MIU Login

Perkuat Reputasi Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Khoirul Hidayah, M.H. Gagas Keadilan Ekologi Ekonomi dalam Perdagangan Karbon Bagi Masyarakat Adat

SYARIAH – Selasa, 20 Januari 2026, UIN Maliki Malang menggelar pesta pora akademik melalui agenda “Rapat Terbuka Senat UIN Maulana Malik Ibrahim dalam Rangka Pengukuhan Guru Besar”. Menurut ketua senat, ini merupakan momen pengukuhan ke 87-98 yang dilaksanakan oleh UIN Maliki. 11 guru besar dari berbagai bidang ilmu dikukuhkan di lantai 5 Gedung Ir. Soekarno. Satu dari sebelas guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. dari Fakultas Syariah yang mengusung gagasan keadilan ekologi ekonomi dalam perdagangan karbon bagi masyarakat adat.

Dalam agenda ini, SK Guru besar dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. 11 guru besar yang dikukuhkan dalam momen ini adalah Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si. (Guru besar Bidang Ilmu Psikologi Islam), Prof. Dr. Faisal, M.Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Sastra Arab), Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. (Guru Besar Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial), Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi), Prof. Dr. H. Moh. Padi, M.Pd.I. (Guru Besar Bidang Kebijakan Pendidikan Islam), Prof. Dr. H. Muhammad Asrori, M.Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam), Prof. Dr. H.M. Lutfi Mustofa, M.Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam Indonesia), Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd. (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Mutu Pendidikan Islam), Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum, M.Pd. (Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi pembelajaran Bahasa Arab), dan Prof. Dr. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D. (Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir Tematik).

Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. turut memberikan sambutan dalam perayaan akademik ini. Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa raihan gelar guru besar tidak hanya merupakan puncak pengakuan keilmuan, tetapi juga menjadi titik mula bagi tanggung jawab akademik yang lebih besar lagi.

“Guru besar adalah puncak pengakuan keilmuan dan sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar lagi. Guru besar tidak hanya dituntut produktif tapi juga bijaksana, tidak hanya cerdas tetapi juga harus menjadi suri tauladan di mana mereka berada. Bagi UIN Malang, kehadiran guru besar menjadi penjamin mutu akademik dan keilmuan, penguat reputasi internasional, dan pengembangan prodi. Apalagi UIN Malang adalah kampus unggul bereputasi internasional,” tutur Prof. Ali.

Usai sambutan ketua senat, para guru besar bergiliran menyampaikan pidato pengukuhan. Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. mengusung tema Keadilan Ekologi Ekonomi Masyarakat Hukum Adat dalam Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan di Indonesia. Ia menyoroti posisi strategis masyarakat adat dalam konteks ini yang tentu saja kepentingannya harus dilindungi secara adil sesuai dengan amanat konstitusi.

“Perdagangan karbon tidak boleh berhenti pada angka dan target. Harus ada manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menjaga hutan,” tegasnya.

Pidato pengukuhan Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. tak hanya menyentuh ruang nalar akademik, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan yang tengah mencuat akhir-akhir ini. Mengutip Jeremy Bentham, Prof. Khoirul menyebutkan bahwa kebijakan perdagangan karbon harus memperhatikan aspek keadilan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat sebagai penjaga sekaligus pelestari hutan.

Dikukuhkannya Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. menambah jajaran guru besar Fakultas Syariah, khususnya pada Prodi. Hukum Ekonomi Syariah

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait