Segera daftarkan diri Anda di Blog Fakultas Syariah yang akan terintegrasi dengan komunitas jejaring sosial dan diskusi Fakultas Syariah. Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan dengan Dosen, Mahasiswa, Staf, dan Alumni Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Selamat Bersilaturrahim dan Berkarya.

Relasi Adat Dengan Agama 'Wanita Melamar Pria Pada Masyarakat Lamongan" Dalam Islam

Masyarakat Lamongan adalah masyarakat yang terkenal ulet. Mereka tersebar di banyak tempat di seluruh nusantara dalam mencari sumber penghidupan perekonomian di berbagai sector,khususnya informal. Yakni berdagang makanan khas seperti soto lamongan, tahu campur, lele penyet, dsb. Banyak pula kekhasan masyarakat lamongan dalam hal budaya, misalnya lamaran. Yang umum diketahui orang adalah bahwa pihak perempuanlah yang melamar pihak laki-laki. Ada hal-hal filosofis lain yang mendasari pilihan tersebut disamping bahwa pihak perempuan melamar pihak laki-laki adalah sebuah alternative pilihan. Namun saat ini lamaran cara adat di Lamongan pudar tergerus zaman.
Melamar adalah sebuah proses meminta yang dilakukan oleh pihak satu ke pihak yang lain untuk dijadikan pasangan hidup. Lazimnya dalam sebuah pelamaran adalah suatu yang dilakukan seorang laki-laki untuk meminta wanita untuk menjadi istrinya. Namun itu berbeda dengan apa yang ada di Lamongan, sebagian daerah disana tidak melakukan pelamaran seperti yang ada dan lumrahnya di daerah lain. Di Daerah Lamongan beberapa Masyarakat memberlakukan cara lamaran dengan cara pihak wanita yang meminta kepada pihak laki-laki.

Sejarah wanita melamar pria bagi masyarakat Lamongan
Menurut legenda, tradisi ini diawali saat keturunan ke-14 Prabu Hayam Wuruk, Raden Panji Puspokusumo memimpin daerah Lamongan pada tahun 1640 hingga 1665. Sang raja memiliki dua anak kembar bernama Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris yang sangat tampan. Suatu hari kedua putra kembar sedang bermain sabung ayam di daerah Wirosobo (sekarang Kertosono). Ketampanan mereka ternyata membius dua putri kembar raja Wirosobo yakni Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi.

Saking cintanya putri kembar itu kepada Raden Panji Laras dan Liris akhirnya mereka berniat untuk melamar langsung kedua putra kembar Lamongan itu meskipun melanggar norma saat itu. Sejak saat itulah tradisi wanita yang melamar laki-laki mencuat untuk melestarikan budaya leluhur.

Sejarah wanita melamar pria dalam islam
Sebagian orang mengatakan salah pada jaman Nabi Muhammad s.a.w masih hidup pun wanita dibolehkan melamar pria diantaranya pada kisah Siti Khadijah r.ah istri pertama Rasulullah s.a.w. Baiklah kita kutipkan catatan sejarah yang saya ambil dari Kitab Kelengkapan Tarikh Moenawar Kholil mengenai peristiwa tersebut.
Pada suatu hari Khadijah dengan terpaksa meminta seorang budak perempuannya yang sangat dipercaya bernama Nafisah binti Munabih untuk menemui Muhammad s.aw. dimana ia kemudian menyampaikan segala sesuatu yang menjadi isi hati Khadijah terhadap beliau. Setelah menerima uraian keinginan Khadijah, beliau s.a.w. hanya menjawab bahwa belum dapat mengambil keputusan sebelum mendapat pertimbangan dan keputusan dari pamannya. Kemudian pada suatu hari Nafisah menemui Abu Thalib untuk membicarakan persoalan itu dan Abu Thalib seketika memberikan keputusan menyetujui untuk disampaikan kepada Khadijah.
Lalu pada hari yang lain Abu Thalib bersama anak kemenakannya (Muhammad s.a.w.) pergi menemui pamannya Khadijah bernama Amr bin Al-Asad karena ayah Khadijah saat itu telah wafat. Kedatangan Abu Thalib adalah untuk memperbincangkan keinginan Khadijah terhadap pribadi Nabi. Oleh Amer bin Al-Asad diterima dengan baik dan ia tidak keberatan dengan perjodohan antara Khadijah dengan Muhammad, asalkan kedua belah pihak sama-sama cinta. Dan telah terpandang di kalangan kota Mekah bahwa keduanya telah bertemu (sepadan) kebangsawanannya. (Kelengkapan Tarikh Juz 1 Hal 104)
Dari uraian sejarah di atas dapat kita tangkap bahwa kedatangan Nafisah binti Munabih mengutarakan keinginan Khadijah bisa saja dianggap sebagai melamar / meminang Nabi Muhammad s.a.w. (waktu itu belum menjadi Nabi). Namun secara adat dan kelaziman pria lah yang melamar wanita. Oleh karena nya proses lamaran ini diperkuat lagi atau secara resmi dilakukan oleh Abu Thalib kepada paman Khadijah bernama Amr bin Asad. Maka inilah lamaran yang lebih resmi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara resminya, tetap pihak Keluarga Nabi Muhammad s.a.w. lah yang datang melamar Khadijah r.ah.

Perubahan Adat Zaman sekarang
Di banyak tempat, perempuan harus menunggu di lamar untuk dapat jodoh/ suami sehingga ada julukan perawan tua bagi perempuan berumur yang belum menikah. Ini tidak berlaku di Lamongan. Dalam konteks perjodohan laki-laki maupun perempuan boleh berinisiatif dalam mencari jodoh. Inilah perwujudan egalitarianisme masyarakat Lamongan disamping banyak nilai lain yang mendukung etos hidup masyarakat Lamongan yang ulet dan berani berpetualang dalam mencari penghidupan ekonomi.
Namun seiring perkembangan zaman, perilaku pacaran mengurangi proses tahapan diatas sehingga keluarga datang seringkali langsung menentukan hari pernikahan. Pihak keluarga yang datangpun tidak selalu berarti punya kewenanganan lebih untuk memboyong atau membawa calon menantu ke rumah yang melamar terlebih dahulu. Sebab seiring kesadaran calon mempelai dalam memutuskan pasangan hidup, seiring itu pula terjadi otonomi pasangan dalam merencanakan dan menentukan masa depan perkawinan mereka.
Terlebih jika pasangan menikah dengan orang yang berasal dari luar Lamongan. Maka segala hal yang terkait adat di atas tidak diperlakukan secara ketat dan bisa saja diabaikan. Namun pada keluarga tertentu yang memegang teguh adat lamaran ala Lamongan ini ketika berbesan-an dengan keluarga dari luar Lamongan yang tidak paham adat istiadat Lamongan menjadi salah paham. Pada tingkatan ekstrim bisa terjadi pembatalan perkawinan karena masalah tidak saling pahamnya terhadap adat istiadat ini.

Nah bagaimana cara anda mendapatkan pasangan anda? Mau melamar ataukah dilamar?

Nama : Luqman Hakim
NIM : 13210166

Share this article:

You have already rated this entry:
HUBUNGAN HUKUM ADAT DENGAN AGAMA
Relasi Hukum Adat Dayak Maanyan dengan Hukum Posit...

Comments

 
No comments yet
Already Registered? Login Here
Guest
Kamis, 13 Agustus 2020
If you'd like to register, please fill in the username and name fields.

Captcha Image

FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Alamat Kantor:
Gedung Megawati Soekarno Putri, Jl. Gajayana 50, Malang, Kode Pos 65144.
Telepon / Faksimile: 0341-559399
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website: http://syariah.uin-malang.ac.id

Data Pengunjung 

16792740
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1216
21024
50282
16676027
124841
322876
16792740

Your IP: 127.0.0.1
2020-08-13 03:06
#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #feduc9 #eef11045 #140114115202