Tulisan Terbaru 

Tulis Artikel 


Segera daftarkan diri Anda di Blog Fakultas Syariah yang akan terintegrasi dengan komunitas jejaring sosial dan diskusi Fakultas Syariah. Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan dengan Dosen, Mahasiswa, Staf, dan Alumni Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Selamat Bersilaturrahim dan Berkarya.

Proses Perhitungan Awal Bulan Syawal 1428 H. (2K17)

Menghitung Awal Bulan Syawal 1438 H.

1. Memperkirakan ijtima’ awal bulan Syawal 1424 H, dengan menggunakan Perbandingan Tarikh. Sebagai berikut :

29 Ramadhan 1438 H
1438-1= 1437 (tahun Tam/yang sudah dilewati)
1437 / 30 tahun = 47 daur lebih 27 tahun [ (47,9)=0,9x30=27]
29 Ramadhan 1438 = 47 daur + 27 tahun + 8 bulan + 29 hari
47 daur = 47 x 10631 = 499657 hari
27 tahun = (27 x 354) + 10 (10 tahun kabisat) = 9568 hari
8 bulan = ( 4 x 30 ) + ( 4 x 29 ) = 236 hari
29 hari = 29 hari +
509490 hari
Selisih Hijriyah dan Masehi = 227016 hari +

736506 hari
Anggaran Gregrorius XIII 13 hari +
736519 hari

736519 /1461 = 504.119781
0.119781x1461 = 175 hari
504 siklus x 4 = 2016 lebih 175 = 2017 M
175/31 = 5.64516129
5 lebih (0.64516129 x 31) = 19.9 = 20

20 + 1 + 3 = 24 hari
Jadi tanggal 24 juli 2017

509490/7 = 72784.28571 736506/7 = 105215.1429
= 0.28571 x 7 = 2 0.1429 x 7 = 1
2 = sabtu 1 = sabtu

509490/5 = 101898 736506/5 = 147301.2
0 = kliwon 0.2 x 5 = 1
1 = kliwon
Ijtima’ akhir Ramadhan atau awal bulan Syawal 1438 H terjadi pada hari :
Sabtu Kliwon, tanggal 24 Juni 2017 M.






Mencari jam saat ijtima’ dengan data Ephemeris dengan langkah-langkah sebaagai berikut :

a. Mencari FIB. terkecil pada tanggal 24 Juli 2017 (Apabila FIB terkecil jatuh pada jam 0 atau 1 atau 2 maka harus dicek nilai FIB pada hari sebelumnya jika ada yang lebih kecil maka FIB tersebut yang dipakai)
b. Mencari ELM. dan ALB sesuai dengan jam FIB terkecil
c. Mencari Sabak Matahari (SM), dan Sabak Bulan (SB)
d. Mencari Saat Ijtima’ dengan rumus sebagai berikut :

Ijtima’ = Jam FIB + (( ELM – ALB)/( SB – SM))+ 7 Jam WIB

Keterangan :
1. FIB = Fraction Illuimination Bulan
2. ELM = Ecliptic Longitude Matahari
3. ALB = Apparent Longitude Bulan

ad.
a) FIB terkecil yaitu 0,00126 yang terjadi pada jam 23.00 GMT tanggal 24 Juni 2017

b) ELM pada jam 23.00 GMT adalah 92 48’ 54”
ALB pada jam 23.00 GMT adalah 93 04’ 47”

c) SM = E.L.M jam 24.00 GMT = 92 51’ 17”
jam 23.00 GMT = 92 48’ 54” -
Sabak Matahari = 0 02’ 23”

SB = A.L.B. jam 24.00 GMT = 93 42’ 45”
jam 23.00 GMT = 93 04’ 47”
Sabak Bulan = 0 37’ 58”

d) Jam 23j00m 0d+ ((9248’54”-9304’47’’)/(037’58”- 002’23”))+7j
Ijtima’ jam = 29j 33m13.06d WIB - 24 j = 5.33.13.06 WIB

Jadi : Ijtima al-hilal awal bulan Syawal 1424 H. terjadi jam 5.33.13.06 WIB, tanggal 24 Juni 2017.

2. Mencari Posisi dan Situasi Hilal Awal Bulan Syawal 1424 H., dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Menetapkan markas hisab dan rukyat, serta data astronominya.
(2) Mencari sudut waktu Matahari saat matahari terbenam.
(3) Mencari Saat Matahari Terbenam.
(4) Mencari sudut waktu Bulan, saat Matahari terbenam.
(5) Mencari ketinggian Hilal Mar’i saat Matahari terbenam.
(6) Mencari Mukuts Hilal.
(7) Mencari Azimut Matahari dan Bulan.
(8) Mencari Letak dan Keadaan Hilal.

Proses Perhitungan
(1) Menetapkan markas hisab dan rukyat, serta data astronominya.
Markas hisab dan rukyat , dengan astronominya :
Lintang tempat (  = phi ) = - 7o 11’ 37.12” (LS)
Bujur tempat (  = lamda ) = 112o 24’ 23.66” (BT)
Tinggi tempat ( h ) = 21 meter di atas air laut.

(2) Menetapkan sudut Matahari, saat Matahari terbenam, tanggal 24 Juni 2017, dengan langkah-langkah :

a) Menetapkan data saat matahari terbenam, yaitu :
Deklinasi (d’) matahari jam 11.00 GMT = 23o 23’ 51’’
Equation of time (e) matahari jam 11 GMT = -00j 2m29d
D’ (Dip) = 1.76 tinggi tempat (21) / 60 = 008’ 3.92”
Refraksi (ref) untuk 0 = 00 34’ 30”
Semi diameter ( s.d M) jam 11 GMT = 00 15’44.09”

b) Menetapkan tinggi matahari saat terbenam (hM) dengan rumus :

hM = 0o - S.dM - Refr - Dip

hM = 0 o - 0015’ 44.09” - 00 34’ 30” - 008’3.92”
hM = - 0 58’18.01”

c) Mencari sudut waktu saat matahari terbenam, dengan rumus :

Cos tM = - tan φ x tan dM+ sin hM / cos φ / cos dM

tM = sudut waktu matahari
φ = Lintang tempat
dM = Deklinasi Matahari
hM = Tinggi Matahari saat terbenam
Data : φ= - 7o 11’37.12”
dM = 23 o 23’51”
hM = - 0 58’18.01”

Operasional calculator secara berurutan :


Casio Calculator
fx 4000 P , 4500 P
dan 5000 P
Shift Cos ( - tan -7o 11’37.12’’ x tan23 o 23’51” + sin - 0 58’18.01” / cos -7o 11’37.12’’/cos 23 o 23’51”)
exe shift o ‘ ” 87o 56’ 15.27”

tM = 87o 56’ 15.27”




(3) Mencari Saat Matahari Terbenam, dengan Rumus :

(tM/ 15) + ( 12 - e ) + ( K W D) – 7

87o 56’ 15.27”/ 15 = 5j 51 m 45.02d
Kulminasi = 12j 00m 00d +
17j 51m45.02d
Eq. of time ( e ) = -00j 2m 29d -
L M T (Local Mean Time) = 17j 54m14.02d
Waktu Daerah =
(( 105-11224’ 23.66” ) / 15 ) = - 0j 29m25.85d +
W I B = 17j 24m36.44d
Koreksi bujur GMT = 7j 00m 00d -
Jam G M T = 10j24m36.44d

Jadi Matahari terbenam tgl 24 Juli 2017 pada jam 17.24.36.44 WIB.
Atau jam 10.24.36.44 GMT

(4) Menetapkan sudut waktu Bulan, saat Matahari terbenam pada tanggal 24 Juli 2017, dengan langkah-langkah :

a) Mencari Asensio Rekta Matahari (ARM) pada saat ghurub:

Interpolasi = A - ( A - B ) x C / I

A = ARMjam 10 GMT = 93o 21’ 42”
B = ARMjam 11 GMT = 93o 24’ 18”
C = Menit yang belum diperhitungkan pada jam 10.00 = 0 o24’ 36.44”
I = Interval antara 10.00 dan 11.00 = 1

Maka hasil interpolasi adalah :
93o 21’ 42- (93o 21’ 42- 93o 24’ 18”) x 0 o24’ 36.44”/ 1
= 93o 22’ 45.98”

b) Asensio Rekta Bulan (ARB) pada saat ghurub matahari:

Interpolasi = A - ( A - B ) x C / I

A = ARBjam 10 GMT = 97o 56’ 30”
B = ARBjam 11 GMT = 98o 36’ 37”
C = Menit yang belum diperhitungkan pada jam 10.00 = 0 o24’ 36.44”
I = Interval antara 10.00 dan 11.00 = 1

Maka hasil interpolasi adalah :
97o 56’ 30” - (97o 56’ 30” - 98o 36’ 37”) x 0 o24’ 36.44”/ 1
= 98o 12’ 57.16”


c) Mencari Sudut Waktu Bulan ( tB) saat Matahari terbenam.

tB = ArM - ArB + tM

tB = 93o 22’ 45.98”- 98o 12’ 57.16”+ 87o 56’ 15.27”
= 83o 6’4.09’’


(5) Menetapkan Tinggi Hilal haqiqi (hB) dan Mar’i (hB’). dengan langkah-langkah :

a) Mencari deklinasi bulan (dB) pada ghurub mthari:

Interpolasi = A - ( A – B ) x C / I

A = dB Jam 10.00 GMT = 19 26’13”
B = dB Jam 11.00 GMT = 19o 26’ 19”
C = Menit yang belum diperhitungkan pada jam 10.00 = 00o24’36.44”
I = Interval antara 10.00 dan 11.00 = 1

Maka hasil interpolasi adalah :
=19 26’13”- (19 26’13” – 19o 26’ 19”) x 00o24’36.44”
= 19o26’ 15.46”

b) Mencari tinggi hakiki bulan (hB). Rumus :

Sin hB = Sin φ x Sin dB + Cos φ x Cos dB x Cos tB

Data :
Φ = - 7o 11’ 37.22”
dB = 19o26’ 15.46”
t B = 83o 6’ 4.09”

Operasional calculator secara berurutan :

Casio Calculator
Fx 4000 P, 4500 P dan 5000 P Shift Sin ( sin - 7o 11’ 37.22” x sin 19o26’ 15.46” + cos - 7o 11’ 37.22” x cos 19o26’ 15.46”x cos 83o 6’ 4.09” )
exe shift o ‘ ” 4o 3’ 16.66”

hB = 4o 3’ 16.66”




c) Mencari tinggi hilal mar’i ( lihat ) bulan (hB’), dengan rumus :

hBMar’i = hB- Parallax + s.d.B + Ref + Dip

Parallax = Hp (Horizontal parallax) X Cos hB
= 1o 01’ 06” x Cos 4o 3’ 16.66”
= 1o 1’ 6,41”

hB (tinggi hakiki) = 4o 3’ 16.66”
Parallax = 1o 0’ 56.82” -
32’ 19.84”
SdB (semi diameter bulan) = 0 16’38.96” +
318’58.8’’
Refraksi = 0o 11’ 38.51’’
0.0167/tan(hB+7.31/(Hb+4.4))
0.0167/tan(4o 3’16.66’’+7.31/
(4 o 3’16.66’’+4.4))= 0o 11’ 38.51’’
Dip ( kerendahan ufuq ) = 0 8’3,92” +
hB’ ( tinggi hilal mar’i ) = 3o38’ 41.23”


3. Menetapkan Mukuts (lama hilal di atas ufuq), dengan rumus :

hB mar’i/ 15 atau hB mar’i x 0 o4’ 0”

Mukuts = 3o 38’ 41.23” / 15 = 14 menit 75 detik

4. Mencari Besarnya Cahaya Hilal
Besarnya cahaya hilal dapat dicari dengan melakukakan interpolasi FIB (fraction illuminision bulan) saat matahari terbenam dikalikan (x) 100 % sbb:

Interpolasi : A - ( A - B ) x C / I

A = FIB jam 10 GMT (table tanggal 24 Nov 2003) = 0.00258
B = FIBjam 11 GMT = 0.00299
C = Menit yang belum diperhitungkan pada jam 10.00 = 0 o 24’36.44”
I = Interval antara 10.00 dan 11.00 = 1

Maka hasil interpolasi adalah :
(0.00258 - (0.00258– 0.00299) x 0 o 24’36.44”/ 1)x 100 = 0.27 ( 27 %)







5. Menetapkan azimut ( AM ) Matahari dan Bulan (AB), dengan rumus:

Cotan AM = - Sin φ / tan tM + Cos φ x tan dM / Sin tM

1). Data Matahari : φ = -7o 11’37.12”
dM = 23o 23’ 51”
tM = 87o 56’ 15.27”

Pijat calculator secara berurutan :


Casio Calculator
fx 4000 P , 4500 P , dan 5000 P
Shift Tan ( - sin -7o 11’37.12” / tan 87o 56’ 15.27” + cos -7o 11’37.12”x tan 23o 23’ 51”/ sin 87o 56’ 15.27”)
exe shift o ‘ ” 23 o 27 ’50.97”


AM = 23 o 27 ’50.97” (diukur dari titik barat ke titik selatan)

2). Data Bulan:
φ= -7o 11’37.12”
dB = 19o26’ 15.46”
tB = 83o6’4.09’’

Pijat calculator secara berurutan :


Casio Calculator fx 4000 P, 4500 P dan 5000 P
Shift tan ( - sin -7o 11’37.12” / tan 83o6’4.09’’+ cos -7o 11’37.12” tan 19o26’ 15.46”/ sin 83o6’4.09’’) exe shift o’ ” 20 o 11’40.45”


AB = 20 o 11’40.45” (diukur dari titik barat ke titik selatan)

6. Letak dan posisi hilal :
AM = 23 o 27’ 50.97”
AB = 20 o 11’ 40.45”-
Selisih 3 o 16’ 10.52”

Letak dan posisi hilal berada di belahan bumi selatan dan di atas matahari sedikit di sebelah selatan matahari sejauh 3 o 16’ 10.52”dengan keadaan miring ke selatan.





7. Kesimpulan :
a. Ijtima al-hilal awal bulan Syawal 1438 H terjadi pada jam 5.33.13.06 WIB, Hari Sabtu Kliwon, 24 Juni 2017
b. Matahari terbenam = 17 : 24 : 36.44 WIB.
c. Tinggi hilal hakiki = 4o 3’ 16.66”
d. Tinggi hilal mar’i = 3o38’ 41.23”
e. Lama hilal di atas ufuq = 14 menit 75 detik.
f. Azimut matahari = 23o 27 ’50.97”(B-U)
g. Azimut bulan = 20o 11’ 40.45”(B-U)
h. Letak dan posisi Hilal berada di belahan ufuq barat bagian Selatan dan 2o 6’ 53.82”di sebelah Selatan Matahari dengan keadaan miring ke Selatan.
i. Kesimpulan berdasarkan Hisab, karena ketinggian hilal awal Syawal 1438 H mencapai 5o15’ 29,87”, ketinggian tersebut telah memenuhi had imkan ar-rukyah konteks Indonesia, maka 1 Syawal 1438 H. jatuh pada hari Minggu Legi, 25 Juni 2017 M.

Catatan : Bila azimut matahari atau hilal bernilai negatif, hal ini berarti bahwa azimut tersebut dihitung dari titik selatan ke titik barat dan apabila azimut matahari atau hilal bernilai positif, maka dihitung dari titik utara ke titik barat.

Share this article:

You have already rated this entry:
Tanggapan Tentang Tarawih Cepat
Internet Jadi Ancaman Moral Anak

Comments

 
No comments yet
Already Registered? Login Here
Guest
Senin, 16 Juli 2018
If you'd like to register, please fill in the username and name fields.

Captcha Image

FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Alamat Kantor:
Gedung Megawati Soekarno Putri, Jl. Gajayana 50, Malang, Kode Pos 65144.
Telepon / Faksimile: 0341-559399
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.">This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website: http://syariah.uin-malang.ac.id

Data Pengunjung 

9551134
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
174
3753
3927
9518737
63297
126350
9551134

Your IP: 127.0.0.1
2018-07-16 01:05
#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #feduc9 #eef11045 #140114115202