SYARIAH – Rabu, 15 Oktober 2025, pimpinan Fakultas Syariah beserta seluruh ketua unit mengadakan rapat koordinasi pelaksanaan program unit. Dalam agenda yang dimulai pada pukul 11.00 WIB ini, pihak dekanat yang dinakhodai Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Dekan Faktas Syariah menyampaikan program-program strategis yang diinisiasi bersama tim prodi serta surat tugas yang berisi perubahan formasi unit.
Fokus agenda rapat adalah reposisi anggaran pada pada program Pelatihan Soft Skill. Dekan berharap, program pelatihan yang diinisiasi unit maupun prodi benar-benar memberikan keterampilan yang relevan untuk mahasiswa.
“Tujuan optimalisasi unit dan pelatihan soft skill adalah untuk memberikan layanan prima kepada mahasiswa. Kami juga mengaktifkan kembali unit M2C (Maliki Mediation Centre) yang dulu sempat ada. Unit ini penting karena relevan dengan profil lulusan,” ujar Bu Dekan dalam sambutan pembukanya.

Perubahan formasi unit tentu juga berimbas pada susunan pengelola. Beberapa pengelola yang mendapat mandat sebagai ketua program di lingkup universitas tidak lagi dibebani tugas pengelolaan unit. Reposisi ini dilakukan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program serta agar tidak terjadi rangkap jabatan.
Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Sudirman, M.A., menyatakan bahwa program-program strategis prodi dan fakultas dirancang merangkul tak hanya sivitas akademika Fakultas Syariah tetapi juga masyarakat. Ini mengacu pada program pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti karyawan Kementerian Agama dan objek strategis lainnya.
“Kita akan fokus pada program yang dilaksanakan hingga bulan Desember ini. Sudah ada program yang diinisiasi prodi, seperti pelatihan kontrak drafting hingga hataman bersama karyawan Kementerian Agama. Bapak/Ibu pengelola unit silakan memastikan program Bapak/Ibu sudah terselenggara sebelum Desember,” tandasnya.

Wakil Dekan II Bidang AUPK, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.HI. menyoroti penggunaan anggaran untuk agenda pelatihan softskill. Dalam paparannya, beliau menegaskan peruntukan anggaran yang relevan dan diperbolehkan sesuai ketentuan.
“Anggaran kita peningkatan softskill mahasiswa memang khusus untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa Fakultas Syariah. Sampai saat ini, kita masih punya cukup anggaran untuk menggelar program yang telah Bapak/Ibu ajukan. Hanya saja, Bapak/Ibu perlu segera menentukan tanggal pelaksanaan dan pematerinya, supaya proses pengajuan fee pemateri bisa lebih cepat,” tegas perempuan yang akrab disapa Bunda Erfa ini.
“Untuk pengajuan pendanaan delegasi lomba, kami tidak membatasi. Hanya saja harus sesuai prosedur. Mahasiswa mengajukan proses pembimbingan ke Unit Pengembangan Minat dan Bakat. Setelah mendapat pembimbingan intensif dan persetujuan unit, maka yang bersangkutan berhak mengajukan pendaan dan akan kami kawal,” tambahnya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, alumni dan Kerja sama, Dr. H. Miftahul Huda, M.H turut memberikan arahan untuk optimalisasi skill mahasiswa. Ia juga menyampaikan capaian-capain mahasiswa selama periode awal program di bawah kepemimpinan Prof. Umi.
“Alhamdulillah sekolah jurnalistik sudah berjalan. Pembinaan kepada mahasiswa juga sudah berproses. Beberapa telah kita lihat capaian prestasinya. Ini harus terus dijaga dan dikawal agar prestasi mahasiswa Fakultas Syari’ah terus bermunculan,” tandas WD III.
Agenda rapat berakhir pada pukul 13.00 WIB. Para ketua unit antusias dan membahas tuntas kendala serta potensi yang dimungkinkan untuk optimalisasi unit.





