MIU Login

IKAFASA Gelar Career Training Academy 2025, Bekali 508 Alumni dan Mahasiswa Fakultas Syariah Hadapi Seleksi ASN

Reporter: Ahmad Mihad Fadhli Robby
Editor: Rizka Amaliah

SYARIAH – Ikatan Alumni Fakultas Syariah (IKAFASA) bekerja sama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Career Training Academy (CTA) 2025 pada Sabtu–Minggu (8–9/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan pusat kegiatan di ruang meeting Fakultas Syariah. Jumlah peserta yang terdaftar mencapai 508 orang, terdiri atas mahasiswa tingkat akhir serta alumni Fakultas Syariah.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H., Wakil Dekan 2 Fakultas Syariah, yang turut hadir secara virtual melalui Zoom Meeting. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembekalan penting bagi para alumni dan mahasiswa akhir.

“Kegiatan CTA ini diselenggarakan untuk membekali para alumni dan mahasiswa akhir Fakultas Syariah agar memiliki kesiapan dan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja. Ini adalah wujud dedikasi Fakultas Syariah. Dengan agenda ini fakultas hadir mengawal proses alumni untuk bisa bersaing dalam seleksi CASN,” tutur Prof. Erfaniah.

Beliau juga mengapresiasi inisiatif IKAFASA yang telah berperan aktif dalam memperkuat hubungan antara alumni dan fakultas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah IKAFASA yang berinisiatif mengadakan kegiatan ini bersama Fakultas Syariah. Ini adalah wujud nyata sinergi antara alumni dan almamater,” lanjutnya.

Sementara itu, Abdul Aziz, M.H.I., selaku Ketua IKAFASA sekaligus Ketua Panitia Pelatihan CAT, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap adik tingkat agar mampu menghadapi seleksi ASN dengan percaya diri.

“Latar belakang kegiatan ini adalah bentuk komitmen alumni Fakultas Syariah untuk mengawal para lulusan agar bisa bekerja sesuai bidang keilmuannya, menjadi hakim, dosen, penghulu, dan profesi lain yang relevan,” jelas Aziz.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan dari program serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan oleh IKAFASA.

“Ini adalah pelatihan CAT kedua yang kami adakan. Tahun lalu IKAFASA melaksanakan secara mandiri, dan hasilnya banyak alumni kita yang berhasil lolos menjadi ASN,” ungkapnya.

Aziz menambahkan bahwa pelatihan ini akan menjadi agenda rutin setiap kali pembukaan seleksi CASN.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan empat sesi utama. Hari pertama, Sabtu (8/11), dibuka dengan materi Teknik Wawancara oleh Rizka Amaliah, M.Pd., dan dilanjutkan sesi Tes Intelegensi Umum (TIU) bersama M. Faiz Nashrullah, M.H. Keesokan harinya, Minggu (9/11), kegiatan berlanjut dengan materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dibawakan oleh Ilham Sumarga, S.Pd., Gr., M.Pd., serta sesi Tes Karakteristik Pribadi (TKP) oleh Siti Ifrohatis, S.Kep. Setiap sesi dipandu oleh Muhammad Faiq, S.H.I., M.H., dan Mahbub Ainur Rofiq, M.H.

Pada sesi pertama, Rizka Amaliah, M.Pd. membawakan materi bertajuk “Teknik Wawancara” yang membahas langkah-langkah menghadapi wawancara seleksi CASN secara efektif. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga oleh sikap dan kesiapan diri saat sesi berlangsung.

“Gunakan pakaian formal, bawa dokumen penting, dan tunjukkan gestur terbuka dan percaya diri ketika menjawab pertanyaan. Tentu, persiapan matang juga menjadi kunci. Daftarlah common questions, critical questions, dan unpredictable questions sebagaimana yang kita bahas tadi,” ujar Rizka.

Ia juga menekankan pentingnya latihan dan riset terhadap posisi yang dilamar agar peserta dapat menyiapkan alternatif jawaban dengan baik.
Selain itu, Rizka turut mengingatkan peserta untuk menghindari kesalahan umum yang sering terjadi.

Pemateri kedua, M. Faiz Nashrullah, M.H., memaparkan strategi efektif dalam menjawab soal-soal Tes Intelegensi Umum (TIU), khususnya pada aspek logika, penalaran verbal, dan numerik. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu dan ketepatan strategi dalam mengerjakan soal.
Menurutnya, peserta perlu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik agar tidak terjebak pada satu jenis soal.

“Dahulukan soal yang bisa dikerjakan dengan cepat dan pasti benar. Jangan terlalu lama di satu nomor karena waktu dalam ujian sangat terbatas,” jelas Faiz.

Ia juga menambahkan bahwa memahami pola soal dan sering berlatih dapat meningkatkan kecepatan berpikir.

“Semakin sering teman-teman berlatih, semakin mudah mengenali tipe-tipe soal yang muncul. Itu akan membantu kalian menjawab dengan lebih efisien dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Pemateri ketiga, Ilham Sumarga, S.Pd., Gr., M.Pd., dalam sesi yang berlangsung pada Ahad (9/11), membahas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai salah satu komponen penting dalam seleksi CASN. Ia menjelaskan bahwa dalam TWK, peserta akan diuji melalui lima aspek utama, yakni pilar negara, bela negara, nasionalisme, integritas, dan Bahasa Indonesia.

Pada aspek pilar negara, Ilham mengulas empat fondasi kehidupan berbangsa: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga memahami makna dan penerapannya dalam kehidupan bernegara. Sementara pada bagian bela negara, Ilham menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) di berbagai bidang, seperti politik, ideologi, ekonomi, sosial, dan pertahanan keamanan. Ia menekankan bahwa semangat bela negara harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, termasuk mendukung ekonomi lokal dan menjaga ketahanan sosial. Lebih lanjut, pada aspek nasionalisme, Ilham mengingatkan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan lewat tindakan sederhana, seperti menjaga lingkungan dan menghargai keberagaman. Ia juga menjelaskan faktor-faktor yang dapat memperkuat dan menghambat nasionalisme, seperti patriotisme, primordialisme, separatisme, dan chauvinisme.
Pada aspek integritas, Ilham menekankan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian sebagai ciri utama ASN yang berkarakter.

“Sebagai calon aparatur negara, kita harus menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme. Nilai kebermanfaatan seseorang itu terlihat dari seberapa besar ia berguna bagi lingkungannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa soal-soal dalam aspek ini biasanya menguji kejujuran dan konsistensi peserta dalam situasi etis dan moral.
Selain itu, pada aspek Bahasa Indonesia, Ilham menjelaskan bahwa peserta juga akan diuji kemampuan literasinya melalui soal-soal tentang simpulan utama, paragraf deduktif dan induktif, serta struktur bacaan argumentatif.

Pada sesi keempat, Siti Ifrohatis, S.Kep. membawakan materi mengenai Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa TKP bukan sekadar menguji kemampuan kognitif, melainkan juga menilai sikap dalam situasi nyata yang menuntut empati, integritas, dan tanggung jawab.

“Soal-soal TKP itu sering kali menguji bagaimana kita bersikap dalam situasi nyata, bukan seberapa pintar kita menjawab teori,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siti menekankan bahwa seorang ASN tidak hanya bekerja berdasarkan aturan, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kalau kita bisa menyeimbangkan antara kepatuhan pada prosedur dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, di situ nilai TKP kita akan tinggi,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memadukan ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi seleksi CASN.

“Sukses itu tidak bisa hanya dengan usaha lahiriah, seperti belajar dan berlatih, tetapi juga perlu disertai dengan ikhtiar spiritual. Banyak berdoa dan yakinlah bahwa keajaiban itu akan datang bagi yang bersungguh-sungguh,” tuturnya.

Ia juga berharap agar seluruh peserta terus berdoa dan berusaha dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wasilah menuju kesuksesan dalam meraih cita-cita menjadi ASN.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama yang dipimpin oleh moderator sebagai tanda berakhirnya kegiatan pelatihan pra-CASN Fakultas Syariah.

Kegiatan dua hari ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seluruh peserta yang mengikuti secara daring tampak aktif berpartisipasi selama sesi pelatihan berlangsung sebagai wujud semangat untuk menjadi generasi abdi negara yang profesional dan berintegritas. Sepanjang sesi, para peserta juga antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pemateri, menunjukkan kesungguhan mereka dalam memahami strategi menghadapi seleksi CASN.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu dan strategi yang telah diperoleh sebagai bekal menghadapi ujian seleksi CASN 2025 serta menjadi representasi kualitas terbaik dari Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait