Reporter: Baiq Auliya Maharani putri dan Ariella Azizah A.
Editor: Rizka Amaliah
SYARIAH – Kegiatan Pelatihan Public Speaking bertajuk “Voice of the Future: Suaramu Masa Depanmu” yang digelar Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Jumat, 14 November 2025, resmi dibuka dengan khidmat. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Agenda dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Umi menekankan bahwa pelatihan Public Speaking ini merupakan momen penting untuk seluruh mahasiswa Fakultas Syariah karena setiap profesi yang akan ditekuni nantinya membutuhkan soft skill public speaking. Ia berharap, kegiatan yang digelar rutin tiap tahun ini bisa diikuti seluruh mahasiswa dari lima prodi yang ada di Fakultas Syariah.

“Alhamdulillah, teman-teman yang hadir di sini berasal dari berbagai prodi dan ada yang semester satu. Ini proses yang penting untuk kalian ikuti, karena calon hakim, analis perkara, jaksa, dan profesi lainnya sesuai bidang keilmuan kalian sangat membutuhkan keterampilan berbicara di depan public. Jadi, mohon ikuti dengan baik karena kita sudah mengundang para pakar yang luar biasa untuk menjadi pelatih kalian!” tegasnya.
Hadir pula Wakil Dekan III Fakultas Syariah sebagai Keynote Speaker yang memberikan wawasan terkait urgensi penguasaan public speaking dalam membangun kepercayaan diri dan citra diri.

“Public speaking tidak hanya digunakan saat kalian menjadi tenaga profesional, tetapi juga saat di kelas, KKN, dan agenda-agenda akademik lain. Jadi, ini adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari,” ungkapnya.
Pelatihan ini terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama membahas public speaking dalam ranah profesional, sementara sesi kedua berfokus pada public speaking di lingkungan akademik. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Tanti Nur Dwiyanti, S.Sos., CPS, dan materi kedua oleh Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Ibu Tanti Nur Dwiyanti menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara di depan orang banyak, tetapi kemampuan menyampaikan pesan komunikasi secara jelas dan memahami konsep komunikasi yang digunakan.

“Public speaking itu bukan hanya ngomong atau yapping. Ada dua hal penting: kemampuan menyampaikan pesan secara verbal dan nonverbal, serta pemahaman konsep komunikasi. Semakin detail konsep yang ditulis, semakin baik penyampaiannya,” ujarnya.
Beliau juga memperkenalkan lima aspek suara sebagai masa depan pembicara: suara yang lancar, suara yang jelas dalam pesan komunikasi, suara yang empatik, suara yang efektif, serta suara yang membangun personal branding. Komunikasi efektif, tambahnya, adalah komunikasi yang menghasilkan efek sesuai harapan, baik berupa perubahan pengetahuan, pemahaman, pendapat, hingga tindakan. Ia menekankan bahwa struktur public speaking wajib mengandung opening, content, dan closing, termasuk dalam storytelling.
Sementara itu, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd., menjelaskan bahwa public speaking merupakan proses komunikasi terstruktur yang disampaikan di depan umum, baik berupa pidato, presentasi, maupun bentuk komunikasi lisan lainnya.
“Public speaking penting karena berpengaruh pada karier, kepemimpinan, dan pengembangan diri,” jelasnya.
Beliau juga memaparkan teknik memengaruhi orang lain, antara lain menunjukkan kepercayaan diri, mengenali karakter audiens, memberi ruang bicara, membangun kesamaan, bersikap tegas, konsisten pada nilai, dan menyebarkan energi positif.
Selain itu, Ibu Faridatun membagikan tiga prinsip utama untuk menguasai panggung: know the materials, know the audience, dan know the room, sebuah panduan teknis yang dapat langsung diterapkan peserta dalam praktik berbicara di depan umum.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara efektif, profesional, dan percaya diri di berbagai situasi komunikasi.





