Reporter: Ahmad Mihad Fadhli Robby
Editor: Rizka Amaliah, M.Pd.
SYARI’AH – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fakultas Syari’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Kampanye Dialogis bertajuk “Merajut Demokrasi, Mewujudkan Aspirasi Mahasiswa” pada Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung D lantai 3 dan dihadiri oleh Dr. Miftahul Huda, S.HI., M.H., selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah, serta para ketua HMPS dari masing-masing program studi.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta dan calon pemimpin mahasiswa agar menjaga kekompakan setelah pelaksanaan pemilihan. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan bersama terhadap siapa pun yang terpilih sebagai ketua DEMA, SEMA, maupun HMPS demi memajukan kegiatan kemahasiswaan.
“Pesan saya, siapa pun yang terpilih sebagai ketua DEMA, SEMA, dan Ketua HMPS maka harus didukung bersama-sama dalam rangka menjaga kekompakan dan memajukan berbagai kegiatan DEMA dan HMPS-HMPS yang ada. Dalam kepengurusan, tegas Wadek III, tidak ada istilahnya superman, tapi yang ada hanyalah supertim.”
Beliau juga mengimbau untuk saling berkompetisi secara positif dan tidak menyinggung hal negatif calon lain.
“Jadikan keberagaman organisasi ekstra kampus yang ada sebagai sarana (wasilah) saling mengisi hal-hal positif dan saling bersinergi. Silakan masing-masing calon sampaikan program yang positif, inspiratif, dan tidak menyinggung hal negatif pada salah satu calon! Selamat bertanding, sukses!” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 20 kandidat dari berbagai posisi kepemimpinan mahasiswa, terdiri atas 10 calon SEMA, 2 pasangan calon DEMA, serta sejumlah pasangan calon dari masing-masing HMPS. Di tingkat program studi, HMPS HKI, HTN, dan HTN masing-masing memiliki pasangan calon tunggal, sedangkan HMPS IAT dan HES diikuti oleh dua pasangan calon yang siap berkompetisi.
Ketua KPUM Fakultas Syari’ah, Fajryan Syahputra, memaparkan tujuan dari kegiatan kampanye dialogis yang menjadi wadah bagi para calon dan pasangan calon adalah untuk menyampaikan visi dan misi secara langsung di hadapan mahasiswa, dekanat, kaprodi, dan civitas akademika Fakultas Syari’ah.
“Kampanye di UIN sendiri terbagi menjadi dua bentuk, yakni monologis dan dialogis. Kalau kampanye monologis, biasanya para calon melakukannya secara mandiri melalui penyebaran pamflet atau orasi di berbagai titik kampus. Namun, hari ini kita melaksanakan kampanye dialogis, di mana para pasangan calon tidak hanya berorasi, tetapi juga memaparkan visi, misi, serta gagasan mereka di hadapan mahasiswa,” ungkapnya.
Harapannya, melalui kampanye dialogis ini, hubungan antara paslon dan para pemilih—khususnya mahasiswa Fakultas Syariah—bisa lebih dekat dan saling mengenal.
“Kita juga tidak bisa memungkiri bahwa kampanye monologis sering kali lebih masif karena bisa memanfaatkan media massa dan teknologi di era globalisasi. Tapi dengan adanya kampanye dialogis ini, kami ingin memperkenalkan para calon, tidak hanya kepada mahasiswa, tapi juga kepada dekanat dan kaprodi agar seluruh sivitas akademika lebih mengenal sosok-sosok yang akan berkompetisi dalam pemilihan tahun ini,” imbuhnya.
Fajryan juga berpesan kepada para pemilik hak suara agar memilih sesuai dengan hati nurani dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak tertentu.
“Menurut saya, sebagai mahasiswa kita harus benar-benar kritis terhadap visi, misi, serta gagasan yang disampaikan para calon. Itu hal yang paling penting. Kuliti betul setiap ide dan program mereka untuk melihat sejauh mana relevansinya bagi kemajuan fakultas ke depan! Selain itu, kita juga harus menggunakan hak suara dengan jujur dan adil, sesuai asas luber jurdil. Jangan sampai pilihan kita dipengaruhi intervensi dari pihak luar—baik dari teman, kelompok, maupun golongan tertentu. Kadang ada ajakan-ajakan seperti ‘ayo pilih yang ini’, padahal kita sendiri belum benar-benar mengenal calonnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fajryan juga menjelaskan secara ringkas waktu pelaksanaan dan teknis pemilihan yang akan dilaksanakan pada Senin mendatang (17 November 2015).
“Tahun ini, sistem pemilihan menggunakan SIMIRA atau Sistem Informasi Pemilu Raya yang terintegrasi melalui portal SIAM. Mahasiswa dapat login menggunakan akun email yang terdaftar di SIAKAD untuk memberikan suara secara digital. Ada lima formasi kepemimpinan yang akan dipilih, yaitu HMPS, SEMA Fakultas, DEMA Fakultas, SEMA Universitas, dan DEMA Universitas. Setiap mahasiswa berhak memilih satu calon di masing-masing formasi, sedangkan suara yang tidak digunakan akan tercatat sebagai tidak sah,” tutur Fajryan detail.
Acara berlangsung dengan suasana dinamis dan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang hadir. Selain sesi penyampaian visi dan misi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara peserta dan kandidat yang memperlihatkan semangat kritis dan partisipatif mahasiswa Fakultas Syariah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat berdemokrasi di lingkungan Fakultas Syari’ah secara sehat dan beretika, serta memperkuat partisipasi mahasiswa dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan kolaboratif.





