{"id":8590,"date":"2011-03-10T05:27:48","date_gmt":"2011-03-09T22:27:48","guid":{"rendered":"https:\/\/syariahnew.uin-malang.ac.id\/29-2\/"},"modified":"2011-03-10T05:27:48","modified_gmt":"2011-03-09T22:27:48","slug":"29-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/29-2\/","title":{"rendered":"MERETAS TALI BELENGGU DOKTRIN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">MERETAS TALI BELENGGU DOKTRIN<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">PEMILIHAN PASANGAN HIDUP<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Ya Allah, Betapa Sulinya Mencari Pasangan!<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Pada malam 19 Ramadlan 1428 H., empat orang gadis datang ke rumah saya untuk berbuka puasa bersama, suatu tradisi non akademik tetapi menjadi seperti budaya di dunia akademik. Salah seorang di antaranya adalah seorang gadis yang tidak asing bagi saya karena sering bertemu dan berkonsultasi. Empat cewek belum mempunyai pasangan, kecuali seorang yang akrab dengan saya itu. Setelah diskusi dan berbuka bersama, saya menanyakan mengapa ketiga gadis yang lain belum mempunyai calon pasangan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Si Kom, sebut saja begitu namanya, mengatakan bahwa mencari pasangan tidak semudah yang dibayangkannya, karena memilih pasangan harus memenuhi banyak keinginan, baik keinginan sendiri maupun keinginan keluarganya. Saya menyadari bahwa dia sebagai seorang perempuan bisa berpandangan demikian tidak mudahnya dalam menentukan pilihan, karena di samping harus memenuhi kriteria dan standarnya sendiri, dia juga harus menyesuaikan dengan pesan <em>sponsor<\/em> ayahanda dan ibunda tersayang. Jika pemilihan hanya dapat memenuhi standarnya sendiri dengan tidak dapat memperhatikan keperluan yang lain, maka akan dinilai sebagai anak durhaka, atau dikeluarkan dari keluarga. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Kondisi budaya ini hingga kini masih tetap dipertahankan oleh mayoritas masyarakat muslim Indonesia, terutama di pedesaan, karena <span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">diyakini <\/span>merupakan ketentuan fiqh syafi\u2019iyyah.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn1\" name=\"_ftnref1\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[1]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> Dalam kehidupan kaum santri, keyakinan ini lebih parah daripada yang dirasakan gadis itu, karena di samping keinginan sang gadis dan disesuaikan dengan kriteria ayahanda dan bunda, terkadang juga harus menyesuaikan dengan keinginan keluarga kyai, seperti yang dialami oleh banyak teman saya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dua minggu menjelang Ramadlan 1428 H., saya mengikuti prosesi pernikahan <em>dadakan<\/em>, suatu prosesi akad nikah super kilat yang hanya membutuhkan waktu persiapan kurang dari 1 bulan. Satu waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses yang dibutuhkan secara wajar dalam sebuah prosesi pernikahan dalam tradisi Jawa dan Madura. Pernikahan itu dinilai oleh masyarakat sekitarnya bukan hanya aneh (<em>strange<\/em>) dari sisi waktunya, tetapi juga tidak <em>lumrah<\/em> (<em>uncommon<\/em>) dalam komunitas keluarga kyai di kedua desa santri tersebut.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn2\" name=\"_ftnref2\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[2]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Pernikahan yang dianggap tidak wajar itu dilaksanakan antara pasangan \u2018Abid dan Luluk, keduanya bukan nama sebenarnya. \u2018Abid adalah seorang keturunan kyai, dan calon putra mahkota pesantrennya, di sebuah desa di Kabupaten Bangkalan, sedangkan Luluk, guru sebuah lembaga pendidikan kanak-kanak, adalah anak seorang petani di sebuah desa di Kabupaten Malang. Berdasarkan beberapa informasi, diketahui bahwa pernikahan itu merupakan pernikahan <em>pasra bengkotan<\/em>, yakni proses pernikahan yang diserahkan sepenuhnya kepada keluarga kyai yang memimpin lembaga pendidikan dimana Luluk mengajar. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Ayah Luluk yang merupakan alumni dari suatu pesantren salaf terhormat di daerah Jawa Timur, telah menyerahkan sepenuhnya prosesi pernikahan tersebut kepada keluarga Kyai Achmad, yang menawarkan dan memastikan terjadinya pelaksanaan pernikahan tersebut. Luluk mungkin mau menolak, tetapi dua kekuatan besar dalam doktrin pesantren, yaitu ayah-bunda dan keluarga kyai, telah menentukan jalan hidupnya. Dia pasrah dan menerima takdir itu dengan tetesan air mata! Dalam kondisi seperti demikian, Si Kom dan Luluk tidak dapat menentukan pilihan calon pasangannya untuk berkeluarga, karena harus menyesuaikan diri dengan keinginan banyak pihak. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Memahami Makna Doktrin<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dalam menentukan calon pasangannya, mayoritas masyarakat muslim Indonesia biasanya berpedoman pada sebuah hadits yang berbunyi:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064c \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0628\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u0650\u064a \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0647\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Musaddad menceritakan kepada kami, Yahya bercerita kepada Musaddad, dari \u2018Ubaidillah berkata, Sa\u2019id bin Abi Sa\u2019id bercerita kepada saya yang diperoleh dari ayahnya, dari Abi Hurairah Ra., dari Nabi saw. bersabda: Perempuan dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka berpeganglah pada keberagamaannya agar kamu memperoleh kebahagiaan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Hadits tersebut diriwayatkan Imam Bukhari pada hadits ke 4700. Sedangkan dalam riwayat Imam Muslim pada hadits ke 2661 teks haditsnya berbunyi:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0632\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u064d \u0648\u064e\u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062b\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0639\u064f\u0628\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0652\u0646\u064f \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649 \u0628\u0652\u0646\u064f \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0628\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0647\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dalam hadits Bukhariy berbunyi <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627<\/span><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>\u0641\u064e\u0627\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e<\/span>, sedangkan dalam hadits Muslim berbunyi <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u064e \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e<\/span>. Dalam kedua teks tersebut tampak tidak ada perbedaan redaksional kecuali kalimat \u201c<span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627<\/span>\u201d dalam hadits Imam al-Bukhariy disebutkan dengan redkasi \u201c<span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0648\u064e\u0644\u0650\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627<\/span>\u201d dalam hadits Muslim. Hal ini menunjukkan tingkat keshahehan yang tinggi karena kesamaan redaksi yang digunakan.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn3\" name=\"_ftnref3\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[3]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> Oleh sebab itu, tidak musykil mengapa hadits ini sering dikutip dalam literatur Islam, panduan pernikahan, dan terutama dalam <em>mau\u2019idhah hasanah<\/em> pada sebuah acara <em>walimatul \u2018arus<\/em>. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Kalau diperhatikan dalam kitab <em>Syarah Fathul Bariy<\/em> karya Imam Nawawi dijelaskan maksud hadits tersebut bahwa yang dimaksud dengan kalimat atau frase <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">(\u062a\u0646\u0643\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0644\u0623\u0631\u0628\u0639)<\/span> artinya karena empat maksud atau tujuan, sedangkan yang dimaksudkan dengan <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">(\u0648\u0644\u062d\u0633\u0628\u0647\u0627)<\/span> maksudnya ialah keturunan atau perbuatan baik. Kata <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">( \u0648\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 )<\/span> mempunyai arti kecantikan biologis, psikologis, dan kecantikan agama, akan tetapi apabila terjadi pilihan yang sama, maka kecenderungan masyarakat memilih kecantikan biologis. Memperhatikan kebiasaan tersebut, maka <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>( \u0641\u0627\u0638\u0641\u0631 \u0628\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 )<\/span>dalam sabda Nabi saw merupakan suatu perintah untuk mempertahankan tujuan akhir dari pernikahan.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn4\" name=\"_ftnref4\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[4]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Doktrin ini yang kemudian menyisakan banyak ketentuan, berbagai tradisi, dan pandangan tentang pasangan yang ideal. Orang Madura menyebut pasangan ideal dengan <em>bucoh empak<\/em>, maksudnya mempunyai empat sisi, <em>sogi <\/em>(kaya)<em>, raddin <\/em>(cantik)<em>, begus katoronan<\/em> (keturunan baik-baik)<em>, begus agemanah <\/em>(mempunyai kekuatan spritualitas). Orang Jawa menyebutnya dengan <em>bibit, bebet, <\/em>dan <em>bobot<\/em>. Doktrin ini secara turun temurun cukup efektif untuk mempengaruhi kondisi psikologis dan budaya masyarakat muslim Indonesia dan membentuk perilaku sosial yang terkadang \u201caneh.\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span lang=\"IN\" style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">Bagaimana Memahami <\/span>Hadits<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Saya mempunyai seorang kawan akrab, sebut saja namanya Umar, yang hingga usia setengah senjanya, sekitar umur 40 tahun, belum bisa menemukan permata hati yang dicarinya. Sekalipun kawan saya tersebut sudah tidak dibingungkan dengan keinginan-keinginan orang lain, karena semua keluarganya sudah menyerahkan kepadanya, tetapi dia belum dapat memastikan tipe gadis yang sesuai dengan keinginannya. Kriteria gadis yang selaras dengan stratifikasi sosial keluarganya dan tipe pasangan yang cocok dengan posisinya yang telah terlanjur menduduki jabatan terhormat ditempat kerjanya sekarang.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Suatu hari saya mendengar Umar sudah menentukan pilihannya pada salah seorang gadis yang juga aktif dalam kegiatan organisasi yang sama dengannya. Gadis berparas ayu itu berasal dari sebuah desa di Kabupaten Jombang. Gadis itu sudah masuk dalam beberapa kriteria yang dimaksud, kecuali asal usul keturunannya. Untuk mengetahui sisa kriteria itu, Umar membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus melakukan <em>pedekate<\/em> yang cukup intens. Sayangnya, sebelum dapat diketahui, sang gadis sudah lebih dulu bertunangan dengan anak seorang pengusaha dari Kediri! <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dengan sisa semangat menikah dan untuk memenuhi tuntutan banyak orang, atau setidaknya menghargai teman-teman yang mendukungnya, 2 tahun kemudian Umar berkenalan lagi dengan seorang gadis dari sebuah desa di bagian Utara Kabupaten Malang. Gadis yang menjadi guru bahasa Asing di sebuah lembaga pendidikan ternama di Kota Malang itu, dia kenal melalui prakarsa hubungan luar negeri, dimana Umar menjabat sebagai Ketua sebuah Pusat Studi Bahasa dan Budaya (PSBB). Sebagai seorang pengajar bahasa di lembaga pendidikan, gadis itu mudah ditemui oleh Umar, bahkan juga pernah melakukan kerjasama untuk melaksanakan satu kegiatan kursus relreatif di suatu lokasi rekreasi, Kota Batu. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><em>Witing tresno jalaran songko kulino<\/em>, begitu pepatah Jawa yang artinya kurang lebih \u201cawal mula cinta bisa terjadi karena sering bertemu,\u201d Umar pun mulai mengenal dengan baik, <em>watak, watuk <\/em>dan<em> wahing <\/em>sang guru. Agar dapat bertemu sang Umar membuat prinsip dan progam kerja \u201ctiada hari tanpa kursus.\u201d Jika Umar tidak punya waktu kursus, maka dia tetap saja datang untuk menemani sang guru. \u201cMaklum Ketua PSBB,\u201d begitu alasannya. Dari beberapa kali pertemuan, semakin kenal Umar dengan sang gadis pujaan hati itu. \u201cTinggal satu lagi yang harus ku ketahui dengan jelas, keturunan dan lingkungan keluarganya,\u201d begitu Umar berkata pada dirinya sambil memandangi buku-buku dalam rak kantornya.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Untuk mendapakan jawaban tentang latar belakang tersebut, Umar mengangkat teman akrabnya sebagai peneliti, ya tentu juga sekaligus <em>petete<\/em>, agar dapat mencermati dan melihat secara langsung ke rumah sang guru pujaan hati. Sudah dua bulan penelitian lingkungan dan nasab belum juga diketahui dengan jelas, kata sang <em>petete<\/em>. Tiga bulan, empat bulan, lima bulan, juga belum diberikan jawabannya. Di luar dari dugaan Umar yang berpikir tidak akan ada anjing yang memakan hidangan tuannya, sang <em>petete <\/em>tanpaknya juga terkena <em>sabdo witing tresno jalaran songko kulino<\/em>. Dalam bulan ketujuh penelitiannya, sang guru sudah berhasil diseret pada perjanjian pertunangan dengan sang <em>petete<\/em>. Sungguh remuk redam hati <span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>Umar mendengarnya! Terkejut laksana disambar petir, Umar pun menunda \u201c<em>perburuan<\/em>\u201d berikutnya hingga waktu yang tidak ditentukan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Begitulah, doktrin dalam hadits yang secara <em>serampangan<\/em> dipahami sebagai pasangan yang ideal dan mengakibatkan sebagian masyarakat menentukan calon pilihannya seperti yang diidealkan itu. Jika diamati dalam beberapa kitab tafsir, dapat diketahui bahwa hadits <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627<\/span><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span><span dir=\"rtl\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span><\/span>ini digunakan oleh sebagian mufassir untuk menafsiri ayat yang berbunyi:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064c \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0622\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e <\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><strong><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Dalam sebagian tafsirannya, dalam Juz 2, halaman 217, <\/span>Imam <span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">al-Alusiy memberikan penafsiran ayat tersebut sebagai berikut:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span dir=\"ltr\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>\u2026\u201d<\/span><span lang=\"AR-SA\">{ \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 } \u0644\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0633\u0627\u0626\u0631 \u0645\u0627 \u064a\u0648\u062c\u0628 \u0627\u0644\u0631\u063a\u0628\u0629 \u0641\u064a\u0647\u0627\u060c \u0623\u062e\u0631\u062c \u0633\u0639\u064a\u062f \u0628\u0646 \u0645\u0646\u0635\u0648\u0631 \u0648\u0627\u0628\u0646 \u0645\u0627\u062c\u0647 \u0639\u0646 \u0627\u0628\u0646 \u0639\u0645\u0631 \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 \u0639\u0646\u0647\u0645\u0627 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0642\u0627\u0644 : &#8221; \u0644\u0627 \u062a\u0646\u0643\u062d\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0633\u0627\u0621 \u0644\u062d\u0633\u0646\u0647\u0646 \u060c \u0641\u0639\u0633\u0649 \u062d\u0633\u0646\u0647\u0646\u0651 \u0623\u0646 \u064a\u0631\u062f\u064a\u0647\u0646 \u060c \u0648\u0644\u0627 \u062a\u0646\u0643\u062d\u0648\u0647\u0646 \u0639\u0644\u0649 \u0623\u0645\u0648\u0627\u0644\u0647\u0646 \u0641\u0639\u0633\u0649 \u0623\u0645\u0648\u0627\u0644\u0647\u0646\u0651 \u0623\u0646 \u062a\u0637\u063a\u064a\u0647\u0646 \u060c \u0648\u0627\u0646\u0643\u062d\u0648\u0647\u0646\u0651 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0641\u0644\u0623\u0645\u0629 \u0633\u0648\u062f\u0627\u0621 \u062e\u0631\u0645\u0627\u0621 \u0630\u0627\u062a \u062f\u064a\u0646 \u0623\u0641\u0636\u0644 &#8221; \u0648\u0623\u062e\u0631\u062c \u0627\u0644\u0634\u064a\u062e\u0627\u0646 \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 \u0639\u0646\u0647 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0642\u0627\u0644 : &#8221; \u062a\u0646\u0643\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0644\u0623\u0631\u0628\u0639 : \u0644\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062d\u0633\u0628\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062f\u064a\u0646\u0647\u0627 \u0641\u0627\u0638\u0641\u0631 \u0628\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u062a\u0631\u0628\u062a \u064a\u062f\u0627\u0643 &#8220;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Menurut Imam al-Alusiy, frase <\/span><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">{\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652}<\/span> maksudnya sekalipun membuat takjub pada kalian karena kecantikan, harta, dan beberapa hal yang dapat mengakibatkan ketakjuban padanya. Sa\u2019\u00edd ibn Manshur dan Ibn Majah telah melakukan penelitian dari jalur Ibn \u2018Umar ra bahwa Nabi saw bersabda: \u201cjangan kalian menikahi perempuan karena kecantikan (tampang)nya, karena kecantikannya terkadang menjatuhkannya, dan jangan kalian menikahi perempuan karena hartanya, karena terkadang hartanya itu membuatnya bertindak sewenang-wenang, tetapi nikahilah perempuan berasarkan atas agamanya. (Ketahuilah), sesungguh-nya budak perempuan yang hitam legam dan berbulu lebat tetapi memiliki agama, jau lebih baik (bagi kalian untuk dinikahi).\u201d Begitu juga, Imam Bukhari-Muslim telah melakukan penelitian dari jalur Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw telah bersabda: \u201cperempuan (biasanya) dinikahi karena empat (alasan), karena harta, jalur keturunan, kecantikan, dan agamanya, maka pertahankanlah kalian untuk memilih perempuan yang memiliki agama, (agar) kamu bahagia.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa Imam al-Alusiy menggunakan hadits yang dianggap sesuatu yang ideal tersebut justeru sebaliknya menginformasikan pentingnya memperhatikan agama dengan bukan harus mempertahankan pencarian terhadap pasangan yang ideal. Pandangan seperti ini juga dapat ditemukan dalam kitab <span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Tafsir al-Wasith, Juz I, halaman 391, dimana Syeikh Sayyid Thanthawiy memebrikan penafsiran terhadap ayat tersebut sebagai berikut:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span dir=\"ltr\">\u2026\u201d<\/span><span lang=\"AR-SA\"> \u0648\u0642\u062f \u0623\u0645\u0631 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0623\u062a\u0628\u0627\u0639\u0647 \u0623\u0646 \u064a\u062c\u0639\u0644\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0623\u0633\u0627\u0633 \u0631\u063a\u0628\u062a\u0647\u0645 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0632\u0648\u0627\u062c \u060c \u0641\u0642\u062f \u0623\u062e\u0631\u062c \u0627\u0644\u0634\u064a\u062e\u0627\u0646 \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 \u0623\u0646 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0642\u0627\u0644 : &#8221; \u062a\u0646\u0643\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0644\u0623\u0631\u0628\u0639 : \u0644\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062d\u0633\u0628\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062f\u064a\u0646\u0647\u0627 \u0641\u0627\u0638\u0641\u0631 \u0628\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u062a\u0631\u062a\u0628 \u064a\u062f\u0627\u0643 &#8221; .<\/span> <span lang=\"AR-SA\">\u0648\u0639\u0646 \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0628\u0646 \u0639\u0645\u0631\u0648 &#8211; \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645\u0627 &#8211; \u0642\u0627\u0644 : \u0642\u0627\u0644 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 &#8221; \u0644\u0627 \u062a\u062a\u0632\u0648\u062c\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0633\u0627\u0621 \u0644\u062d\u0633\u0646\u0647\u0646 \u0641\u0639\u0633\u0649 \u062d\u0633\u0646\u0647\u0646 \u0623\u0646 \u064a\u0631\u062f\u064a\u0647\u0646 \u060c \u0648\u0644\u0627 \u062a\u062a\u0632\u0648\u062c\u0648\u0647\u0646 \u0644\u0623\u0645\u0648\u0627\u0644\u0647\u0646 \u0641\u0639\u0633\u0649 \u0623\u0645\u0648\u0627\u0644\u0647\u0646 \u0623\u0646 \u062a\u0637\u063a\u064a\u0647\u0646 \u060c \u0648\u0644\u0643\u0646 \u062a\u0632\u0648\u062c\u0648\u0647\u0646 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u060c \u0648\u0644\u0623\u0645\u0629 \u0633\u0648\u062f\u0627\u0621 \u0630\u0627\u062a \u062f\u064a\u0646 \u0623\u0641\u0636\u0644 &#8220;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dan Nabi saw, kata <span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Syeikh Sayyid Thanthawiy, <\/span><span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">memerintahkan <\/span><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">kepada para penganutnya untuk menjadikan agama sebagai dasar kecintaan mereka dalam menentukan pasangan. <\/span>Imam Bukhari-Muslim telah melakukan penelitian dari jalur Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw telah bersabda: \u201cperempuan (biasanya) dinikahi karena empat (alasan), karena harta, jalur keturunan, kecantikan, dan agamanya, maka pertahankanlah kalian untuk memilih perempuan yang memiliki agama, (agar) kamu bahagia.\u201d Dan dari Abdullah bin Umar ra beliau mengatakan bahwa Nabi saw telah bersabda: Janganlah kalian memilih pasangan karena kecantikan (wajah)nya, karena terkadang kecantikan mereka \u2026, dan jangan kalian memilih pasangan karena harta (yang dimiliki)nya, karena harta mereka terkadang \u2026, tetapi pilihlah pasangan karena (memperhatikan dengan sungguh-sungguh) atas keberagamaannya, dan (sesungguhnya) budak perempuan yang hitam legam (tetapi) memiliki agama lebih baik (untuk dipilih sebagai pasangan).\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Sementara itu, dalam <span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Tafsir al-Wasith, Juz I, halaman 1183, Syeikh Sayyid Thanthawiy, menggunakan hadits tersebut sebagai penafsira terhadap ayat \u201c<\/span><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0622\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u064e\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e<\/span><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">\u201d. Dimana dalam memberikan penafsiran terhadap ayat tersebut, Sayyid Thanthawiy mengatakan sebagai berikut:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span dir=\"ltr\">\u201d<\/span><span lang=\"AR-SA\">\u0647\u0630\u0627 \u060c \u0648\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0623\u062d\u0643\u0627\u0645 \u0627\u0644\u062a\u064a \u0623\u062e\u0630\u0647\u0627 \u0627\u0644\u0639\u0644\u0645\u0627\u0621 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0622\u064a\u0629 \u0627\u0644\u0643\u0631\u064a\u0645\u0629 .<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">1 &#8211; \u0625\u0628\u0627\u062d\u0629 \u0627\u0644\u062a\u0645\u062a\u0639 \u0628\u0627\u0644\u0637\u064a\u0628\u0627\u062a \u0627\u0644\u062a\u064a \u0623\u0646\u0639\u0645 \u0628\u0647\u0627 &#8211; \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646\u0647 &#8211; \u0639\u0644\u0649 \u0639\u0628\u0627\u062f\u0647 \u060c \u0648\u0644\u0645 \u064a\u0631\u062f \u0646\u0635 \u0628\u062d\u0631\u0645\u062a\u0647\u0627 .<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">2 &#8211; \u0625\u0628\u0627\u062d\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0643\u0644 \u0645\u0646 \u0630\u0628\u0627\u0626\u062d \u0623\u0647\u0644 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628 \u0648\u0625\u0628\u0627\u062d\u0629 \u0625\u0637\u0639\u0627\u0645\u0647\u0645 \u0645\u0646 \u0637\u0639\u0627\u0645\u0646\u0627 .<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"AR-SA\">3 &#8211; \u0627\u0644\u062a\u0631\u063a\u064a\u0628 \u0641\u064a \u0646\u0643\u0627\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062d\u0635\u0646\u0629 \u0623\u064a \u0627\u0644\u062a\u064a \u0623\u062d\u0635\u0646\u062a \u0646\u0641\u0633\u0647\u0627 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0641\u0648\u0627\u062d\u0634 <\/span><span dir=\"ltr\">\u2026<\/span> <\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"AR-SA\">\u0648\u0642\u062f \u0648\u0631\u062f\u062a \u0623\u062d\u0627\u062f\u064a\u062b \u0643\u062b\u064a\u0631\u0629 \u0641\u064a \u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u060c \u0648\u0645\u0646 \u0630\u0644\u0643 \u0645\u0627 \u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u0634\u064a\u062e\u0627\u0646 \u0648\u063a\u064a\u0631\u0647\u0645\u0627 \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 \u0623\u0646 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0642\u0627\u0644 : &#8221; \u0644\u0627 \u062a\u0646\u0643\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0644\u0623\u0631\u0628\u0639 : \u0644\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u060c \u0648\u0644\u062d\u0633\u0628\u0647\u0627 \u060c \u0648\u0644\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u060c \u0648\u0644\u062f\u064a\u0646\u0647\u0627 \u0641\u0627\u0638\u0641\u0631 \u0628\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u062a\u0631\u0628\u062a \u064a\u062f\u0627\u0643 &#8221; .<\/span><span dir=\"ltr\">\u2026<\/span><span lang=\"AR-SA\">.<\/span><span dir=\"ltr\" lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">\u201c<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Berikut ini, kata Sayyid Thanthawiy, adalah sebagian dari hukum yang diambil oleh para ulama\u2019 dari ayat tersebut; (1) Diperbolehkannya bersenang-senang dengan macam makanan yang baik yang telah diberikan Allah kepada para hambaNya, dan tidak ada nash (teks) yang mengharamkannya; (2) Diperbolehkannya memakan hewan yang disebelih oleh ahli kitab dan kebolehan memberikan makan ahli kitab; (3) Menyenangi perempuan <em>muhshanat<\/em> dalam pernikahan, yakni perempuan yang telah menjaga dirinya untuk tidak berbuat kejelekan&#8230; Dan telah sampai beberapa hadits dalam konteks ini, yang di antaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari-Muslim, dan rawi yang lainnya, dari jalur Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw telah bersabda: \u201c<\/span>perempuan (biasanya) dinikahi karena empat (alasan), karena harta, jalur keturunan, kecantikan, dan agamanya, maka pertahankanlah kalian untuk memilih perempuan yang memiliki agama, (agar) kamu bahagia.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Begitulah penggunaan hadits yang kita bahas dalam beberapa kitab tafsir, sedangkan Ibn \u2018Arabiy dalam kitab Ahkamul Qur\u2019an, Bab Mas\u2019alat al-Kafa\u2019ah fi al-Ahsab, Juz VI, halaman 360, menggunakan hadits tersebut untuk memberikan penafsiran terhadap ayat yang berbunyi \u201c<\/span><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0625\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627<\/span>.<span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">\u201d Dalam memberikan penafsiran terhadap ayat ini, Ibn \u2018Arabiy menjelaskan sebagai berikut:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span dir=\"ltr\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>\u201d<\/span><span lang=\"AR-SA\">\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 : \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649 : \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u0650 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 <\/span><span dir=\"ltr\">\u2026<\/span><span lang=\"AR-SA\"> \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f : \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0651\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e\u0629\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650 \u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650<span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span><\/span><span dir=\"ltr\">\u2026<\/span><span lang=\"AR-SA\">\u060c \u0648\u064e\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0634\u064d \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u064e \u0632\u064e\u064a\u0652\u062f\u064c \u0628\u0650\u0632\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0628\u0650 \u060c \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0650 \u0636\u064f\u0628\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0646\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u060c \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648 \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064e \u0633\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e \u0628\u0650\u0646\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u062f\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064f\u062a\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0639\u064e\u0629\u064e \u060c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0649 \u0644\u0650\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650 .<\/span> <span lang=\"AR-SA\">\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u062d\u0650 \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u060c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0647\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0641\u0652\u0638\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0628\u064f\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e : {\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u061b \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u061b \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643}<\/span><span dir=\"ltr\">\u201c<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">Ibn \u2018Arabiy mengatakan bahwa dalam ayat yang sedang ditafsiri terdapat dua masalah: Pertama, berkaitan dengan sebab turunnya ayat. &#8230; Masalah yang kedua bahwa dalam teks ini menyatakan bahwa sesungguhnya <em>kafa\u2019ah<\/em> (kesesuaian dalam menentukan pasangan) tidak dipertimbangkan dari sisi keturunan, melainkan dari sisi keberagamaan &#8230;, dan hal tersebut ditunjukkan dengan beberapa budak yang kawin dengan bangsa Quraisy, Zayd dengan Zaynab, Miqdad bin al-Aswad dengan Dluba\u2019ah putri al-Zubayr, Abu Hanifah dengan Hindun putri Walid bin \u2018Utbah bin Rabi\u2019ah, yakni budak dari seoang istri dari sahabat anshar. Dan dalam kitab shahih, juga yang lain, dari Abu Hurairah, sedangkan lafalnya diambil dari Imam Bukhariy, Nabi saw telah bersabda: <\/span><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">}<\/span> <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u061b \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u061b \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643<\/span><span lang=\"AR-SA\"> <span dir=\"rtl\">{<\/span><\/span>.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Memperhatikan berbagai pandangan para mufassir (ahli tafsir al-Qur\u2019an) terhadap hadits <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u061b \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u060c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u061b \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643<\/span> dapat disimpulkan bahwa sabda Nabi saw in merupakan dekonstruksi terhadap budaya masyarakat yang memandang bahwa calon pasangan yang ideal adalah yang memiliki harta, cantik, dan keturunan tehormat. Tegasnya, hadits tersebut seakan-akan mengatakan kepada kita agar jangan memandang calon dari pasangan yang ideal seperti orang-orang jahiliyyah yang memilih pasangannya dengan menitikberatkan pada kekayaan, kecantikan dan keturunannya, melainkan perhatikan keberagamaannya, sebab pada keberagamaan seorang pasangan keluarga sakinah dapat tercapai.<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span lang=\"IN\" style=\"line-height: 200%;\">&nbsp;<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Doktrin Islam tentang Penentuan Calon<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Selain memperhatikan keberagamaannya, dalam menentukan calon pasangan juga harus memperhatikan ketentuan syari\u2019at, tentang yang boleh dijadikan sebagai pasangan dan yang tidak boleh dijadikan pasangan. Helman Fajry<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn5\" name=\"_ftnref5\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[5]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> menyebutkan beberapa konsep yang berhubungan dengan ketentuan hukum Islam tentang bentuk perkawinan yang dilarang (diharamkan) ialah sebagai berikut: <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">1.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\">Nikah <em>Syighar<\/em> (Pertukaran)<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Kata-kata <em>syighar<\/em> yang berasal dari bahasa Arab secara arti kata berarti mengangkat kaki dalam konotasi yang tidak baik, seperti anjing mengangkat kakinya waktu kencing. Bila dihubungkan kepada kata \u201cnikah\u201d dan disebut nikah <em>syighar<\/em> <span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">maka <\/span>mengandung arti yang tidak baik, sebagaimana tidak baiknya pandangan terhadap anjing yang mengangkat kakinya waktu kencing itu. Dalam arti definitif ditemukan dalam hadis Nabi dari Nafi\u2019 bin Ibnu Umar <em>muttafaq alaih<\/em> yang dikutip al-Shan\u2019aniy dalam kitabnya <em>Subul al-Salam<\/em>: \u201cseorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan ketentuan laki-laki lain itu mengawinkan pula anak perempuannya kepadanya dan tidak ada di antara keduanya mahar<span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">.<\/span>\u201d<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn6\" name=\"_ftnref6\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[6]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Dalam kitab <em>&#8220;Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid&#8221;<\/em> Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa <em>Fuqaha<\/em> sependapat bahwasanya nikah <em>syighar<\/em> ialah apabila seorang laki-laki mengawinkan orang perempuan yang dibawah kekuasaannya (anaknya) <span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">pada <\/span>seorang laki-laki lain dengan syarat bahwa laki-laki lain ini juga mengawinkan orang perempuan yang dibawah kekuasaan (anak<span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">)<\/span>nya dengan laki-laki pertama<span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">, <\/span>tanpa ada maskawin (mahar) pada kedua perkawinan tersebut. Maskawinnya hanya alat kelamin perempuan tersebut menjadi imbalan bagi alat kelamin perempuan lainnya. <em>Fuqaha<\/em> telah sependapat pula bahwa pernikahan <em>syighar<\/em> ini tidak diperbolehkan, karena larangan yang berkenaan dengan pernikahan tersebut<span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span>diriwayatkan dalam hadis shahih.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn7\" name=\"_ftnref7\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[7]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> Diantaranya<span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span>sebagaimana hadis yang telah diriwayatkan oleh <em>Imam al-Bukhari<\/em> berikut:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"AR-SA\" style=\"line-height: 150%; font-size: 14pt;\">\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0628\u0652\u0646\u064f \u064a\u064f\u0648\u0652\u0633\u064f\u0641\u064e \u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064d \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064f\u0645\u064e\u0631\u064e \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0640\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0640\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064b\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0640\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0646\u0640\u064e\u0647\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0650\u0651\u063a\u064e\u0640\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0650\u0651\u063a\u064e\u0640\u0627\u0631\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0632\u064e\u0648\u0650\u0651\u062c\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064f \u0627\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0632\u064e\u0648\u0650\u0651\u062c\u064e\u0640\u0647\u064f \u0627\u0644\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f \u0627\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0640\u0627 \u0635\u064e\u0640\u062f\u064e\u0627\u0642\u064c<\/span><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"AR-SA\"> (\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a)<\/span><span dir=\"ltr\">\u200d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0650<\/span>\u201d\u2026dari Nafi\u2019 dari Ibnu Umar r.a, ia berkata: Bahwasanya Rasulullah <span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">saw <\/span>telah melarang perbuatan syighar, (kemudian dijelaskan dengan perkataannya) dan syighar ialah seorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan imbalan dia dikawinkan kepada anak perempuan dari laki-laki yang mengawini anaknya tersebut, dan keduanya tanpa memberikan maskawin&#8221; (H.R. Bukhari).<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn8\" name=\"_ftnref8\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[8]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">2.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\">Nikah <em>Mut\u2019ah<\/em><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Kata <em>mut\u2019ah<\/em> adalah term bahasa Arab berasal dari kata <em>ma-ta-\u2018a<\/em> yang secara etimologi<span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">s<\/span> mengandung beberapa arti, diantaranya ialah: kesenangan, alat perlengkapan, dan pemberian. Sedangkan dalam istilah hukum, nikah ini biasa disebut dengan \u201cpernikahan untuk masa tertentu\u201d, dalam arti pada waktu akad dinyatakan berlaku ikatan perkawinan sampai masa tertentu yang bila masa itu telah datang, perkawinan terputus dengan sendirinya tanpa melalui proses perceraian. Nikah <em>mut\u2019ah<\/em> ini disebut juga dengan nikah <em>munqati\u2019<\/em>.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn9\" name=\"_ftnref9\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[9]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Salah seorang ulama terkemuka, Ibnu Hazm, menyebutkan bahwa nikah <em>mut\u2019ah<\/em> adalah nikah dengan batasan waktu tertentu dan dilarang dalam agama. Nikah ini pernah diperbolehkan pada masa Rasulullah Saw, namun kemudian Allah SWT menghapus atau melarangnya.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn10\" name=\"_ftnref10\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[10]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> Seperti yang tertera dalam sebuah hadits berikut ini:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0640\u0643\u0652\u0631\u064d \u0628\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u0645\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0632\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0628\u0652\u0646\u064f \u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u064d \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0639\u0640\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064f\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0640\u0627\u0644\u064e \u0632\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0640\u0641\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0639\u064f\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0647\u0652\u0640\u0631\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0628\u0652\u0640\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u0640\u062f\u064d \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0640\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u0649\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0640\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0646\u064e\u0640\u0647\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0646\u0650\u0640\u0643\u064e\u0627\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0640\u0645\u064f\u062a\u0652\u0639\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064f\u0640\u062d\u064f\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0640\u0629 (\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0645\u0633\u0644\u0645)<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">\u201d\u2026dari Zuhri dari Hasan dan Abdillah bin Muhammad bin Ali dari ayahnya dari Ali r.a, ia berkata: Bahwasanya Rasulullah SAW telah melarang nikah mut\u2019ah dan makan daging khimar (keledai) pada zaman khaibar.\u201d<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn11\" name=\"_ftnref11\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[11]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">3.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><span style=\"font-size: small;\">Nikah <em>Tahlil<\/em><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Secara etimologi <em>tahlil<\/em> berarti menghalalkan sesuatu yang hukumnya haram. Kalau dikaitkan kepada perkawinan, nikah <em>tahlil<\/em> berarti perbuatan yang menyebabkan seseorang yang semula haram melangsungkan perkawinan menjadi boleh atau halal. Orang yang dapat menyebabkan halalnya orang lain melakukan perkawinan itu disebut <em>muhallil<\/em>, sedangkan orang yang telah halal melakukan perkawinan disebabkan oleh perkawinan yang dilakukan <em>muhallil<\/em> disebut <em>muhallal lah<\/em>. Dengan demikian, nikah <em>tahlil<\/em> adalah perkawinan yang dilakukan untuk menghalalkan orang yang telah melakukan talak tiga untuk segera kembali kepada istrinya dengan nikah baru.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn12\" name=\"_ftnref12\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[12]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Nikah <em>tahlil<\/em> ini hukumnya haram dan termasuk dosa besar apabila maksudnya untuk menghalalkan perkawinan seseorang dengan bekas istrinya yang telah di talak tiga, baik dengan persetujuan bekas suaminya ataupun tidak, sebab semua perbuatan itu dinilai menurut niatnya. Apabila diniatkan untuk menghalalkan, maka kawinnya haram dan batil karena maksud perkawinan yang sebenarnya adalah untuk pergaulan abadi, untuk memperoleh keturunan, mengasuh anak dan membina rumah tangga yang sejahtera, sedangkan perkawinan\/nikah <em>tahlil<\/em> ini meskipun namanya perkawinan tetapi dusta, penipuan yang tidak diajarkan Allah dan dilarang bagi siapapun. Dalam perkawinan ini ada unsur-unsur yang merusak dan bahaya.<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn13\" name=\"_ftnref13\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[13]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\"> Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span lang=\"AR-SA\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062d\u0652\u0645\u064f\u0648\u0652\u062f\u064c \u0628\u0652\u0646\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0640\u0644\u0627\u064e\u0646\u064e \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0640\u062f\u064e \u0627\u064e\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u064a\u0652 \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0640\u0641\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652 \u0642\u064e\u064a\u0652\u0633\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0632\u064e\u064a\u0652\u0644\u064d \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0634\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u0640\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0639\u064f\u0648\u0652\u062f\u064d \u0642\u064e\u0640\u0627\u0644\u064e : \u0644\u064e\u0640\u0639\u064e\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0640\u0648\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0640\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u064e\u0644\u0652\u0645\u064f\u0640\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0652\u0644\u0645\u064f\u0640\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f<span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp; <\/span>(\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u062a\u0631\u0645\u0640\u0630\u064a) <\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><span style=\"color: red;\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">\u201c<\/span>\u2026dari Abi Qais dari Huzail bin Syarhabil dari Abdullah bin Mas&#8217;ud r.a, ia berkata: Rasulullah SAW melaknat <em>muhilla<\/em> dan <em>muhallal lahu<\/em><span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">.\u201d<\/span><\/span><\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn14\" name=\"_ftnref14\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[14]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">&nbsp;<\/span><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Menurut hukum Islam seorang isteri yang telah ditalak tiga oleh suaminya, tidak diperbolehkan kawin kembali dengan bekas suaminya kecuali setelah memenuhi 5 (lima) syarat, yaitu:<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn15\" name=\"_ftnref15\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[15]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">a.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"font-size: small;\">Sudah habis masa iddah sang perempuan dari suami yang mentalaknya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">b.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"font-size: small;\">Perempuan itu sudah kawin lagi dengan laki-laki selain suami yang mentalaknya dengan perkawinan yang sah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">c.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"font-size: small;\">Perempuan itu sudah melakukan hubungan suami-istri dengan suami yang baru.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">d.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"font-size: small;\">Perempuan itu sudah ditalak <em>bain<\/em> oleh suaminya yang baru.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\"><span style=\"font-size: small;\">e.<\/span><span style=\"font: 7pt;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><span style=\"layout-grid-mode: line;\"><span style=\"font-size: small;\">Telah habis masa <em>iddah<\/em> perempuan itu dari suaminya yang baru.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Selain larangan karena bentuknya, larangan perkawinan juga ada yang dikarenakan aliran nasab atau karena hubungan kekeluargaan. Dalam hal ini Allah swt berfimrna dalam QS. Al-Nisa\u2019: 22-23 berikut:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"AR-SA\">\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064e\u062d\u064e \u0622\u064e\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 (22) \u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u062d\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 (23)<\/span><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Ayat diatas memberikan informasi bahwa erempuan yang dilarang untuk dinikahi ialah: (1) seorang perempuan yang pernah dinikahi oleh bapaknya, (2) ibu kandung, (3) anak perempuan, (4) saudara perempuan, (5) bibi dari jalur bapak, (6) bibi dari jalur ibu, (7-8) keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan perempuan, (9) ibu yang menyusui, (10) saudara perempuan yang sama-sama menyusu pada ibu yang sama, (11) mertua perempuan, (12) anak tiri (Jawa: <em>anak gawan<\/em>) yang ibunya sudah pernah dinikahi dan berhubungan bilogis, (13) istri atau mantan isteri anak-anak kandung, dan (14) mengumpulkan dua perempuan yang bersaudara dalam satu pernikahan. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: small;\">Termasuk dalam larangan karena nasab, adalah larangan karena hubungan susuan, sebagaimana sabda Nabi saw.: <span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\">\u0648 \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648 \u0628\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u064f\u0648 \u0643\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u0645\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u0650\u0634\u064e\u0627\u0645\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u0650\u0631\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0644\u0650\u062c\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064f\u0643\u0650 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0623\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u0652\u0646\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064f\u0643\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0644\u0650\u062c\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 <\/span>\u2026<\/span><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftn16\" name=\"_ftnref16\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span dir=\"rtl\" lang=\"AR-SA\"><span dir=\"ltr\" style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 12pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[16]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"mso-element: footnote-list;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr size=\"1\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"ftn1\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref1\" name=\"_ftn1\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[1]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Konsepsi fiqh yang saya maksudkan ialah tentang tentang <em>wali mujbir<\/em>, yaitu suatu konsep fiqh yang menyatakan bahwa anak <span lang=\"IN\" style=\"mso-ansi-language: IN;\">perempuan <\/span>yang masih gadis hak penentuan calon pilihan pasangannya berada pada sang wali.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn2\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref2\" name=\"_ftn2\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[2]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Setiap masyarakat menentukan cara dan kriteria pemilihan calon secara berbeda-beda karena tidak bisa terlepas dari doktrin yang diajarkan dan juga budaya yang melingkupinya. Kedua hal tersebut saling pengaruh mempengaruhi dalam membentuk suatu sistem tata nilai budaya yang efektif untuk membentuk akar psikologis dan alam pikiran masyarakatnya. Baca mengenai hal ini dalam Muhammad Damami, <em>Makna Agama dalam masyarakat Jawa <\/em>(Yogyakarta: LESF, 2002), 7.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn3\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref3\" name=\"_ftn3\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[3]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Ada beberapa tingkatan hadits, dari sisi banyaknya perawi dibagi pada hadits mutawatir, masyhur, dan ahad, sedangkan dari sisi kesambungan sanad dibagi pada hadits <em>muttashil<\/em> (sampai kepada Rasulullah), <em>mawquf<\/em> (sampai pada sahabat), dan <em>munqathi\u2019<\/em> (hanya sampai pada tabi\u00edn). Hadits Ahad, yakni hadits yang diriwayatkan oleh jumlah sahabat yang tidak sampai pada tingkatan masyhur, ada yang <em>shahih<\/em> (jelas datang dari Nabi saw dan harus diamalkan) dan <em>dla\u2019if<\/em> (jelas tidak datang dari Nabi saw dan tidak diamalkan kecuali dalam <em>fadlail al-a\u2019mal<\/em>). <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn4\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref4\" name=\"_ftn4\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[4]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Perhatikan sebagian potongan syarahnya berikut ini:<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoFootnoteText\" dir=\"rtl\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt; unicode-bidi: embed; direction: rtl;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size: 11pt;\">\u062d\u062f\u064a\u062b \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 . \u0642\u0648\u0644\u0647 ( \u062a\u0646\u0643\u062d \u0627\u0644\u0645\u0631\u0623\u0629 \u0644\u0623\u0631\u0628\u0639 ) \u0623\u064a \u0644\u0623\u062c\u0644 \u0623\u0631\u0628\u0639 . \u0642\u0648\u0644\u0647 ( \u0644\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 \u0648\u0644\u062d\u0633\u0628\u0647\u0627 ) <\/span><span dir=\"ltr\" style=\"font-size: 11pt;\">\u2026<\/span><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size: 11pt;\">, \u0648\u0627\u0644\u062d\u0633\u0628 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0623\u0635\u0644 \u0627\u0644\u0634\u0631\u0641 \u0628\u0627\u0644\u0622\u0628\u0627\u0621 \u0648\u0628\u0627\u0644\u0623\u0642\u0627\u0631\u0628 , \u0645\u0623\u062e\u0648\u0630 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0627\u0628 , \u0644\u0623\u0646\u0647\u0645 \u0643\u0627\u0646\u0648\u0627 \u0625\u0630\u0627 \u062a\u0641\u0627\u062e\u0631\u0648\u0627 \u0639\u062f\u0648\u0627 \u0645\u0646\u0627\u0642\u0628\u0647\u0645 \u0648\u0645\u0622\u062b\u0631 \u0622\u0628\u0627\u0626\u0647\u0645 \u0648\u0642\u0648\u0645\u0647\u0645 \u0648\u062d\u0633\u0628\u0648\u0647\u0627 \u0641\u064a\u062d\u0643\u0645 \u0644\u0645\u0646 \u0632\u0627\u062f \u0639\u062f\u062f\u0647 \u0639\u0644\u0649 \u063a\u064a\u0631\u0647 . \u0648\u0642\u064a\u0644 \u0627\u0644\u0645\u0631\u0627\u062f \u0628\u0627\u0644\u062d\u0633\u0628 \u0647\u0646\u0627 \u0627\u0644\u0641\u0639\u0627\u0644 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646\u0629 <\/span><span dir=\"ltr\" style=\"font-size: 11pt;\">\u2026 <\/span><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size: 11pt;\"><span style=\"mso-spacerun: yes;\">&nbsp;<\/span>, \u0648\u064a\u0624\u062e\u0630 \u0645\u0646\u0647 \u0623\u0646 \u0627\u0644\u0634\u0631\u064a\u0641 \u0627\u0644\u0646\u0633\u064a\u0628 \u064a\u0633\u062a\u062d\u0628 \u0644\u0647 \u0623\u0646 \u064a\u062a\u0632\u0648\u062c \u0646\u0633\u064a\u0628\u0629 \u0625\u0644\u0627 \u0625\u0646 \u062a\u0639\u0627\u0631\u0636 \u0646\u0633\u064a\u0628\u0629 \u063a\u064a\u0631 \u062f\u064a\u0646\u0629 \u0648\u063a\u064a\u0631 \u0646\u0633\u064a\u0628\u0629 \u062f\u064a\u0646\u0629 \u0641\u062a\u0642\u062f\u0645 \u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 , \u0648\u0647\u0643\u0630\u0627 \u0641\u064a \u0643\u0644 \u0627\u0644\u0635\u0641\u0627\u062a <\/span><span dir=\"ltr\" style=\"font-size: 11pt;\">\u2026<\/span><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size: 11pt;\"> . \u0642\u0648\u0644\u0647 ( \u0648\u062c\u0645\u0627\u0644\u0647\u0627 ) \u064a\u0624\u062e\u0630 \u0645\u0646\u0647 \u0627\u0633\u062a\u062d\u0628\u0627\u0628 \u062a\u0632\u0648\u062c \u0627\u0644\u062c\u0645\u064a\u0644\u0629 \u0625\u0644\u0627 \u0625\u0646 \u062a\u0639\u0627\u0631\u0636 \u0627\u0644\u062c\u0645\u064a\u0644\u0629 \u0627\u0644\u063a\u064a\u0631 \u062f\u064a\u0646\u0629 \u0648\u0627\u0644\u063a\u064a\u0631 \u062c\u0645\u064a\u0644\u0629 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646\u0629 , \u0646\u0639\u0645 \u0644\u0648 \u062a\u0633\u0627\u0648\u062a\u0627 \u0641\u064a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0641\u0627\u0644\u062c\u0645\u064a\u0644\u0629 \u0623\u0648\u0644\u0649 , \u0648\u064a\u0644\u062a\u062d\u0642 \u0628\u0627\u0644\u062d\u0633\u0646\u0629 \u0627\u0644\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646\u0629 \u0627\u0644\u0635\u0641\u0627\u062a , \u0648\u0645\u0646 \u0630\u0644\u0643 \u0623\u0646 \u062a\u0643\u0648\u0646 \u062e\u0641\u064a\u0641\u0629 \u0627\u0644\u0635\u062f\u0627\u0642 . \u0642\u0648\u0644\u0647\u0641\u064a \u062d\u062f\u064a\u062b \u062c\u0627\u0628\u0631 &#8221; \u0641\u0639\u0644\u064a\u0643 \u0628\u0630\u0627\u062a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 &#8221; \u0648\u0627\u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0623\u0646 \u0627\u0644\u0644\u0627\u0626\u0642 \u0628\u0630\u064a \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0648\u0627\u0644\u0645\u0631\u0648\u0621\u0629 \u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0645\u0637\u0645\u062d \u0646\u0638\u0631\u0647 \u0641\u064a \u0643\u0644 \u0634\u064a\u0621 \u0644\u0627 \u0633\u064a\u0645\u0627 \u0641\u064a\u0645\u0627 \u062a\u0637\u0648\u0644 \u0635\u062d\u0628\u062a\u0647 \u0641\u0623\u0645\u0631\u0647 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0628\u062a\u062d\u0635\u064a\u0644 \u0635\u0627\u062d\u0628\u0629 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0630\u064a \u0647\u0648 \u063a\u0627\u064a\u0629 \u0627\u0644\u0628\u063a\u064a\u0629 <\/span><span dir=\"ltr\" style=\"font-size: 11pt;\">\u2026<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn5\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref5\" name=\"_ftn5\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[5]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-size: x-small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">Helman Fajry, <span lang=\"SV\" style=\"mso-ansi-language: SV;\">Sal\u0113p Tarjh\u00e2: Antara Realitas, Normatifitas, Dan Mitos, <em>Skripsi <\/em><\/span>(Malang: Fakultas Syari\u2019ah UIN Malang, 2007)<span lang=\"EN-GB\" style=\"mso-ansi-language: EN-GB;\">, 18-22.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn6\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref6\" name=\"_ftn6\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[6]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Amir Syarifuddin, <em>Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan<\/em> (Jakarta: Prenada Media, 2006), 107.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn7\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref7\" name=\"_ftn7\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[7]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Abul Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Rusyd, &#8220;Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid&#8221;, diterjemahkan Imam Ghazali Said dan Achmad Zaidun, <em>Bidayatul Mujtahid Analisa Fiqih Para Mujtahid<\/em> (Cet. II; Jakarta: Pustaka Amani, 2002), 528. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn8\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref8\" name=\"_ftn8\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[8]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-size: x-small;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span lang=\"DE\" style=\"mso-ansi-language: DE;\">Muhammad bin Ismail <\/span>bin Ibrahim bin al-Mughirah, <em>Shahih al-Bukhari<\/em>, Hadis 4720.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn9\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref9\" name=\"_ftn9\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[9]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Amir Syarifuddin, <em>Op. Cit., <\/em>100.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn10\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref10\" name=\"_ftn10\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[10]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span lang=\"DE\" style=\"mso-ansi-language: DE;\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Rahmad Hakim, <em>Hukum Perkawinan Islam<\/em> (Bandung: Pustaka setia, 2000), 32.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn11\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref11\" name=\"_ftn11\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[11]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span lang=\"DE\" style=\"mso-ansi-language: DE;\"><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Muslim bin al-Hujjaj bin Muslim bin Warad, <em>Shahih Muslim<\/em>, Hadis 2511. <\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn12\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref12\" name=\"_ftn12\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[12]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Amir Syarifuddin, <em>Op. Cit.<\/em>, 103.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn13\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref13\" name=\"_ftn13\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[13]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">H.S.A. Al Hamdani, <em>Risalah Nikah<\/em> (Jakarta: Pustaka Amani, 2002), 47.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn14\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref14\" name=\"_ftn14\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[14]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa ad-Dhahak, <em>Sunan at-Tirmidzi<\/em>, Hadis 1039.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn15\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref15\" name=\"_ftn15\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[15]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Muhammad bin Qasim al-Ghazzi as-Syafi\u2019i, \u201cFathul Qarib\u201d, diterjemahkan Imron Abu Umar, <em>Fathul Qarib<\/em> (Cet. I; Kudus: Menara Kudus, 1983), 69-70. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn16\" style=\"mso-element: footnote;\">\n<p class=\"MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify; text-indent: 36pt; margin: 0cm 0cm 0pt;\"><a href=\"http:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/#_ftnref16\" name=\"_ftn16\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"mso-special-character: footnote;\"><span class=\"MsoFootnoteReference\"><span style=\"font-size: 10pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\">[16]<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"font-family: Times New Roman; font-size: x-small;\">Diriwayatkan dalam Imam Muslim, hadits ke 2619.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MERETAS TALI BELENGGU DOKTRIN PEMILIHAN PASANGAN HIDUP &nbsp; Ya Allah, Betapa Sulinya Mencari Pasangan! Pada malam 19 Ramadlan 1428 H., empat orang gadis datang ke rumah saya untuk berbuka puasa bersama, suatu tradisi non akademik tetapi menjadi seperti budaya di dunia akademik. Salah seorang di antaranya adalah seorang gadis yang tidak asing bagi saya karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-8590","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8590\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/syariah.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}