{"id":8647,"date":"2011-05-02T01:10:00","date_gmt":"2011-05-01T18:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/syariahnew.uin-malang.ac.id\/77-2\/"},"modified":"2011-05-02T01:10:00","modified_gmt":"2011-05-01T18:10:00","slug":"77-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/77-2\/","title":{"rendered":"Pandangan Orientalis terhadap nuzulul qur&#8217;an"},"content":{"rendered":"<p><p class=\"MsoNormal\" style=\"text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\"><strong>Oleh: M. Adam Qoka Syadzamaya Syabeh<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: center;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\"><strong>ABSTRAKSI<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: center;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Kelompok 7<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Kalamullah atau dengan kata lain adalah Al-Qur&rsquo;an Al-Karim. Merupakan mukjizat baginda besar nabiyyina, habibina, syafi&rsquo;ina, sayyidina Muhammad SAW, alhrul anbiyaa, wa imamurrasul yang merupakan mukjizat terbesar, mengapa bisa dinamakan terbesar? Karena Al-Qur&rsquo;an adalah pelengkap daripada kitab-kitab para rusul yang terdahulu, yakni Nabi Musa, Nabi Daud, dan Nabi Isa. Al-Qur&rsquo;an merupakan sumber dari segala permasalahan dalam aspek-aspek kehidupan yang berlaku sejak diciptakannya alam semesta, sampai yaumul qiyamah. Juga menjadi rujukan yang paling utama dalam aspek hukum, khususnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Allah menurunkan Al-Qur&rsquo;an ke muka bumi ini, tidak lain hanyalah untuk menjadkan pedoman hidup manusia, menjadi rujukan manusia, menjadi penjelasan manusia, menjadi ilmu bagi manusia itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Namun, Al-qur&rsquo;an ini bersifat sakral apabila tidak mempunyai ilmu-ilmu mendasar yang dapat memahami bahasa Al-Qur&rsquo;an itu. Para orientalis sudah mulai mengkiprahkan segala asumsi jga pengimplementasian mereka terhadap Al-Qur&rsquo;an itu sendiri, yang intinya ingin mencelakakan umat muslim di dunia. Mereka menangkap seluruh penjelasan-penjelasan Al-Qur&rsquo;an secara tekstual dan tdak melihat kepada konteks yang ada. Mereka hanya mencoba untuk memanipulasi daripada A-Qur&rsquo;an itu sendiri. Jelasnya, mereka memandang bahwa Al-Qur&rsquo;an itu merupakan &ldquo;hasil budaya bangsa arab terdahulu&rdquo;. Padahal mereka belum meneruskan bacaan mereka, bahwasanya turunnya Al-Qur&rsquo;an itu untuk meluruskan ajaran-ajaran Rasulullah SAW melalui wahyu dari Allah melalui malikat Jibril.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Bahkan, Al-Qur&rsquo;an turun bukan hanya untuk bangsa arab saja, namun untuk seluruh umat muslim di Bumi. Karena tanpa Al-Qur&rsquo;an, umat muslim bagaikan burung yang terbang bebas namun tidak mengerti kemana arah mereka untuk menuju sangkar, sama seperti manusia yang bingung mencari keselamatan di akhirat dan di dunia. Al-Qur&rsquo;an lah yang memberikan jalan yang lurus bagi umat muslim.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: \"times new roman\",\"serif\";\">Dan ingat, bahwa Al-Qur&rsquo;an tidak akan pernah hilang sampai nanti akhir zaman. Itu merupakan janji Allah SWT !<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><strong>Kelompok 7<\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><em>M. Adam Qoka Syadzamaya Syabeh&nbsp;<\/em><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><em>Achmad abi ubaydillah&nbsp;<\/em><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><em>Eka Hadi setya ningsih&nbsp;<\/em><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><em>Anis diyah yanti<\/em><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><em>M. Yanu Wardana<\/em><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: M. Adam Qoka Syadzamaya Syabeh ABSTRAKSI Kelompok 7 Kalamullah atau dengan kata lain adalah Al-Qur&rsquo;an Al-Karim. Merupakan mukjizat baginda besar nabiyyina, habibina, syafi&rsquo;ina, sayyidina Muhammad SAW, alhrul anbiyaa, wa imamurrasul yang merupakan mukjizat terbesar, mengapa bisa dinamakan terbesar? Karena Al-Qur&rsquo;an adalah pelengkap daripada kitab-kitab para rusul yang terdahulu, yakni Nabi Musa, Nabi Daud, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-8647","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8647\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}