Unit Penunjang

Berita

IMPLEMENTASI PKL INDIVIDU DI ERA COVID-19

Aktivitas Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sebuah kewajiban bagi setiap mahasiswa di Fakultas Syariah. Era dilematis seperti saat ini membuat kebijakan berkenaan dengan PKL mahasiswa harus dimodifikasi agar sesuai dengan kebijakan-kebijakan pemerintah dan instansi yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Fakultas Syariah telah merijitkan aturan teknis mengenai PKL era Covid-19 ini melalui buku Pedoman Praktik Kerja Lapangan Fakultas Syariah. Dalam pedoman tersebut, aturan mengenai pemenuhan protokol kesehatan saat menjalani kegiatan PKL menjadi aspek utama yang diinformasikan. Demi menjalankan protokol kesehatan anti covid-19 kegiatan PKL yang biasanya diselenggarakan berkelompok di lokasi yang ditentukan fakultas diubah menjadi individual, di lokasi terdekat dengan tempat tinggal masing-masing mahasiswa. Durasi PKL pun dipangkas menjadi 14 hari (minimal 10 hari kerja) untuk mengurangi risiko interaksi yang rawan penularan covid-19.

Saat ini, kegiatan PKL tengah berlangsung di berbagai lembaga (pengadilan agama, KUA, badan zakat, pengadilan negeri, KPU, Bank Syariah, Notaris, pemerintah kota, pemerintah daerah, hingga kecamatan dan desa) yang relevan dengan prodi masing-masing mahasiswa. Lembaga maupun perseorangan yang menjadi sasaran PKL memang tidak dibatasi agar memudahkan mahasiswa dalam hal perizinan. Namun, aspek kesesuaian sasaran PKL dengan bidang keilmuan mahasiswa tetap menjadi hal utama yang diperhatikan.

Untuk memantau aktivitas yang dilakukan mahasiswa di lokasi PKL, para dosen pendamping lapangan telah melakukan aktivitas monitoring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pelaksanaan kunjungan ke wilayah tertentu (salah satunya Bali) bahkan harus melalui proses rapid test. Namun, lokasi yang dikunjungi terbatas di wilayah Jawa Timur saja. Monitoring PKL di luar Jawa timur dilakukan secara virtual dengan pihak lembaga yang diwakili oleh pamong mahasiswa.

 

UNDANG EDITOR JURNAL SCOPUS DALAM WORKSHOP KEPENULISAN KOLABORATIF DENGAN IKAFASYA

Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampaknya sangat serius dalam mengaplikasikan berbagai strategi untuk meraih reputasi internasional. Selasa, 28 Juli 2020, pukul 09.00 s/d 11.00 WIB, sebuah workshop semi virtual bertajuk “Trik Menulis dan Memilih Jurnal Internasional Bereputasi” digelar. Workshop ini disebut semi virtual karena memadukan pertemuan langsung (dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19) dan virtual. Pemateri pertama, yakni seorang reviewer jurnal yang berasal dari UIN Maulana Malik Ibrahim, Dr. Fachrul Kurniawan, M.MT., panitia, dan beberapa orang peserta hadir secara langsung di ruang meeting Fakultas Syariah. Sementara pemateri kedua, Aji Prasetya WIbawa, S.T., M.MT., Ph.d., salah seorang editor jurnal scopus sekaligus dosen di Universitas Negeri Malang hadir dan menyajikan materi secara daring.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dr. Saifullah, S.H., M.Hum, Dekan Fakultas Syariah. Dalam paparannya, beliau menyinggung bahwa penulisan artikel ilmiah, khususnya dalam jurnal internasional bereputasi sebenarnya tidak hanya berfungsi sebagai ajang aktualisasi dan publikasi karya diri tetapi juga sarana untuk mengharumkan nama lembaga. Sudah menjadi fakta di ranah akademik bahwa peningkatan angka publikasi ilmiah akan selaras dengan kenaikan status akreditasi serta reputasi lembaga. Hal tersebutlah yang juga menjadi tujuan utama penyelenggaraan workshop ini.   

Jumlah peserta yang melebihi target panitia menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat diminati. Beberapa dosen senior yang hendak mengajukan gelar profesor mengaku mendapat banyak manfaat dari paparan informatif yang disajikan oleh para pemateri. Salah satu materi yang menarik adalah trik mendeteksi jurnal predator.  

Dalam implementasinya, Fakultas Syariah menggandeng IKAFASYA (Ikatan Alumni Fakultas Syariah) sebagai partner. Jalinan kerja sama yang membuahkan hasil positif ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang harmonis antara Fakultas Syariah dan para alumninya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian alumni juga berprofesi sebagai akademisi dan sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan kolaboratif yang dapat menunjang karier dan eksistensi diri masing-masing.