan di batasi sapertos tilu bulan, geunep bulan, atanapi sasasih, lamun waktosna seep nya entos we sapertos biasana teu aya hubungan nananon deui. Ari kawin gundikmah pan kawin sapertos kawin nu sah we, waktosna saterasna teu aya batasan. Ngan awewena (istrina) jadi istri simpanan pan anjeunan (laki-laki) tos gaduh istri ti nagarana. Karena istri simpanan biasana berdampak kana kajiwaan psikisna, sok isinan bergaul ka tatanggi sareng kamasyarakat teh.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn22\" name=\"_ftnref22\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[22]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">(Perbedaan antara kawin gundik dengan kawin kontrak itu dari waktu, jika kawin kontrak di batasi oleh waktu, seperti terjadinya kesepakatan bahwa pernikahan berlangsung selama tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun, jadi andai waktuhnya telah habis maka hidup kepada individu masing-masing tanpa ikatan. Kalau kawin gundik itu seperti perkawinan pada umumnya tanpa batasan waktu. Akan tetapi istrinya menyandang status istri simpanan karena pihak laki-laki telah memiliki istri di negara asalnya, kawin gundik berdampak pada psikis kejiwaan perempuan tersebut. seperti mulai malu-malu untuk bergaul dengan tetangga dan masyarakat sekitarnya). <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Informan adalah AW (nama Inisial) berprofesi sebagai perantara atau calo, yang mempertemukan antara perempuan pribumi dengan laki-laki yang berasal dari timur tengah untuk melakukan akad kawin gundik:<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Ngawangsulan; abdi biasana jadi gaet<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn23\" name=\"_ftnref23\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[23]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\"> lamun aya tamu orang timur khususna lalaki lamun liburan ka Indonesia. Kadua; orang timur tengah man pan teu kiat hirup sorangan jauh ti pamajikan (istri-na) kanggo nyalurken hasrat biologisna, jadi abdi nawaran kawin sareng awewe pribumi, katilu; lamun turis timur tengahna hoyongen kawin, khususna kawin gundik, abdi neangan awewe ka kampung-kampung, mencari wanita nu parasna geulis atanapi alus sareng perekonomian pun kalawargina rendah. Kaopat, lamun tos kengeng awewe nu hoyongen di kawin gundik, ku abdi di ajak ka turisna, lamun cek orang timur tengahna oke, kalmia; abdi kedah milarian tempat kanggo pelaksanaan akad nikahna.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">(Yang pertama; biasanya saya berprofesi sebagai gaet, khususnya tamu laki-laki yang berasal dari negara timur tengah datang ke Indonesia untuk berlibur. Kedua; orang timur tengah itu kalau jauh dari pihak istri dan hidup jauh sendiri tidak kuat untuk menyalurkan hasrat biologisnya (untuk berhubungan), jadi saya memberikan penawaran untuk melakukan akad perkawinan dengan wanita pribumi, ketiga; kalau turis timur tengah setuju dan tertarik untuk melakukan kawin, khususnya kawin gundik, saya langsung mencari ke kampung-kampung, mencari wanita yang memiliki paras cantik dan melihat kondisi perekonomian keluarganya yang rendah. Keempat, kalau sudah menemukan perempuan yang mau (melaksanakan kawin gundik) maka saya akan mengajak (membawa) perempuan tersebut untuk bertemu dengan pihak laki-laki (turis), jika menurut orang timur tengahna oke, kalmia; abdi menyediakan tempat untuk melaksanakan akad nikahnya).<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kawin gundik merupakan salah satu dapak negatif dari gesekan dan pertukaran budaya yang tidak sesuai dengan hukum perundang-undangan perkawinan di Indonesia. pelaku yang melaksanankan praktek kawin gundik terbatas pada oknum orang-orang tertentu dan tidak dapat kita <i>just<\/i> sebagai budaya perkawinan yang terdapat di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Praktek kawin gundik ini dilaksanakan secara terselubung, seperti hasil wawancara yang di kemukakan informan AW, mulai dari perkenalan, kemudian pertemuan hingga akhirnya terjadi kesepakatan untuk melaksanakan praktek kawin gundik.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">2.<span style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Motivasi Praktek Kawin Gundik<\/span><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelaku praktek kawin gundik tentu akan memiliki motivasi tersendiri, baik secara internal maupun eksternal sebagai wujud dorongan dan kesiapan menjadi istri simpanan dari suaminya tersebut. diantara dorangan atau motivasi yang dimiliki oleh pelaku, yaitu; (a) <b>Motivasi Ekonomis, <\/b>Seseorang tentu ingin memperoleh kebahagiaan dan kesenangan serta ketenangan dalam dirinya. Salah satu bentuk kebahagiaan di dunia adalah tercukupinya segala kebutuhan dan tercapainya apa yang diharapkannya. Faktor pendukung untuk memenuhi kebahagiaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi financial atau perekonomian baik oleh individu itu sendiri atau oleh keluarganya. Seperti hasil wawancara dengan informan NH, NH adalah seorang perempuan pelaku kawin gundik dari dusun Warudoyong, berlatar belakang tamatan SMP, kelahiran tahun 1989 dan melakukan akad kawin gundik pada tanggal 23 juni 2009, mengatakan bahwa;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Abdi hoyong ngabantos pun kalawargi (Bapak dan Ibu), abdi tos ageung entos lami ngabadega wae ka kolot, asalna abdi bade gawe tapi ngan kur tamatan SMP paling teu sabaraha penghasilan nage. Aya tawaran kawin gundik, ngajanjikeun mahar 150 juta, dipang meserken bumi nyalira kanggo patempatan, sareng biaya balanja kabutuhan sapopoe kacukupan, nya kasempatan oge. Jadi abdi rela we ngalakuken kawin gundik da acis sakitumah di pakampungan mah ageung.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn24\" name=\"_ftnref24\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[24]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">(Saya ingin membentu keluarga (Bapak dan Ibu). saya sudah dewasa dan sudah lama merepotkan orang tua, awal mulanya saya mau melamar kerja tetapi saya sadar hanya lulusan SMP, jika menadapat upah pun tidak seberapa besar. Terus ada tawaran untuk melakukan kawin gundik, menjanjikan diberikan mahar uang tunai 150 juta, dibelikan rumah hunian, dan ketercukupan pemenuhan biaya belanja keperluan sehari-hari. Karena ada kesempatan, jadi saya rela untuk melakukan akad kawin gundik. karena uangnya cukup besar untuk ukuran hidup di perkampungan.)<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Informan kedua adalah IF berlatar belakang keluarga sebagai buruh tani di dusun Puncak Simun. IF lulusan SD, kelahiran tahun 1976 pernah melakukan kawin kontrak pada tahun 1995-1997 di kawasan Puncak, Cisarua-Bogor. Setelah itu menjanda kemudian melakukan akad Kawin Gundik pada bulan September 2006 sekarang IF dan suami telah membangun panti asuhan di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, mengatakan bahwa:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Abdi hoyong hidup mandiri, sareng tiasa ngabantos ka pun wargi lewih-lewih ka masyarakat sakitar abdi. Ameh teu aya nu sapertos abdi deui, rela kawin kontrak sareng kawin gundik karena faktor ekonomi pun wargina nu teutiasa ngabiayaan sakola. Muhun, maharna ageung ari ukuran padesaanmah 100 juta, di pang meserkeun bumi, Al-hamdulillah bumi abdi ayena rada ageung sareng di jadiken panti asuhan kanggo barudak nu hoyong sakola utamana anak yatim.nu ngalola abdi sareng pun caroge.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn25\" name=\"_ftnref25\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[25]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">(Abdi ingin hidup mandiri, dan bisa membantu orang tua lebih-lebih membantu masyarakat sekitar. Biar tidak ada lagi perempuan yang seperti saya rela kawin kontrak dan kawin gundik karena faktor ekonomi keluarga yang tidak bisa membiayai pendidikan. Ya, maharnya cukup besar untuk ukuran hidup dipedesaan, 100 juta. Dibelikan rumah hunian juga, <i>Al-hamdulillah<\/i> karena rumahnya cukup besar dan sekarang dijadikan panti asuhan untuk anak-anak yang ingin sekolah utamanya anak yatim. Yang mengelolanya saya dan suami.)<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kawin gundik terjadi pada perempuan masyarakat pedesaan di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Merupakan sebuah realita fenomena, disebabkan faktor pendidikan dan ekonomi keluarga. Seorang pelaku perempuan, rela melakukan akad kawin gundik demi membantu perekonomian keluarga karena hasil dari kawin gundik perempuan memperoleh materi yang cukup dari suaminya walaupun satus perempuan itu menjadi istri simpanannya. <b>(b)<\/b> <b>Motivasi Psikologis : <\/b>Fenomena praktek kawin gundik yang terjadi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Tidak akan dapat di pisahkan dari motivasi pelaku untuk melakukan hal tersebut. utamanya motivasi psikologis secara biologis. Sesuai yang di ungkapkan informan IF pada wawancara yang di lakukan oleh peneliti, IF berkata;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Caroge abdi MY (nama inisial), teh lamun musim panas ti nagarana sok liburan ka Indonesia. waktosna biasana tilu nepi opat bulanan, tah ari orang arab mah pan teu kiyat atuh lamun lami-lami teu sareng istrina bingung lamun hoyong nyalurken hasrat biologis. Tah anjeuna kawin, kanggo nyalurkeun hasrat hubungan biologis tapi nu dasarna perkawinan. cenahmah ameh nyalametken tina maksiat sareng zina.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn26\" name=\"_ftnref26\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[26]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Suami saya itu MY (nama inisial) kalau musim panas di negeranya suka berlibur ke Indonesia dalam kurun waktu tiga sampai empat bulanan. Karenanya, jika orang arab itu berpergian dalam kurun waktu yang cukup lama tidak dengan istinya bingung untuk menyalurhak hasrat biologisnya. Karena itulah, suami melakukan perkawinan untuk menyalurkan hubungan biologis agar terhindar dari maksiat dan perzinahan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">(c) <b>Motivasi Politis Perkawinan<\/b> merupakan hal krusial dalam sebuah hubungan antara laki-laki dan perempuan, oleh karenanya lahirlah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai landasan hukum yang mengatur segala aspek dan problematika Perkawinan. Namun pada kenyataannya, praktek perkawinan yang terjadi di masyarakat utamanya pedesaan masih ada yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti halnya praktek kawin gundik. tentu banyak faktor yang melatar belakanginya sebagai motif bahakan motivasi karena ada celah yang masih di perdebatkan seperti halnya Pasal 2 ayat (2) tetntang pencatatan perkawinan. namun disisi lain perlu kita kaji apa yang menjadi motivasi politis dari praktek perkawinan, khususnya kawin gundik. Informasi dari hasil wawancara dengan informan bapak Rohmat S.Ag, menyatakan bahwa;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kahiji; Praktek kawin gundik dimotoran ku oknum, atau calo. Sehingga kadang-kadang calo ngagunakan rupa-rupi cara kangge meraih keuntungan dari praktek kawin gundik itu. Kadua; lamuan orang arab rek kawin resmi sareng awewe pribumi di Indonesia anjeuna kudu ijin hela ka pihak kekedutaan nagara asalna nu gaduh kantor cabang di Indonesia, prosedurna ge hese seeur kalengkapan nu kedah di kumpulken, tapi kawin gundikmah pan teu resmi tea jadi gampang. Katilu biasana abdi ge di undang ngahadiran perkawinanna kanggo nyaksian.<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn27\" name=\"_ftnref27\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[27]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">(Pertama: praktek kawin dundik di motoran oleh oknum, atawa calo. Sehingga terkadang calao menggunakan berbagai cara untuk meraih keuntungan dari para pelaku praktek kawin gundik. kedua; kalaupan orang arab mau menikah resmi dengan perempuan pribumi di Indonesia, mereka harus memohon ijin dari kedutaan negara asalnya yang memiliki kantor cabang di Indonesia, prosedur yang rumit dan kelengkapan dokumen yang harus di kumpulkan banyak, kalau kawin gundik tidak resmi dan mudah. Ketiga, biasanya saya (Rohmat S.Ag) di undang untuk menjadi saksi.)<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Informasi selanjtnya adalah dari pihak AW, Informan berprofesi seperti calo;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">Abdi pan sebagai perantara atanapi pang hubung kawin gundik, ti awewe maharna dibagi sesuai ka sepakatan awal biasana 50:50, misalna maharna 150 juta abdi kabagean 75 juta, samakin gede nilai maharna semakin gede oge bagian abdi, ti lalaki ge menag biasana. Abdi tukang ngurusken sagala rupina, tina ngayakinken kalawarnina terutama kolotna (Bapak sareng indungna), nyadiaken saksi, saksi biasana tipihak pejabat desa, sareng tempat palaksanaan nana, bakan kadang mah abdi oge nu dimenta pang ngakadkeun.<\/span><\/i> <a title=\"\" href=\"#_ftn28\" name=\"_ftnref28\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif'; color: #000000;\">[28]<\/span><\/a><i><\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Saya sebagai perantaranya, penghubung praktek kawin gundik, kalau dari pihak perempuan kesepakatan mahar dibagi di awal, biasanya 50:50. Misalnya; jika mahar yang di berikan 150 juta maka saya mendapat 75 juta, semakin mahar besar semakin keuntungan yang saya dapatkan, biasanya dari laki-lakipun dapat. Tugas abdi ngurusken sagala sesuatunya, dari memberikan keyakinan terhadapat orang tuanya (bapak dan ibunya), menghadirkan saksi, saksi biasanya dari pihak pengurus desa, dan mencarikan tempat pelaksanaannya, bahkan terkadang dari pihak laki-laki meminta saya (AW) untuk melaksanakan akad nikahnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Secara tidak langsung kita dapat mengamati bahwa peran pasif dari pihak pengurus desa dalam praktek kawin gundik ini. Yang bertujuan untuk membantu dalam menyelesaikan jika terjadi permasalahan kedepannya. Disisi lain peran aktif calo dalam menikahkan pelaku praktek kawin gundik secara illegal karena menghindari bahkan tidak memenuhi perijinan dari kedutaan, dan tidak sesuai peraturan perundang-undangan peraturan pernikahan yang berlaku di Indonesia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>3.<\/b><b>Kehidupan Sosial Pelaku Kawin Gundik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Dalam kehidupan sosial masyarakat, pelaku kawin gundik mendapat dua perlakuan yang berbeda, (1) disatu sisi pelaku kawin gundik mendapatkan cemoh dari sebagian kecil masyarakat terutama masyarakat yang iri dengan kemandirian serta perekonomian perempuan pelaku kawin gundik, dikarenakan latar belakang keluarga yang hidup dalam kondisi paspasan dan sekarang perempuan tersebut hidup dalam kondisi berkecukupan. (2) di sisi yang lain, masyarakat acuh dengan pelaku kawin gundik karena mereka menyadari pergaulan bebas yang tidak mengenal usia remaja jaman sekarang, bahkan karena rendahnya pendidikan masyarakat desa, serta banyaknya kasus pernikahan dini di daerahnya membuat masyarakat acuh dan seperti tidak adanya persoalan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">\u201c<i>ah, biasa we nu ngalakuken mah batur iyeh, walaupun tatanggi tapi pan sanes kalawargi abdi, nu menang amisna jeung patina pan nu ngalakukeun, sanes abdi.\u201d<\/i><\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn29\" name=\"_ftnref29\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[29]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">(iya biasa aja yang melakukan kan orang lain, kalaupun tetangga tetapi kan bukan bagian dari keluarga besar saya, yang merasakan manis dan pahitna kan orang lain\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Sedangkan pelaku kawin gundik sebenarnya memiliki tekanan psikologis<\/span><a title=\"\" href=\"#_ftn30\" name=\"_ftnref30\"><span style=\"line-height: 200%; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[30]<\/span><\/span><\/a><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">, ketika bergaul dengan masyarakat seperti yang di rasakan NH;<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><i><span style=\"font-family: 'Times New Roman','serif';\">\u201cabdimah jadi isin, bade kaluar bumi teh, tong ge bade ameng, balanya ge ayenamah jadi rada haroream\u201d<\/span><\/i><a title=\"\" href=\"#_ftn31\" name=\"_ftnref31\"><span style=\"color: #000000;\"><i><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';\">[31]<\/span><\/b><\/i><\/span><\/a><i> <\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">Saya sekarang merasakan malu jika mau keluar rumah, jangankan untuk main atau bersilatur rahim, belanja saja menjadi malas\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>H.<\/b><b>Penutup<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">1.<span style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><span style=\"line-height: 200%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">Kesimpulan<\/span><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">Berdasarkan paparan yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya bahwa penelitian yang dilakukan di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur tentang \u201cMotivasi Praktek Kawin Gundik\u201d, Maka peneliti menyimpulkan, sebagaimana berikut :<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">1.Motivasi pelaku praktek kawin gundik bagi perempuan adalah motivasi ekonomi, seperi ingin hidup berkecukupan dan ingin membantu perekonomian keluarga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">2.Praktek kawin gundik dimotori oleh perantara atau oknum calo, sebagai <i>gaet<\/i> para tuis timur tengah yang berkunjung ke Indonesia khususnya kawasan Puncak, Cisarua-Bogor, kawasan Ciloto Kecamatan Ciamacan, kawasan Kota Bunga Kecamatan Pacet, mengawali; dengan penawaran kawin gundik dengan wanita pribumi, kemudian calo tersebut mencarikan wanita yang hendak dinikahi, setelah menemukan kemudian di pertemukan dengan pihak laki-laki, jika terjadi kesepakatan maka dilangsungkannya pernikahan. <\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Adapun fakator yang melatar belakangi terjadinya kawin gundik dalam masyarakat Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, yaitu;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">a.Rendahnya pendidikan masyarakat Desa Cibadak, Kecamatan Sukaremi, Kabupaten Cianjur<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">b.Rendahnya pengetahuan dan pemahaman terhadap hukum, baik hukum islam maupun hukum perundang-undangan tentang perkawinan pada masyarakat pedesaan. <\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">c.Rendahnya perekonomian keluarga bagi masyarakat Desa Cibadak, Kecamatan Sukaremi, Kabupaten Cianjur<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">d.Ketidak ikut sertaan istri yang telah dinikahi oleh pihak laki-laki di negaranya ketika berkunjung atau berlibur ke Indonesia dalam kurun waktu yang relatife lama.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b>2.<\/b><b>Saran<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">Adapun saran-saran ini, peneliti sampaikan sebagai wujud kepedulian baik terhadap seluruh lapisan masyarakat ataupun bagi perbaikan penelitian di masa yang akan datang;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">1.Bagi para tokoh masyarakat, baik kepala desa, kepala KUA memberikan pemahaman khusus atau penyuluhan peraturan tentang perkawinan kepada warganya dari sisi hukum yang berlaku di Indonesia.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">2.Bagi para kiyai, ustadz, memberikan pemahaman terhadap masyarakt sekitar tentang perkawinan, baik dari hukum syar\u2019i atau ijtihad para ulama fiqh mengenai kehidupan berkeluarga dan perkawinan itu sendiri, misalnya; fiqh munakahat, persiapan pernikahan, motivasi melakukan perkawinan, kehidupan berkeluarga.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">3.Bagi pemerintah, khususnya penegak hukum memberikan sanksi bagi pelaku kawin gundik karena telah melanggar ketentuan hukum perundang-undangan tentang perkawinan dan bahakan dapat menjadi kajian tentang modus lain dalam praktek kawin gundik<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif';\">&nbsp;<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">DAFTAR PUSTAKA<\/span><\/h1>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><b><span style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;<\/span><\/b><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Syaltut, Muhammad. 1996. <i>Al-islam; \u2018aqidah wa syari\u2019ah.<\/i> Dar Al-Qalam; Beirut-Lubnan <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Fakultas Syari\u2019ah UIN Malang. <i>Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah <\/i>Malang: Fakultas Syari&#8217;ah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, t.th.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Sabiq, sayyid. 1990. <i>Fiqh sunnah jilid II<\/i>. Kairo : Darul Fath.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Abdul ghani bin abdul wahid bin ali bin sururil muqdasiy al-jamaily. <i>\u2018Imdatul ahkam min kalam khairil anam<\/i>, Juz I, kitab nikah. Madinah Al-andalusi: Mu\u2019assasah qurthubah, bairut.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Syata ad-Dimyati, Muhammad. <i>I\u2019anah atthalibin<\/i>, Juz III.Bandung: al-Ma\u2019arif, tt<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Poerwadarminta, W.J.S. 1982<i>. Kamus Umum Bahasa Indonesia<\/i> Jakarta: PN Balai Pustaka.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Munawir, A.W. 2002. <i>Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap<\/i>. Surabaya. Pustaka Progresif.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Al-Jaziri, \u2018Abdurrahman,<i>Al-Fiqh \u2018ala Mazahibil Arba\u2019ah, Jilid IV<\/i>. Beirut: Dar al-Fikr,tt.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Al-Ghaza, Ibn Qasim. 1990 <i>Hasyiah al-Bajuri, juz II<\/i>. Semarang : Riyadh Putra<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jalaluddin al-Mahalli, <i>Al-Mahalli,juz III<\/i>. Indonesia: Nur Asia, tt<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Departemen Agama RI<i>. <\/i>1991<i>. Kompilasi Hukum Islam<\/i>. Surabaya: Karya Anda,tt.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Amin Suma, Muhammad. 2004. <i>Hukum keluarga islam di dunia islam<\/i> Jakart; PT Grafindo persada.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Idris Ramulyo, Moh.. 2004. <i>Hukum Perkawinan Islam; Suatu analisis dari undnag-undang Nomor 1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam<\/i> PT Bumi Aksara; Jakarta. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">Syarifuddin, Amir. 2007. <i>Hukum perkawinan islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan undang-undang perkawinan<\/i>. Prenada Media; Jakarta.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dawud, Abu. Sunan Abu Dawud, juz. II, Bairut: D\u00e2r al- Kutub al-\u2018Alamiyah, tt<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Al- Faqih Abul Walid Muhammad Bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Rusyd, 2004. <i>Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid,<\/i> terj. Imam Ghozali Said, MA, <i>Analisa Fiqih Para Mujtahid<\/i>, Jakarta: Pustaka Amani,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A<\/span><span style=\"line-height: 200%;\">l-Zuhayl\u00ee<\/span><span style=\"line-height: 200%;\">,<\/span><span style=\"line-height: 200%;\"> Wahbah<\/span><span style=\"line-height: 200%;\">, <\/span><span style=\"line-height: 200%;\">2004. <i>al-Fiqh al-Isl\u00e2m\u00ee wa Adillatuh<\/i> (Damaskus: D\u00e2r al-Fikr<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><span style=\"line-height: 200%;\">Subekti, Mr. R. dan Tjitrosudibiyo. 1960. <i>Kitab Undang-undang hokum perdata (BW)<\/i> YB.Wolters, Jakarta. <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Soekanto, Soerjono dan Abdurrahman. 1999. <i>Metode Penelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan. <\/i>Jakarta: Rineka cipta.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nadzir, M., 2005<i>. Metode Penelitian <\/i>Bogor: Ghalia Indonesia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Moleong, Lexy J.. 2005. <i>Metode Penelitian Kualitatif <\/i>Bandung: Remaja Rosda Karya<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ashshofa, Burhan, 2001. <i>Metode Penelitian Hukum<\/i> Jakarta: Rineka Cipta.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kartono, Kartini, 1990. <i>Pengantar metodologi riset social.Bandung<\/i>. Mandar Maju.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Surakhmad, Winarno, 1990. <i>Pengantar Penelitian Ilmiah; Dasar, Metode dan teknik.<\/i> Bandung : Tarsito.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Soekampto, Soerjono, 2003. <i>Penelitian Hukum Normatif<\/i>. Jakarta : Raja Grafindo.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Arikunto, Suhasimi. 2002. <i>Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan praktek<\/i>. Jakarta: Rineka Cipta. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saifullah. 2006. <i>Metode Penelitian<\/i> .Malang : Fakultas Syari\u2019ah UIN Maulana Malik Ibrahim <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prastowo, Andi, <i>Metode penelitian kualitatif dalam prespektif rencana penelitian <\/i>jogjakarta, Ar-ruzz media. Tt<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><span dir=\"RTL\" style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><span style=\"line-height: 200%;\">Salim, Peter. 199<span dir=\"RTL\">1<\/span>. <i>Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer<\/i>, Jakarta : Modern English Press<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasibuan, 2005. <i>Organisasi dan motivasi peningkatan produktifitas <\/i>. Jakarta : PT Bumi Aksara <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Az-Za\u2019balawi, M. Sayyid Muhammad, 2007. <i>Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa<\/i>. Jakarta : Gema Insani Perss, <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sunaryo, 2004. <i>Psikologi untuk keperawatan.<\/i> Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Timothy A Juge, Robbins. 2008. <i>Organizational behavior<\/i>. Jakarta : Salemba empat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <span style=\"line-height: 200%;\">Woodworth, R.S. <i>Psychology<\/i> : <i>Satu Pengantar dalam Ilmu Djiwa<\/i>. Bandung : PT.Jemars, tanpa tahun <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Surakhmad, Winarno.1980. Perkembangan <i>Pribadi dan keseimbangan Mental<\/i>. Bandung : PT Jemars <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 200%; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sardjonopridjo, Petrus. <i>Psikologi Kepribadian<\/i>. Jakarta : PT Rajawali<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <span style=\"line-height: 200%;\">W.A Gerungan Dipl. 1977. <i>Psychologi Sosial : Suatu Ringkasan<\/i>. Jakarta : PT Eresco<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<div><br clear=\"all\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\">\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[1]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. di akses pada tanggal 24 September 2013 (<a href=\"http:\/\/www.budpar.go.id\/filedata\/5436_1695.rankingdevisa.pdf\"><span style=\"color: #000000;\">http:\/\/www.budpar.go.id\/filedata\/5436_1695.rankingdevisa.pdf<\/span><\/a>)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref2\" name=\"_ftn2\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[2]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rohmat. Cibadak, wawancara pada tanggal 23 Maret 2013<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref3\" name=\"_ftn3\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[3]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rohmat. Cibadak, wawancara pada tanggal 23 Maret 2013<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref4\" name=\"_ftn4\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[4]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dadang Hawari. Al-Qur\u2019an : ilmu kedokteran jiwa dan ilmu kesehatan jiwa. (Yogyakarta: PT Dana Bakti Prima Yasa, 1996) hlm. 2007<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref5\" name=\"_ftn5\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[5]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A.W Munawir, Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, Pustaka Progresif, Surabaya, 2002<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref6\" name=\"_ftn6\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[6]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ibn Qasim al-Ghaza, <i>Hasyiah al-Bajuri, juz II<\/i> (Semarang : Riyadh Putra) , hal. 90.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref7\" name=\"_ftn7\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[7]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jalaluddin al-Mahalli, <i>Al-Mahalli,juz III<\/i> (Indonesia: Nur Asia, tt), h. 206.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref8\" name=\"_ftn8\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[8]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Muhammad Amin Suma, Hukum keluarga islam di dunia islam (Jakart; PT Grafindo persada, 2004) hal,32<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref9\" name=\"_ftn9\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[9]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Moh. Idris Ramulyo, <i>Hukum Perkawinan Islam; Suatu analisis dari undnag-undang Nomor 1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam<\/i> (PT Bumi Aksara; Jakarta, 2004), hal. 26<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref10\" name=\"_ftn10\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[10]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Abdul ghani bin abdul wahid bin ali bin sururil muqdasiy al-jamaily. <i>\u2018Imdatul ahkam min kalam khairil anam<\/i>, Juz I, kitab nikah (Madinah Al-andalusi: Mu\u2019assasah qurthubah, bairut), hal 2, Sahih Muslim (hadits no.1400) dan sahih bukhari (1905) <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref11\" name=\"_ftn11\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[11]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Qs. An-Nisa (4) : 21<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref12\" name=\"_ftn12\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[12]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Qs. An-Nahl (16) : 72<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref13\" name=\"_ftn13\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[13]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Robbins Timothy A Juge. Organizational behavior (Jakarta : Salemba empat, 2008) Hal. 225-226<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref14\" name=\"_ftn14\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[14]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Petrus Sardjonopridjo. <i>Psikologi Kepribadian<\/i>. (Jakarta : PT rajawali) Hal. 119-120<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref15\" name=\"_ftn15\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[15]<\/span><\/a> <i>Ibid<\/i>, 50-52<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref16\" name=\"_ftn16\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[16]<\/span><\/a> Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah; Masar, Metode dan teknik (Bandung : Tarsito, 1990) Hal. 163<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref17\" name=\"_ftn17\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[17]<\/span><\/a> Moleong, metodologi penelitian kualitatif (bandung: PT. PT. Rosydakarya, 2002)., hal 136<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref18\" name=\"_ftn18\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[18]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Muhammad Syata ad-Dimyati,<i>I\u2019anah atthalibin<\/i>,Juz III (Bandung: al-Ma\u2019arif, tt.) , h. 254.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref19\" name=\"_ftn19\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[19]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1982)., 333<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref20\" name=\"_ftn20\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[20]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Rohmat S.Ag, wawancara (Cibadak, 23 Maret 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref21\" name=\"_ftn21\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[21]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Pejabat KUA, wawancara (Sukaresmi, 24 Maret 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref22\" name=\"_ftn22\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[22]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Basuki S.Pd, wawancara (warung kondang, 1 September 2012)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref23\" name=\"_ftn23\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[23]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; <i>Gaet <\/i>adalah profesi seseorang sebagai pemandu perjalanan atau pariwisata asing yang datang ke suatu negara\\<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref24\" name=\"_ftn24\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[24]<\/span><\/a> NH, wawancara (Warung kondang, 5 Januari 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref25\" name=\"_ftn25\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[25]<\/span><\/a> IF, wawancara (joglo, 6 Januari 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref26\" name=\"_ftn26\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[26]<\/span><\/a> IF, wawancara (6 Januari 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref27\" name=\"_ftn27\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[27]<\/span><\/a> Rohmat S.Ag, Wawancara (Cibadak, 23 Mei 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref28\" name=\"_ftn28\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[28]<\/span><\/a> AW, wawancara (Sukanagalih, 24 MAret 2013)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref29\" name=\"_ftn29\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[29]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Marlina, wawancara (Kedusunan Joglo, tanggal 25 Maret 2013).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref30\" name=\"_ftn30\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[30]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp; W.A Gerungan Dipl. 1977. Psychologi Sosial : Suatu Ringkasan (Jakarta : PT Eresco) Hal 76-77<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\"><span style=\"font-size: 12pt; color: #000000;\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref31\" name=\"_ftn31\"><span style=\"line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'; color: #000000;\">[31]<\/span><\/a> &nbsp;&nbsp;&nbsp; NH, wawancara (Kedusunan warung kondang, tanggal 23 Maret 2013)<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;\">&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-size: 12pt; line-height: 115%; color: #0000ff;\">\u00a9 BAK Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang <\/span><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MOTIVASI PRAKTEK KAWIN GUNDIK (Studi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur) &nbsp; &nbsp; Dirga Septia Nugraha Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Malang Email : Santriberprestasi@yahoo.com &nbsp; Abstrak &nbsp; The discussion in this study is about motivation Mating Practices actors and how the practice of mating Mistress mistresses do. Polygamous [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-9055","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-skripsi-al-ahwal-al-syakhshiyyah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9055\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}